Aghawat
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2025) |
Aghawat (jamak), Agha (tunggal) merupakan seseorang yang menjadi petugas di mesjid-mesjid suci di Makkah dan Madinah.[1][2] Aghawat haruslah seorang kasim dan setidaknya memiliki minimal pengetahuan mengenai Islam.[3][2] Mereka bukanlah budak, tetapi orang bebas yang melayani, karena pilihan, dua masjid suci umat Islam.[4] Dalam sejarah, Aghawat merupakan budak non-muslim yang datang dari beragam etnis seperti: Kurdi, Persia, Roma, dan Afrika tetapi saat ini Aghwaat yang ada di Makkah dan Madina berasal dari Ethiopia.[5][6]
Etimologi
Tidak jelas mengapa kata "Agha" digunakan untuk mengacu kepada pelayan karena kata tersebut ada di beragam bahasa dan memiliki arti yang berbeda-beda, yaitu:[7][8][9]
- Kurdi: "Agha" biasanya digunakan untuk merujuk kepada senior dan pemipin
- Tukri
- Turki Timur: "Agha" berarti kakak laki-laki
- Turki Barat: "Agha" berarti pemimpin atau pemilik
- Persia: "Agha" berarti pemimpin keluarga
- Mongolia: "Agha" biasanya digunakan untuk merujuk kakak laki-laki
Sejarah
Keberadaan Aghawat pertama kali dicatat pada zaman abad pertengahan, digambarkan sebagai budak kasim non-muslom yang berasal dari keturunan India, Bizantium (Yunani), dan Afrika, mereka bertugas sebagai penjaga makam dari Nabi Muhammad di Madinah.
Secara tradisional sejarah dari Aghawat berawal pada masa kekuasaan Nur al-Din Zengi (yang dikenal juga dengan nama Nur ad-Din), salah satu pemimpin dari Dinasti Zengid di tahun 1161. Ia memulai membawa pelayan dan pelindung ke Madinah setelah upaya tentara Pelang Salib untuk menyerang Makam Nabi Muhammad di Madinah.[10][11][12] Nur ad-Din mengirim sekelompok Aghawat yang terdiri dari 12 kasim,[13] dan menetapkan kondisi utama dalam perekrutan, yaitu:[13]
- Sudah dikebiri
- Menghafal Al-quran
- Mengetahui seperempat dari ibadat umat Islam (contoh: bagaimana peraturan beribadah)
- Dikenal sebagai orang yang saleh
Setelah Nur ad-Din wafat, Salah ad-Din Al-Ayubi (yang umumnya dikenal sebagai Saladin) mengatur Aghawat dan mendirikan sebuah sistem dimana gaji dan tugas mereka diberikan secara spesifik.[14]
Terdapat beberapa narasi bagaimana Aghawat menjadi seorang kasim, yaitu:
- Beberapa orang tua mengebiri anak merka karena mereka ingin anak mereka menjadi petugas di mesjid suci di Mekkah dan Madinah.[14][9]
- Suku di Afrika dan tempat lain akan bertarung satu sama lain, dan suku pemenang akan mengebiri anak-anak dari suku yang kalah.[14]
- Pengebirian di Afrika Timur merupakan praktik umum yang dilakukan oleh kolonial italia dan hal ini menghasilkan banyak kasim dari Afrika Timur.[9]
- Seseorang bisa saja lahir sebagai kasim, walaupun langkah, terdapat kemungkinan seseorang lahir dengan kondisi tersebut
Kasim merupakan kelompok yang aktif diperdagangan di pasar budak di dunia Islam sampai dengan awal abad ke-20, kasim dipekerjakan di harem dan juga pasukan dimana kasim yang berasal dari Afrika banyak digunakan sebagai penjaga makam Nabi Muhammad SAW di Madinah dan Kabah di Mekkah. Sebagian budak yang diperdagangkan ke Hijaz datang via perdagangan budak laut merah. Anak lelaki afrika dikebiri sebelum mereka diperdagangkan ke Hijaz, dimana mereka dibeli di pasar budak oleh kepala Agha untuk menjadi kasim pemula.Tercatat bahwa anak laki-laki dari Afrika masih dibeli secara terbuka untuk menjadi kasim pemula untuk bertugas di Madinah pada tahun 1895. Di Madinah ada bagian kota bernama Harat al-Aghawat (tetangga dari Aghas).
Tugas-tugas Aghawat
Aghawat di Madinah memegang kunci di makam Nabi Muhammad dan kunci mimbar di mesjid suci.
Mereka memiliki lebih dari 40 tugas dan kewajiban, termasuk:[15]
- Menyambut Raja dan tamu kehormatan yang mengunjungi masjid suci dari seluruh dunia
- Di Madinah, mereka menyambut Raja dan tamunya di Pintu Salam, berlokasi di bagian barat masjid suci. Sambil membawa dupa besar, mereka mengantar mereka ke Taman Mulia untuk berdoa, lalu mengiringi mereka ke makam Nabi Muhammad untuk menyampaikan salam.
- Di Mekkah, mereka menerima Raja dan tamunya di Pintu Raja Abdulaziz, mengawal mereka untuk memutari Ka'bah sebelum menawarka air zamzam.
- Mengganti kain penutup Makam Nabi Muhammad.
- Membersihkan lampu, dan dahulu, menyalakan lilin di masjid saat malam hari.
- Mengatur pembatasan jamaah pria dan wanita di ruang salat dengan memberikan area spesifik untuk setiap jenis kelamin.
- Menggunakan dupa di sekitar masjid agar harum.
- Mengoleskan parfum di sekitar masjid.
Jumlah Aghawat
Dari pertama kali ada, jumlah Aghawat tidaklah tetap. Pada masa Nur ad-Din terdapat 12 Aghawat; pada erah Saladin terdapat 24, dan jumlah tersebut berubah-ubah sepanjang waktu.[16][17] Jumlah Aghawat mencapai puncaknya pada tahun 1763, di Madina terdapat 120 Aghawat dibawah pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah. Pada 2014 terdapat 8 Aghawat di Madinah.[18] Pada 2021, jumlahnya menurun menjadi 3 Aghwat di Madinah dan Mekah.[9]
Berakhirnya sistem Aghawat
Perdagangan budak Laut Merah secara bertahap berkurang selama abad ke-20 dan Perbudakan di Arab Saudi dihapus pada 1962. Pada 1979, Aghawat terakhir ditunjuk. Pada masa itu Mufti Agung Arab Saudi, Ibn Baz menerima informasi bahwa Aghawat sering kali dikebiri oleh orang tuanya karena mereka ingin agar anaknya menjadi petugas di masjid suci. Ibn Baz memberikan saran kepada Raja Fahad bin Abdulaziz untuk menunda perekrutan Aghawat, dengan alasan bahwa mengebiri anak-anak bertentangan dengan nilai agama.[19] Raja Fahad menerima saran tersebut dan sistem Aghawat berakhir. Pada tahun 1990 hanya tersisa tujuh belas Aghawat.
Referensi
Kutipan
- ^ Dadaa 2021, hlm. 20.
- ^ a b Maliki et al. 2019, hlm. 19-20.
- ^ Dadaa 2021, hlm. 30.
- ^ Dadaa 2021, hlm. 41.
- ^ Dadaa 2021, hlm. 53.
- ^ Maliki et al. 2019, hlm. 13-17.
- ^ Dadaa 2021, hlm. 15.
- ^ Maliki et al. 2019, hlm. 17-19.
- ^ a b c d Al-Kanani 2022.
- ^ Dadaa 2021, hlm. 49.
- ^ Maliki et al. 2019, hlm. 20-22.
- ^ Al-Rubayyah 2021.
- ^ a b Dadaa 2021, hlm. 50.
- ^ a b c Dadaa 2021, hlm. 52.
- ^ Dadaa 2021, hlm. 60.
- ^ Dadaa 2021, hlm. 43.
- ^ Maliki et al. 2019, hlm. 25-26.
- ^ Dadaa 2021, hlm. 87.
- ^ Dadaa 2021, hlm. 158.
Bibliografi
- Al-Kanani, Jumaan (2 March 2022). "Al-Aghawat nadharu anfusahum li khidmat al-Haramayn al-Shareefayn" [The Aghawat have dedicated themselves to the service of the two noble sanctuaries]. Al-Riyadh (in Arabic).
- Al-Rubayyah, Bashra (15 April 2021). "Thalatha rujal fawqa al-taseein: Man tabaqa min "Aghawat" al-Haram al-Nabawi" [Three men over the age of ninety: Who remains from the "Aghawat" of the Prophet's Mosque]. Independent Arabia (in Arabic).
- Dadaa, Sahar (2021). Aghawat al-Haramayn al-Shareefayn 'Abr al-'Asur: Dirasah Tareekhiyah Hadariyah [The Aghawat of the Two Holy Sanctuaries Throughout the Ages: A Historical-Civilizational Study] (in Arabic) (1st ed.). Saudi Arabia: Dārat al-Malik ʿAbd al-ʿAzīz - King Abdulaziz Foundation. ISBN 9786039108368.
- Maliki, Sulaiman; Nasr, Ahmad; Onal, Saaduddin (2019). Al-Aghawat: Dirasah li-Aghawat al-Masjid al-Haram wal-Masjid al-Nabawi al-Shareefayn ((Dirasah Tareekhiyah Hadariyah)) [The Aghawat: A Study of the Attendants of the Holy Mosque in Mecca and the Prophet's Mosque in Medina ((A Historical-Civilizational Study))] (PDF) (in Arabic) (1st ed.). Mecca, Saudi Arabia: Dar Ibn Abbas.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.