Ahli kalam
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022) |
Ahli kalam atau mutakallimun adalah cendekiawan muslim yang merumuskan keimanan dan keyakinan Islam menggunakan metode ilmiah. Hasil pemikiran dari ahli kalam disebut sebagai akidah Islam.[1] Ahli kalam mengembangkan ilmu kalam dengan meyakini kebenaran pernyataan Al-Qur'an terlebih dahulu untuk kemudian diberikan argumnetasi yang memperkuat pernyataan tersebut.[2]
Metode pemikiran
Ahli kalam pada dasarnya menggabungkan ilmu kalam dan filsafat Islam. Metode pemikirannya hampir sama dengan para filsuf. Ahli kalam mengawali pemikirannya dengan menganggap alam semesta sebagai argumentasi yang kuat mengenai keberadaan Tuhan. Sedangkan para filsuf mengkaji tentang Tuhan secara langsung tanpa mengawalinya dengan kajian tentang alam semesta. Ilmu kalam dikaji oleh ahli kalam dengan menggunakan pernyataan dalam Al-Qur'an. Setelah pernyataan di dalam Al-Qur;an telah menjadi keyakinan, barulah argumentasi mulai disusun dan disampaikan. [3]
Para ahli kalam selalu mengedepankan penggunaan pernyataan Al-Qur'an sebelum menggunakan akal. Sedangkan para filsuf langsung menggunakan akal tanpa memperhatikan pernyataan dari pernyataan Al-Qur'an. Para filsuf ini tidak mengabaikan pernyataan Al-Qur'an melainkan untuk menguji kebenaran pendapat mereka. Bagi para filsuf, akal tanpa wahyu tetap dapat mencapai kebenaran yang tertinggi, yaitu Allah.[4]
Ahli kalam mengkaji kalam dengan menggunakan akal. Kemampuan akal menjadi kriteria rasional dan kriteria tradisional dalam pengkajiannya. Kemampuan ini meliputi kemampuan mengetahui Tuhan, kemampuan mengetahui kewajiban mengetahui Tuhan, mengetahui kebaikan dan keburukan, serta mengetahui kebajikan untuk melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan.[5]
Bahan kajian
Keesaan Tuhan
Keesaan Tuhan merupakan bahan kajian yang dikaji bersama oleh para ahli kalam dan filsuf. Para filsuf dan para ahli kalam menyepakati bahwa Tuhan itu Maha Esa. Perbedaan di antara keduanya adalah cara menetapkan keesaan kepada Tuhan. Penetapan keesaan Tuhan oleh para ahli kalam adalah dengan menggunakan wahyu.[6] Ahli kalam seperti al-Kindi menggunakan teori gerak untuk menetapkan keesaan Tuhan. Sedangkan ahli kalam lain seperti al-Farabi menetapkan keesaan Tuhan menggunakan teori emanasi.[7] Di lain hal, ahli kalam menolak pandangan mengenai keterikatan materi dari segi zat dan aktualisasi bagi segala hal. Ahli kalam meyakini bahwa ketidakterikatan atas dua segi materi ini hanya dimiliki oleh Allah.[8]
Mazhab
Mazhab ahli kalam terbagi menjadi Muktazilah dan Asy'ariyah. Kedua mazhab ini menggunakan argumentasi logika yang rasional. Pernyataan mereka dapat diterima oleh akal. Mazhab Muktazilah menggunakan argumen logika dari filsafat untuk mempertahankan akidah Islam. Sedangkan mazhab Asy'Ariyah menggunakan argumen logika untuk mengembalikan akidah Islam sesuai dengan sunah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad dan Sahabat Nabi.[5]
Di sisi lain, terdapat kelompok Islam yang memurnikan aqidah dan mencegah penafsiran filsafat ke dalam pemikiran Islam tanpa dalil. Kelompok ini dikenal sebagai Salafiyah yang tidak termasuk sebagai ahli kalam. Keberadaan Salafiyah awalnya untuk mencegah perbuatan mengafirkan sesama muslim dari mazhab yang berbeda. Tindakan ini untuk mengatasi masuknya ilmu logika dan filsafat Yunani ke dalam pemikiran Islam melalui ilmu kalam.[9] Salah satu tokohnya adalah Imam asy-Syafi'i. Ia tetap mengkaji ilmu kalam hanya dengan berdasarkan kepada Al-Qur'an dan Sunah tanpa penafsiran sama sekali.[10]
Referensi
Catatan kaki
- ^ Afrizal 2013, hlm. 3.
- ^ Afrizal 2013, hlm. 5.
- ^ Afrizal 2013, hlm. 6.
- ^ Afrizal 2013, hlm. 6-7.
- ^ a b Afrizal 2013, hlm. 14.
- ^ Afrizal 2013, hlm. 12.
- ^ Afrizal 2013, hlm. 13.
- ^ Nuruddin 2021, hlm. 70.
- ^ Afrizal 2013, hlm. 15.
- ^ Afrizal 2013, hlm. 17.
Daftar pustaka
- Afrizal (2013). Pemikiran Kalam Imam l-Syafi'i (PDF). Pekanbaru: Penerbit Suara Umat. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- Nuruddin, Muhammad (2021). Ilmu Maqulat dan Esai-Esai Pilihan Seputar Logika, Kalam dan FIlsafat. Depok: Keira. ISBN 978-623-7754-24-4. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.