Alek Mandeh
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Agustus 2026) |
| Alek Mandeh Festival Budaya Matrilineal | |
|---|---|
| Jenis | Festival Warisan Budaya dan Kesenian |
| Tanggal | Setiap bulan Oktober-Desember |
| Dimulai | 19 Oktober 2023 |
| Berakhir | 14 Desember 2023 |
| Frekuensi | setiap tahun |
| Lokasi | Perkampungan Adat Sijunjung, Kab. Sijunjung, Sumatera Barat |
| Tahun aktif | 4 tahun |
| Acara pertama | 2022 |
| Terakhir diadakan | 2024 |
| Acara sebelumnya | 2023 |
| Acara berikutnya | 2028 |
| Penyelenggara | Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi |
| Situs web | wisata |
Alek Mandeh (atau Alek Mandeh: Festival Budaya Matrilineal ) adalah sebuah festival budaya tahunan yang diselenggarakan di Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Festival ini secara khusus mengangkat dan merayakan sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau, yaitu sistem yang menarik garis keturunan dari pihak ibu.[1][2] Nama "Alek Mandeh" sendiri dalam bahasa Minangkabau merujuk pada perhelatan atau pesta yang memuliakan perempuan ("mandeh" berarti ibu), menjadikannya ruang istimewa bagi perempuan dalam menjaga dan mewariskan adat.[3][4][5]
Sejarah Penyelenggaraan
Alek Mandeh pertama kali digelar pada tahun 2022, tepatnya 28-30 Oktober 2022, sebagai inisiatif dari Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (sekarang Kementerian Kebudayaan) bekerja sama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat (sekarang Balai Pelestarian Kebudayaan), Pemerintah Kabupaten Sijunjung, serta berbagai pemangku adat, akademisi, dan komunitas seni. Kegiatan ini bermula dari kesepakatan antara Ahmad Mahendra (Direktur Perfilman, Musik, dan Media), Undri (Kepala BPNB Sumatera Barat) dan Dr. Dede Pramayoza (Akademisi Seni), untuk membesarkan Festival Matrilineal, yang sebelumnya telah beberapa kali dilaksanakan oleh BPNB Sumatera Barat). Dari kesepakatan itu, maka diadakan pertemuan di Kantor BPNB Sumbar di Padang pada bulan Februari 2022, dengan mengundang berbagai komunitas seni dan budaya, yang menghasilkan kesepakatan lebih luas, untuk melaksanakan kegiatan yang mengangkat budaya matrilineal Minangkabau, yang kemudian diberi nama Alek Mandeh: Festival Budaya Matrilineal.[3][6]
Pada awalnya, festival ini merupakan bagian dari rangkaian acara budaya Kenduri Swarnabhumi yang bertujuan melestarikan budaya dan lingkungan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. Pada tahun 2022, festival ini mengusung tema “Dialektika Perempuan Minangkabau dalam Khasanah Budaya Matrilineal Masa Kini”.[6] Edisi kedua dari Alek Mandeh diselenggarakan pada 12–14 November 2023. Edisi ketiga festival ini dilaksanakan pada tanggal 3–5 Desember 2024 di lokasi yang sama, Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, dengan tema “Menggantang Ambang: Matrilineal Minangkabau di Persimpangan Waktu”. Tema ini diusung untuk menggalang kesadaran bersama dalam melestarikan sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya matrilineal agar tetap relevan pada masa kini.[7]
Latar Belakang Budaya
Penyelenggaraan Alek Mandeh didasari oleh pengakuan resmi terhadap kekayaan budaya matrilineal Minangkabau. Sistem matrilineal ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak tahun 2013. Selain itu, lokasi penyelenggaraan festival, yaitu Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, juga telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional pada tahun 2017.[8] Dengan demikian, festival ini menjadi wujud nyata pelestarian tradisi secara berkelanjutan di tengah tantangan zaman.[9][10]
Penyelenggaraan Alek Mandeh bertujuan untuk:
- Memetakan dan Mengedukasi Praktik Matrilineal: Festival menjadi alat untuk membaca situasi dan perkembangan praktik sistem kekerabatan matrilineal di Minangkabau saat ini serta mengedukasi masyarakat luas tentangnya.[11]
- Menyediakan Ruang Bersama: Alek Mandeh menciptakan ruang bagi pelaku budaya, pengamat, dan masyarakat untuk memahami akar tradisi matrilineal sebagai sumber inspirasi seni dan budaya Minangkabau.
- Mendorong Pemajuan Kebudayaan: Festival memfasilitasi pertemuan para pelaku budaya untuk menyusun rekomendasi kebijakan dan jaringan kolaborasi guna memajukan kebudayaan Minangkabau.
- Menumbuhkan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Budaya: Pemerintah Kabupaten Sijunjung menjadikan festival ini sebagai bagian dari upaya menumbuhkembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata budaya di daerah tersebut.[11][12]
Ragam Atraksi dan Kegiatan

Sepanjang pelaksanaan festival, berbagai kegiatan seni dan budaya digelar untuk mengeksplorasi dan merayakan tema matrilineal, antara lain:
- Muhibah Budaya dan Musyawarah Adat: Sebelum puncak acara, dilakukan kunjungan ke enam nagari dan kerajaan di wilayah Minangkabau untuk berdiskusi dengan ninik mamak (tokoh adat) dan mande sako (perempuan tertua di kaumnya) tentang penerapan matrilineal. Puncaknya adalah Musyawarah Gadang yang melibatkan perwakilan dari nagari-nagari tersebut.[13]
- Pertunjukan Seni dan Tari: Menampilkan berbagai pertunjukan, seperti Arak Iriang Bakaua Adat, Sandiwara Baru Renteng Langsai, koreografi tari vernakular, serta pertunjukan spesial seperti tribute to Gusmiati Suid oleh koreografer Hartati bertajuk Jarum dalam Jerami .
- Pemutaran Film: Menampilkan screening film layar matrilineal yang memutar film dokumenter dan fiksi karya sineas Sumatera Barat, seperti Amak, Gadih Basanai, dan Salisiah Adaik.
- Klinik Kritik Budaya: Sebuah program inovatif yang digelar pada tahun 2024 untuk membangun literasi baru dan memperkenalkan budaya kritik kepada masyarakat Minangkabau, khususnya terkait peran perempuan dalam budaya matrilineal. Peserta yang dikurasi menulis seluruh peristiwa festival di bawah bimbingan para ahli.
- Pameran dan Instalasi Seni: Menampilkan pameran atribut matrilineal, produk kerajinan, serta instalasi seni kolaboratif yang bertajuk "nostalgia".[14]
Dukungan dan Pengakuan

Sejak awal, Alek Mandeh mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Di tingkat nasional, festival ini diinisiasi dan didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (sekarang Kementerian Kebudayaan) melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media. Dukungan juga datang dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumatera Barat. Di tingkat daerah, festival ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung yang menjadikannya sebagai kegiatan unggulan di bidang kebudayaan dan mengapresiasinya sebagai bukti komitmen pelestarian budaya serta pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata. Dukungan berkelanjutan dari Kementerian Kebudayaan selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan pengakuan terhadap peran strategis festival ini dalam pemajuan kebudayaan di Sumatera Barat.[15][16][17][18] Dukungan juga ditunjukkan oleh para seniman, budayawan dan pelaku industri kreatif, yang menampilkan karya-karya terbaik mereka dalam gelaran Alek Mandeh.
Referensi
- ^ "Edukasi Budaya Minangkabau, Kemendikbudristek Gelar Festival Alek Mandeh 2022". liputan6.com. 2022-10-11. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ "Catat, Ada Festival Matrilineal Bertajuk Alek Mandeh di Kampung Adat Sijunjung Akhir Bulan Ini!". Tribunpadang.com. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ a b Sastra, Yola (2022-10-11). "Festival Budaya Matrilineal Digelar di Perkampungan Adat Sijunjung". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ "Kemendikbudristek gelar Festival Alek Mandeh bahas budaya matrilineal". Antara News. 2022-10-11. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ "Mengenal Matrilineal Masa Kini lewat Festival Alek Mandeh 2022". www.jpnn.com. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ a b "Festival Budaya Matrilineal 2022 Bertajuk Alek Mandeh, Jadi Alat Baca Situasi Matrilineal Masa Kini". Tribunpadang.com. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ Kurnia, Arif Ramanda (2024-12-02). "Alek Mandeh Mengusung Tema Menggantang Ambang: Matrilineal Minangkabau di Persimpangan Waktu". Tribunpadang.com. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ Sari, Pebri Anita (2022-10-30). "Menelusuri Sejarah Perkampungan Adat Nagari Sijunjung yang Jadi Tempat Festival Alek Mandeh". infoSumbar. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ Hidayat, Qur'anul (2024-12-10). "Tradisi Matrilineal di Tanah Minang, Tetap Hidup di Tengah Tantangan Zaman : Okezone Women". women.okezone.com. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ Mardiansyah, Whisnu (2024-12-10). "Tradisi Bakaua Wujud Syukur Panen dan Harmoni Petani di Festival Alek Mandeh". medcom.id. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ a b Astuti, Tia Agnes. "Festival Alek Mandeh Jadi Perayaan Menghidupkan Tradisi Matrilineal". detikpop. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ Mandra. "Festival Alek Mandeh: Perayaan Matrilineal yang Menghidupkan Tradisi". rri.co.id - Portal berita terpercaya. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ Setiawati, Sri, dkk. (2023). Musyawarah Alek Mandeh: Dialektika Perempuan Minang dalam Khasanah Budaya Matrilineal Masa Kini. Padang: Andalas University Press. ISBN 978-623-172-185-3.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ^ "Kementerian Kebudayaan Dukung Festival Alek Mandeh di Sumbar, Kenalkan Nilai Luhur pada Generasi Muda". liputan6.com. 2024-12-10. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ "Alek Mandeh: Festival Budaya Matrilineal 2024, Upaya Ciptakan Ruang Bersama". Sumbarsatu. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ Atviarni (2023-11-14). "Alek Mandeh Festival Budaya Matrilineal, Menyigi Lorong Waktu Minangkabau". harianhaluan.id. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ ""Alek Mandeh' Festival Budaya Matrilineal 2023 Sijunjung - Kemendikbudristek". Minangkabaunews.com. 2023-11-13. Diakses tanggal 2026-07-21.
- ^ "Pemkab Sijunjung Kembali Menggelar Alek Mandeh Festival Budaya Matrilineal". Majalah Intrust. 2024-12-05. Diakses tanggal 2026-07-21.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
