Andreas Anggaibak
Andreas Anggaibak | |
|---|---|
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Andreas Ubertus Anggaibak 26 Desember 1953 Kabupaten Mimika |
| Meninggal | 9 Juli 2018 (umur 64) Timika, Kabupaten Mimika |
| Sebab kematian | penyakit ginjal dan diabetes |
| Kewarganegaraan | |
| Kebangsaan | |
| Suami/istri | Ester Nunaki (istri) |
| Hubungan | Agustinus Anggaibak (adik kandung) |
| Anak |
|
| Orang tua |
|
Andreas Ubertus Anggaibak (26 Desember 1953 – 9 Juli 2018) adalah seorang mantan ketua DPRD Mimika periode 1999–2004 dan Purnawirawan Polri. Andreas juga merupakan tokoh masyarakat Amungme yang dikenal gigih dalam memperjuangkan pemekaran Papua Tengah sejak 2003.[1]
Kehidupan pribadi
Andreas merupakan seorang putra dari pasangan Yoseph Fransiskus Anggaibak dan Rosa Martha Piligame. Andreas memiliki seorang istri bernama Ester Nunaki serta empat orang anak, Andi Marco Anggaibak, Patri Bella Anggaibak, Fictor Arnold Anggaibak, dan Monika Oktofina Anggaibak.
Ayahnya, Yoseph Fransiskus Anggaibak juga merupakan tokoh masyarakat dan Gereja Katolik yang ikut menyambut kedatangan misionaris Katolik pertama dari Belanda di wilayah Mimika.
Karier
Andreas adalah seorang Purnawirawan Polri yang pensiun dengan pangkat bintara tinggi. Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Merdei, Kabupaten Manokwari pada tahun 1985–1989. Kemudian ia dipercaya menjabat Kapospol KP3 Udara Timika pada tahun 1991–1996.
Selama berkarier di kepolisian, Andreas mendapat penghargaan Tanda Jasa Satya Lencana Peristiwa Gerakan Operasi Militer IX/Raksa Darma, Asean Executive Golden Award, dan gelar doktor kehormatan dari University of California.[2]
Setelah mengakhiri karier di kepolisian, Ia kemudian terjun ke dunia politik, lalu menjabat Ketua DPRD Mimika pertama periode 1999–2004 dan sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Mimika pada saat itu.
Andreas juga merupakan mantan ketua Badan Musyawarah LPMAK serta merupakan salah tokoh yang memperjuangkan dana satu persen PT. Freeport Indonesia pada tahun 1999 yang kini disebut dana kemitraan yang dikelola LPMAK, untuk masyarakat suku Amungme dan Kamoro serta lima suku lainnya di wilayah Mimika.[3]
Referensi
- ^ "Ketua DPRD Mimika Pertama Wafat di Usia 65 Tahun". seputarpapua.com. 2018. Diakses tanggal 6 September 2022.
- ^ "Purnawirawan Andreas Anggaibak Dimakamkan Secara Militer". www.salampapua.com. 2018. Diakses tanggal 6 September 2022.
- ^ "Pemda Tak Berhak Kelola Dana Kemitraan Freeport". jubi.co.id. 2015. Diakses tanggal 6 September 2022.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.

