Aerologi

Proses terjadinya cuaca

Aerologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari keadaan cuaca pada tingkat atas.[1] Radar cuaca digunakan untuk mendeteksi cuaca, menunjukkan tempat terjadinya hujan (baik hujan es atau hujan salju) serta untuk monitor derasnya hujan.[2] sistem radar bekerja dengan memancarkan gelombang radiasi yang menghantam tetes-tetes hujan dan dipantulkan kembali seperti gema, ke piring penerima.[2] Informasi itu kemudian dikirim ke semua wilayah dengan menggunakan satelit.[2]

Unsur-unsur Cuaca

Dalam ilmu pengetahuan cuaca, terdapat komponen-komponen yang saling berinteraksi untuk membentuk kondisi cuaca. Berikut adalah penjelasan mengenai komponen-komponen tersebut :[3]

  1. Radiasi Matahari, Radiasi yang dipancarkan oleh matahari yang hanya sebagian kecil akan diterima di permukaan bumi, hal ini merupakan sumber energi utama untuk proses fisika atmosfer.[3] Proses tersebut menentukan keadaan cuaca dan iklim pada bumi.[3]
  2. Suhu udara atau temperatur udara merupakan aktivitas molekul dalam atmosfer yang di deteksi oleh derajat panas.[3] Suhu sendiri didefinisikan sebagai tingkat gerakan yang berasal dari molekul benda, semakin cepat gerakan molekulnya, maka semakin tinggi suhunya.[3] Suhu dapat pula didefinisikan sebagai tingkat panas suatu benda.[3] Panas bergerak dari sebuah benda yang mempunyai suhu tinggi ke benda dengan suhu rendah.[3]
  3. Tekanan Udara, Udara di atmosfer terdari dari sejumlah gas.[3] Kemudian gas ini menekan ke bawah di permukaan bumi, dan juga memberikan kekuatan yang biasa disebut sebagai tekanan atmosfer atau tekanan udara.[3] Tekanan udara bervariasi dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat.[3] Makin tinggi suatu tempat, makin rendah tekanan udaranya.[3]
  4. Angin, adalah udara yang bergerak disebabkan oleh rotasi bumi karena adanya perbedaan tekanan udara disekitarnya.[3] Angin yang bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke tempat bertekanan udara rendah.[3]
  5. Kelembapan Udara, adalah kandungan uap air di udara yang terdiri dari kelembapan mutlak, kelembaban nisbi (relatif), maupun defisit tekanan uap air.[3] Kelembapan mutlak adalah kandungan uap air persatuan volume, kelembapan relatif adalah membandungkan kandungan tekanan uap air aktual dengan keadaan jenuhnya.[3]
  6. Awan, awan terbentuk ketika udara naik mencapai titik embun.[3]
  7. Hujan, Suatu kejadian hujan ini biasanya disebabkan oleh gabungan dari beberapa tipe gerakan udara bukan hanya satu tipe gerakan udara saja.[3]

Rujukan

  1. ^ Amaluddin Latief, Arief Syafei (2009). Kamus Kapal Indonesia.com. Jakarta: Pelni Pres. hlm. 3.
  2. ^ a b c Robert J. Kodoatie,Roestam Sjarief (2010). Tata Ruang Air. Penerbit Andi. hlm. 77. ISBN 9792912428.
  3. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q "Unsur-unsur Cuaca". Diakses tanggal 16 Juni 2014.


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya