Agama Ahmadi

Agama Ahmadi Perdamaian dan Cahaya (bahasa Inggris: Ahmadi Religion of Peace and Light, disingkat AROPL), sering disebut Agama Ahmadi, adalah sebuah gerakan keagamaan baru yang berakar pada tradisi Syiah Dua Belas Imam dan berkembang dari gerakan pengikut Ahmad al-Hasan. Gerakan ini menjadi kelompok tersendiri pada pertengahan dekade 2010-an di bawah kepemimpinan Abdullah Hashem Aba Al-Sadiq, seorang warga Amerika Serikat keturunan Mesir yang oleh para pengikutnya dipandang sebagai Qaim atau "Yang Bangkit" dari keluarga Muhammad dan salah satu tokoh eskatologis akhir zaman.[1]

Agama Ahmadi tidak berhubungan dengan Ahmadiyah atau Ahmadiyya Muslim Jama'at yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di India Britania pada abad ke-19. Keduanya mempunyai asal-usul, pendiri, doktrin, dan organisasi yang berbeda.[1]

Ajaran AROPL mengembangkan gagasan eskatologi Syiah mengenai Imam Mahdi dan raj'ah, tetapi menafsirkannya dengan cara yang berbeda dari Syiah arus utama. Gerakan ini mengajarkan tujuh "perjanjian" antara Tuhan dan manusia, menerima bentuk reinkarnasi dan transmigrasi jiwa, menganggap Abdullah Hashem sebagai pemimpin yang ditunjuk secara ilahi, dan mempunyai kitab utama modern berjudul The Goal of the Wise yang diterbitkan pada 2022.[1][2]

Gerakan tersebut memiliki pengikut di sejumlah negara dan pernah menghadapi penangkapan atau pembatasan kebebasan beragama di beberapa negara mayoritas Muslim. Amnesty International mendokumentasikan penahanan anggotanya di Aljazair pada 2022 dan Mesir pada 2025.[3][4]

Sejak 2021, pusat internasional kelompok ini berada di Crewe, Cheshire, Britania Raya. Pada 2026, sejumlah anggotanya menjadi subjek penyelidikan kriminal oleh Cheshire Constabulary atas dugaan tindak pidana serius. Kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan tersebut ditujukan pada dugaan tindakan individu dan bukan penyelidikan terhadap agama AROPL sebagai agama.[5]

Asal-usul

Akar AROPL berada pada gerakan yang muncul di Irak di sekitar Ahmad al-Hasan (juga ditulis Ahmed al-Hassan), seorang pria dari Basra yang pada 1999 mengklaim telah bertemu secara fisik dengan Imam Kedua Belas dalam tradisi Syiah dan menerima misi khusus darinya.[1]

Al-Hasan kemudian menyatakan dirinya sebagai Yamani, tokoh eskatologis yang dalam sejumlah tradisi Syiah akan muncul sebelum kedatangan Imam Mahdi. Para pengikutnya juga menghubungkannya dengan "wasiat Muhammad" yang mereka tafsirkan sebagai ramalan mengenai dua belas Mahdi setelah dua belas imam.[1]

Gerakan pengikut al-Hasan mengalami perpecahan menjadi beberapa kelompok. Dua kelompok paling menonjol kemudian dikenal sebagai White Banners ("Panji Putih"), yang berpusat di Najaf, Irak, dan Black Banners ("Panji Hitam"), yang berkembang menjadi AROPL di bawah Abdullah Hashem.[1]

Kedua kelompok sama-sama menghormati Ahmad al-Hasan tetapi berbeda dalam menafsirkan kedudukan, pesan, dan otoritasnya. Kelompok White Banners menyatakan berpisah dari Abdullah Hashem pada 2015 dan kembali mengeluarkan deklarasi pemisahan diri pada 2023.[1]

Abdullah Hashem dan pembentukan AROPL

Abdullah Hashem Aba Al-Sadiq adalah warga Amerika Serikat dengan ayah keturunan Mesir dan ibu Amerika. Ia merupakan salah satu pengikut Ahmad al-Hasan sebelum tampil sebagai pemimpin gerakan yang kemudian dikenal sebagai Ahmadi Religion of Peace and Light.[1]

Pada 2015, ketika berusia sekitar 32 tahun, Hashem mengumumkan bahwa Ahmad al-Hasan telah memerintahkannya mengangkat "Panji Hitam dari Timur" dan menyebarkan kabar mengenai kemunculan Imam Mahdi. Ia juga menyatakan dirinya sebagai Qaim atau "Yang Bangkit dari Keluarga Muhammad".[1]

Para pengikut AROPL menghubungkan tahun 2015 dengan wafatnya Raja Abdullah dari Arab Saudi dan dengan sejumlah riwayat eskatologis Syiah yang mereka tafsirkan sebagai tanda kemunculan Qaim. Mereka juga menafsirkan sebuah riwayat yang disebut sebagai "Wasiat Nabi Muhammad" sebagai menyebut nama Ahmad dan Abdullah, yang diidentifikasi sebagai Ahmad al-Hasan dan Abdullah Hashem.[1]

Dalam identitas AROPL, Ahmad al-Hasan dipandang sebagai Yamani dan Mahdi pertama, sementara Abdullah Hashem dipandang sebagai Qaim dan Mahdi berikutnya. Klaim tersebut tidak diterima oleh teologi Syiah Dua Belas Imam arus utama.

Kitab dan sumber ajaran

Karya utama AROPL adalah The Goal of the Wise ("Tujuan Orang-Orang Bijaksana"), yang diterbitkan pada 2022 dan dinisbatkan kepada Abdullah Hashem. Gerakan tersebut memperlakukannya sebagai teks sentral untuk menjelaskan sejarah agama, eskatologi, hukum agama, reinkarnasi, dan konsep pemimpin ilahi.[1]

AROPL juga menggunakan Al-Qur'an, Alkitab, hadis, dan berbagai riwayat Syiah, tetapi menafsirkannya melalui kerangka esoteris sendiri. Gerakan tersebut secara khusus menekankan teks-teks yang berkaitan dengan Mahdi, Qaim, Yamani, raj'ah, dan akhir zaman.

Pada 2024, kelompok tersebut juga menerbitkan The Mahdi's Manifesto, yang menyajikan lebih lanjut klaim kepemimpinan dan visi politik-keagamaannya.

Tujuh perjanjian

Salah satu doktrin khas AROPL adalah gagasan tujuh perjanjian antara Tuhan dan umat manusia.

Menurut ajaran gerakan tersebut, enam perjanjian pertama berkaitan secara berurutan dengan:

  1. Adam;
  2. Nuh;
  3. Ibrahim;
  4. Musa;
  5. Isa;
  6. Muhammad.

AROPL mengajarkan bahwa umat manusia kini berada dalam perjanjian ketujuh, yang dikaitkan dengan Ahmad al-Hasan dan Abdullah Hashem. Dalam pemahaman mereka, ketentuan agama dari perjanjian terdahulu dapat diubah atau digantikan ketika perjanjian baru dimulai.[1][6]

Konsep tersebut membuat AROPL berbeda tajam dari Islam Sunni maupun Syiah arus utama yang memandang syariat Muhammad tetap mengikat dan Muhammad sebagai nabi terakhir.

Reinkarnasi dan raj'ah

AROPL menafsirkan konsep Syiah mengenai raj'ah atau "kembalinya" sejumlah tokoh sebelum Hari Kiamat sebagai suatu bentuk reinkarnasi. Gerakan ini mengajarkan bahwa jiwa dapat kembali ke dunia dalam tubuh lain dan bahwa jiwa tertentu dapat berpindah sebelum kematian tubuh sebelumnya.[2]

Menurut kajian Introvigne dan Kotkowska, AROPL juga mengajarkan transmigrasi jiwa dalam bentuk yang lebih luas daripada doktrin raj'ah Syiah tradisional, termasuk kemungkinan jiwa memasuki tubuh manusia lain pada berbagai tahap kehidupan.[1]

Gerakan tersebut menghubungkan sejumlah tokoh historis dan religius dari tradisi berbeda melalui gagasan bahwa jiwa para nabi, orang saleh, atau tokoh tertentu dapat kembali dalam kehidupan baru.

Praktik keagamaan

AROPL mempertahankan sejumlah unsur terminologi dan simbol Islam tetapi menafsirkan kembali beberapa praktik.

Menurut doktrin gerakan sebagaimana dijelaskan dalam sumber akademik dan situs resminya:

  • salat Jumat tidak dianggap sebagai kewajiban;
  • kalender keagamaan ditafsirkan berbeda dan puasa Ramadan ditempatkan pada bulan Desember;
  • penggunaan hijab tidak dianggap sebagai kewajiban ilahi;
  • konsumsi alkohol dalam jumlah moderat diperbolehkan;
  • anggota LGBT diperbolehkan menjadi bagian dari komunitas dan tidak boleh mengalami penganiayaan.[1]

Ajaran-ajaran tersebut berbeda dari fikih Sunni maupun Syiah arus utama. AROPL memandang perbedaan ini sebagai bagian dari perjanjian ketujuh yang menurut mereka menggantikan sebagian ketentuan dari periode Muhammad.

Ka'bah dan tempat suci

Salah satu ajaran kontroversial AROPL adalah klaim bahwa Ka'bah asli tidak terletak di Makkah, melainkan di Petra, Yordania. Gerakan tersebut memandang bangunan Ka'bah di Masjidil Haram sekarang sebagai lokasi yang tidak sesuai dengan tempat suci asli.[1]

Pandangan ini tidak diterima dalam historiografi arus utama maupun oleh komunitas Muslim Sunni dan Syiah.

Negara Ilahi yang Adil

AROPL mengajarkan visi politik-keagamaan yang disebut Divine Just State ("Negara Ilahi yang Adil"). Dalam doktrin tersebut, pemerintahan ideal tidak didasarkan pada kedaulatan rakyat melainkan pada kepemimpinan seorang wakil Tuhan yang dianggap mempunyai legitimasi ilahi.

Gerakan ini menyatakan tidak bermaksud menggulingkan pemerintahan yang ada melalui kekerasan, tetapi menganggap demokrasi modern sebagai sistem yang tidak ideal dan meyakini bahwa pada akhirnya pemerintahan ilahi akan muncul di bawah Qaim.[7]

Hubungan dengan Islam

AROPL berasal dari lingkungan Syiah Dua Belas Imam, tetapi perkembangan doktrinnya membuatnya berbeda secara substansial dari Syiah arus utama.

Para pengikutnya menyatakan bahwa gerakan mereka merupakan kelanjutan dari agama Tuhan yang sama sejak Adam dan bahwa perjanjian ketujuh mengoreksi perubahan-perubahan yang mereka percaya terjadi dalam agama sebelumnya. Sebaliknya, banyak ulama Muslim menganggap sejumlah ajaran AROPL bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, terutama mengenai perubahan syariat, status pemimpin modern, reinkarnasi, dan lokasi Ka'bah.

Dalam kajian akademik, Introvigne dan Kotkowska mengklasifikasikannya sebagai gerakan keagamaan baru yang berasal dari Syiah dan bukan sebagai bagian dari Ahmadiyah.[1]

Persebaran dan pusat organisasi

AROPL berkembang melalui internet, media sosial, dan jaringan pengikut lintas negara. Pengikutnya berasal dari berbagai negara di Timur Tengah, Eropa, Afrika Utara, dan kawasan lain.

Setelah mengalami kesulitan hukum dan imigrasi di sejumlah negara, pusat kelompok berpindah ke Britania Raya. Sejak 2021, komunitas utamanya berpusat di Webb House di Crewe, Cheshire.[8]

Persekusi dan kebebasan beragama

Anggota AROPL mengalami penahanan di beberapa negara.

Aljazair

Pada Juni 2022, pihak berwenang Aljazair menangkap anggota AROPL dan menuduh mereka berpartisipasi dalam organisasi yang tidak berizin serta "merendahkan Islam". Amnesty International meminta pembebasan mereka dan menilai bahwa mereka ditahan karena menjalankan kebebasan beragama secara damai.[3]

Dalam persidangan September 2022, tiga anggota dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan anggota lainnya enam bulan, disertai denda.[3]

Mesir

Pada Maret 2025, pihak berwenang Mesir menangkap sejumlah anggota AROPL. Amnesty International menyatakan bahwa lebih dari selusin anggota kelompok tersebut kemudian ditahan selama berbulan-bulan dan bahwa sedikitnya tiga orang menurut keluarga mereka mengalami penyiksaan atau perlakuan buruk dalam tahanan.[4]

Amnesty meminta pihak berwenang Mesir membebaskan mereka yang ditahan semata-mata karena menjalankan kebebasan beragama dan menghentikan diskriminasi terhadap kelompok agama minoritas.[4]

Penyelidikan di Britania Raya

Pada Maret 2026, Cheshire Constabulary menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran pidana serius yang menurut pelapor terjadi pada 2023 ketika seorang perempuan masih menjadi anggota AROPL.[9]

Pada 29 April 2026, lebih dari 500 petugas melakukan penggeledahan di Webb House dan dua alamat lain di Crewe. Penyelidikan mencakup dugaan pemerkosaan, kekerasan seksual, perdagangan manusia, perbudakan modern, dan perkawinan paksa. Sejumlah anggota ditangkap dan kemudian dibebaskan dengan jaminan bersyarat sambil penyelidikan berlanjut.[9]

Pada 21 Juli 2026, kepolisian mengumumkan penangkapan dua tersangka tambahan berkaitan dengan dugaan perdagangan manusia, penelantaran anak, dan upaya menghalangi proses peradilan. Pada saat itu, total 14 tersangka berbeda telah ditangkap dalam rangkaian penyelidikan tersebut; semuanya belum dinyatakan bersalah dan perkara masih berada pada tahap penyelidikan.[5]

Kepolisian juga menyatakan bahwa kekhawatiran mengenai kesejahteraan anak-anak anggota komunitas muncul selama penyelidikan dan langkah perlindungan anak telah diterapkan. Cheshire Constabulary berulang kali menekankan bahwa penyelidikan tersebut bukan penyelidikan terhadap keyakinan atau agama AROPL, melainkan terhadap dugaan tindak pidana tertentu yang dilaporkan kepada polisi.[5]

Perbedaan dengan Ahmadiyah

AROPL tidak boleh disamakan dengan Ahmadiyah.

Aspek Agama Ahmadi (AROPL) Ahmadiyah
Asal Gerakan turunan Syiah di Irak Gerakan Islam yang muncul di Punjab, India Britania
Tokoh awal Ahmad al-Hasan; Abdullah Hashem Mirza Ghulam Ahmad
Kemunculan organisasi Kelompok tersendiri sejak sekitar 2015 1889
Tradisi awal Syiah Dua Belas Imam Lingkungan Muslim Sunni India
Tokoh eskatologis utama Ahmad al-Hasan dan Abdullah Hashem Mirza Ghulam Ahmad
Hubungan organisasi Tidak ada hubungan Tidak ada hubungan dengan AROPL

Kesamaan istilah "Ahmadi" berasal dari nama tokoh yang berbeda dan bukan dari hubungan kelembagaan antara kedua gerakan.[1]

Kajian akademik

Kajian akademik khusus mengenai AROPL masih relatif sedikit karena gerakan ini baru berkembang sebagai organisasi tersendiri pada dekade 2010-an.

Pada 2024, Massimo Introvigne dan Karolina Maria Kotkowska menerbitkan salah satu studi akademik pertama yang secara khusus membahas sejarah, struktur, doktrin, dan persekusi terhadap AROPL. Mereka menggambarkan gerakan tersebut sebagai gerakan keagamaan baru yang berasal dari Syiah dan mencatat perpaduan antara eskatologi Syiah, esoterisme, dan gagasan milenarian.[1]

Pada 2026, Muhammad Zubair Abd Halim dan Noriza Salleh meneliti doktrin AROPL dari perspektif teologi Islam dengan membandingkan interpretasi esoterisnya dengan kerangka kritik al-Ghazali terhadap Batiniyah.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r Introvigne, Massimo; Kotkowska, Karolina Maria (2024). "The Ahmadi Religion of Peace and Light: An Introduction". The Journal of CESNUR. 8 (3): 33–51. doi:10.26338/tjoc.2024.8.3.2. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  2. ^ a b "Our Gospel". The Ahmadi Religion of Peace and Light. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  3. ^ a b c Amnesty International (5 September 2022). "Algeria: Drop all charges against members of a religious minority". Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  4. ^ a b c Amnesty International (21 October 2025). "Egypt: Ahmadi Minority Members Tortured". Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  5. ^ a b c Cheshire Constabulary (21 July 2026). "Two further suspects arrested following serious allegations at a religious group in Crewe". Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  6. ^ "Our Beliefs". The Ahmadi Religion of Peace and Light. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  7. ^ "Factsheet: the Ahmadi Religion of Peace and Light". Religion Media Centre. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  8. ^ "Crewe religious group raided by police investigating allegations of serious sexual offences". The Guardian. 29 April 2026. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  9. ^ a b Cheshire Constabulary (30 April 2026). "UPDATE: Ten people arrested following serious allegations at a religious group in Crewe". Diakses tanggal 9 Agustus 2026.
  10. ^ Abd Halim, Muhammad Zubair; Salleh, Noriza (2026). "Batiniyyah-Resembling Doctrine in the Ahmadi Religion of Peace and Light (AROPL): An Analysis Through al-Ghazālī's Faḍā'iḥ al-Bāṭiniyyah Framework". al-Qanatir: International Journal of Islamic Studies. doi:10.64757/alqanatir.2026.3506/1487. Diakses tanggal 9 Agustus 2026.

Bacaan lebih lanjut

  • Introvigne, Massimo; Kotkowska, Karolina Maria (2024). "The Ahmadi Religion of Peace and Light: An Introduction". The Journal of CESNUR. 8 (3): 33–51. doi:10.26338/tjoc.2024.8.3.2.
  • Abd Halim, Muhammad Zubair; Salleh, Noriza (2026). "Batiniyyah-Resembling Doctrine in the Ahmadi Religion of Peace and Light (AROPL): An Analysis Through al-Ghazālī's Faḍā'iḥ al-Bāṭiniyyah Framework". al-Qanatir: International Journal of Islamic Studies. doi:10.64757/alqanatir.2026.3506/1487.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya