Animasi Indonesia
Animasi di Indonesia berawal sejak abad ke-9 lewat pertunjukan wayang kulit. Proses proyeksi bayang-bayang wayang ke dinding merupakan awal mula teknik animasi.[1] Dengan adanya perkembangan teknologi dan masuknya animasi-animasi dari luar negeri, animasi di Indonesia mulai berkembang pada abad ke-20. Animasi pertama di Indonesia berupa iklan kampanye pemilu 1955 berjudul Si Doel Memilih karya Dukut Hendronoto alias Pak Ooq.[1]
Sejarah
1950-an
Presiden Soekarno mengirimkan Dukut Hendronoto, seorang juru gambar TVRI, ke Amerika Serikat untuk belajar membuat animasi. Animasi yang dibuat berjudul Si Doel Memilih, yang digunakan untuk mengkampanyekan pemilu 1955.[2]
1970–1990
Pada 1970-an, muncul studio animasi pertama bernama Anima Indah yang didirikan oleh seniman Amerika Serikat, Luqman Lateef.[3] Beberapa animasi yang dibuat Anima Indah seperti Batu Setahun, Trondolo, dan Timun Mas yang disutradarai oleh Suyadi atau Pak Raden.[2][4] Pada tahun 1979, Dwi Koendoro dan Pramono membuat kartun pertama yang berjudul Kayak Beruang, dengan durasi 5 menit. Kartun tersebut dibuat menggunakan 'plastik taplak meja', karena tidak mampu membeli seluloid animasi. Juga pada tahun 1970-an, Pusat Produksi Film Negara (PPFN) bekerjasama dengan UNICEF, membuat animasi Si Huma, yang menceritakan 2 karakter, Huma dan Windi. Si Huma merupakan serial animasi pertama yang tayang di TVRI pada tahun 1983.[4] Pak Raden juga membuat Si Unyil dan Timun Mas yang dibuat dengan metode stop motion, papercut, dan animasi dua dimensi (2D).
1990–2010
Legenda Buriswara, Nariswandi Pilliang, Satria Nusantara yang tayang di TPI, dan Petualangan Si Kancil. Kemudian animasi CGI pertama ada serial Hela, Heli, Helo yang dibuat di Surabaya. Terdapat animator-animator lokal yang menggarap animasi Jepang seperti Doraemon dan Pokemon.[2]
Mulai semakin banyak studio animasi bermunculan, tetapi ada satu yang paling produktif, yaitu Red Rocket Animation. Studio ini memproduksi beberapa serial animasi seperti Dongeng Aku dan Kau, Klilip dan Puteri Rembulan, Mengapa Domba Bertanduk, Si Kurus dan Si Macan. Era ini cukup populer karena menggabungkan 2D dan 3D. Kemudian ada film animasi CGI pertama yang tampil di layar lebar dengan durasi panjang, yaitu Janus: Prajurit Terakhir, yang menggabungkan animasi dan live action, dan Homeland.[2] Serial animasi 3D, Hebring yang tayang tahun 2007. Kemudian di era ini ada film animasi CGI musikal dengan judul Meraih Mimpi tahun 2009.
2010–sekarang
Tahun 2015, film animasi sejarah bergaya dua dimensi Battle of Surabaya, berhasil memboyong banyak penghargaan, salah satunya Best Animation di Hollywood International Motion Pictures Film Festival 2018. Film ini didasarkan pada peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya. Pada tahun 2017, karakter Si Unyil kembali hadir dalam serial animasi tiga dimensi berjudul Petualangan Si Unyil, film petualangan mencari keris Knight Kris serta Si Juki the Movie: Panitia Hari Akhir.
Tahun 2025, Jumbo menjadi film animasi Indonesia pertama yang menembus 1 juta penonton, dan mengalahkan Si Juki the Movie: Panitia Hari Akhir sebagai film animasi Indonesia terlaris.[5] Jumbo terus memecahkan rekor dengan menjadi film animasi produksi Asia Tenggara dengan pendapatan tertinggi, lebih dari $8 juta, mengalahkan film tahun 2022, Mechamato Movie produksi Malaysia.[6] Kemudian, pada hari ke-19 penayangannya, Jumbo berhasil melampau jumlah penonton Frozen 2, sebagai film animasi terlaris di Indonesia sepanjang masa.[7] Pada 1 Juni 2025, Jumbo menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Industri
Berdasarkan data dalam riset yang dilakukan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), terdapat sekitar 120 studio animasi di Indonesia per 2020.[8]
Tokoh
- Dukut Hendronoto
- Suyadi alias Pak Raden
- Dwi Koendoro
Film
Film berdasar jumlah penonton
| Rank | Judul | Penonton | Tahun | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Jumbo | 10.233.002 | 2025 | |
| 2 | Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir | 642.312 | 2017 | |
| 3 | Nussa | 445.777 | 2021 | |
| 4 | Si Juki the Movie: Harta Pulau Monyet | 344.658 | 2024 | |
| 5 | Titus: Mystery Of The Enygma | 156.738 | 2020 |
Lihat pula
Referensi
- ^ a b Nancy, Yonada (2023-08-22). "Sejarah Animasi di Indonesia dan Nama Kartun Pertamanya". tirto.id. Diakses tanggal 2025-04-06.
- ^ a b c d redaksi (2020-03-16). "Sejarah Perkembangan Animasi di Indonesia". KelasAnimasi.Com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-06.
- ^ antaranews.com (2020-03-30). "Jalan panjang untuk film animasi Indonesia". Antara News. Diakses tanggal 2025-04-06.
- ^ a b Kusumanto, Dody (2021-07-16). "Si Huma akan Kembali". KAORI Nusantara. Diakses tanggal 2025-04-06.
- ^ Media, Kompas Cyber (2025-04-06). "Jumbo Tembus Satu Juta Penonton, Jadi Film Animasi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-04-07.
- ^ Merican, Sara (2025-04-15). "Indonesia's 'Jumbo' Becomes Southeast Asia's Top-Grossing Animation". Deadline (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-19.
- ^ "Film Animasi dengan Penonton Terbanyak yang Rilis di Indonesia: Jumbo Ambil Alih Frozen II". radarbanten.co.id. 2025-04-19. Diakses tanggal 2025-04-19.
- ^ "Perkembangan Industri Animasi di Indonesia Berpotensi Tembus Pasar Global". kemenparekraf.go.id. Diakses tanggal 2025-04-06.
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.