Antiqua et nova

Antiqua et nova
Ratifikasi14 Januari 2025
Berlaku28 Januari 2025
Pemohon
Penandatangan
SubjekHubungan Antara Kecerdasan Buatan dan Kecerdasan Manusia

Antiqua et nova (Latin untuk 'Kuno dan baru') adalah sebuah catatan doktrinal Gereja Katolik yang dikeluarkan oleh Dikasteri untuk Doktrin Iman dan Dikasteri untuk Budaya dan Pendidikan pada Januari 2025. Catatan tersebut mengalamatkan "hubungan kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia" dan menawarkan refleksi tentang "tantangan antropologi dan etika yang dimunculkan oleh AI".[1][2][3]

Latar belakang

Dengan peningkatan substansial dalam kemunculan dan penggunaan model bahasa besar seperti ChatGPT, Paus Fransiskus menyatakan perhatian terhadap masa depan "teknokratik" dan transparansi dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan lanjutan pada KTT G7 2024.[4] Ia juga mengalamatkan topik tersebut dalam ensiklik Oktober 2024 Dilexit nos.[5] Negara Kota Vatikan memberlakukan hukum tentang pemakaian AI pada 1 Januari 2025.[6]

Pada 14 Januari 2025, Paus Fransiskus bertemu dengan Kardinal Víctor Manuel Fernández, prefek Dikasteri untuk Doktrin Iman, dan menyepakati rancangan dokumen Antiqua et nova.[2][7][8] Keesokan harinya, Fernández mengumumkan penerbitan tertunda dokumen tentang AI yang dirilis pada 28 Januari 2025.[2][7]

Referensi

  1. ^ Cernuzio, Salvatore (28 January 2025). "New Vatican document examines potential and risks of AI". Vatican News.
  2. ^ a b c O'Connell, Gerard (28 January 2025). "New Vatican document on A.I. warns against 'creating a substitute for God'". America.
  3. ^ Povoledo, Elisabetta (28 January 2025). "Vatican Warns About the Risks of Artificial Intelligence". The New York Times. Diakses tanggal 28 January 2025.
  4. ^ McLellan, Justin (25 June 2024). "AI: Pope expresses concern over 'technocratic' future" (dalam bahasa Inggris). United States Conference of Catholic Bishops. Catholic News Service. Diakses tanggal 28 January 2025.
  5. ^ Ayers, Emma (25 October 2024). "Pope Francis targets AI in new encyclical". The Washington Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 October 2024. Diakses tanggal 28 January 2025.
  6. ^ Mares, Courtney (14 January 2025). "A look at Vatican City's new artificial intelligence law". Catholic News Agency (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 28 January 2025.
  7. ^ a b Pentin, Edward (16 January 2025). "Cardinal Fernández: New AI Document Expected Soon, 'Other Works in Progress'". National Catholic Reporter (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 28 January 2025.
  8. ^ "Antiqua et nova. Note on the Relationship Between Artificial Intelligence and Human Intelligence". www.vatican.va. Holy See. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 January 2025. Diakses tanggal 28 January 2025.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya