Arvilla Delitriana

Arvilla Delitriana
Lahir23 April 1970 (umur 56)
Tebing Tinggi
KebangsaanIndonesia
AlmamaterSMAN 3 Bandung
S-1 Institut Teknologi Bandung (Teknik Sipil)
S-2 Institut Teknologi Bandung (Geoteknik)
Karier ilmiah
BidangInsinyur
Institusi
  • PT. Cipta Graha Abadi

Arvilla Delitriana (lahir, 23 April 1970) adalah seorang insinyur perempuan Indonesia yang merancang jembatan lengkung lintas rel terpadu LRT Jabodebek.[1][2][3] Selama 20 tahun berkarier sebagai insinyur, banyak jembatan yang telah ikut dibangunnya.[4] Dina pertama kali terlibat dalam desain jembatan yaitu Tukad Bangkung di Nusa Penida, Bali pada tahun 2001. Kemampuannya dalam mendesain jembatan didapatkan dari Prof. Jodi Firmansyah, yaitu seorang pakar jalan dan jembatan dari Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB).[5]

Pendidikan

Arvilla menamatkan Sekolah Menegah Atas (SMA) di SMAN 3 Bandung di jurusan Ilmu Pengetahuan Alam.[6] Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan sarjananya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan Teknik Sipil pada tahun 1989. Dia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan Geoteknik.[7]

Karier

Setelah lulus S2 pada 2003 Dina banyak membuat jembatan yang melintasi sungai. Kini dia bekerja di PT Cipta Graha Abadi. Belakangan Dina kerap merancang jembatan di kota yang melintasi jalan tol dan jembatan lengkung LRT.[8] Beberapa jembatan yang dirancang olehnya, yaitu Jembatan Kali Kuto di Semarang, Jembatan Layang Busway ruas Adam Malik, Jembatan Kereta Api Cirebon, Jembatan Perawang, dan Jembatan Pendamaran 1 dan 2 di Riau.[9]

Arvilla bersama timnya terlibat dalam perancangan Jembatan lengkung LRT Jabodebek yang memiliki panjang 148 meter dengan radius lengkung 115 meter. Daam perancangan jembantan lengkung ini, Arvilla menggunakan metode balanced cantilever yang memanfaatkan efek cantilever yang seimbang sehingga struktur dapat berdiri dan mendukung beban berat sendiri tanpa penyangga sementara (falsework). Metode ini banyak digunakan oleh negara maju yang menggunakan material baja untuk membangun jembatan karena baja relatif lebih mudah dan cepat.[10] Arvilla memperoleh pujian dari Presiden Joko Widodo atas perancangan LRT ini ada tahun 2019.[11]

Penghargaan

Rancangan jembatan lengkung LRT Jabodebek Arvilla meraih dua rekor MURI (Museum Rekor Indonesia). Rekor pertama sebagai jembatan kereta box beton lengkung dengan bentang terpanjang. Rekor kedua sebagai jembatan dengan pembebanan axial static loading test terbesar.[12] Rancangan jembatan lengkung LRT Arvilla juga didaftarkan paten Hak Intelektual Properti.[13][14] Selain itu, Jembatan lengkung rancangannya itu kini memecahkan dua rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Rekor pertama sebagai jembatan kereta box beton lengkung dengtan bentang terpanjang. Rekor kedua adalah jembatan dengan pembebanan axial static loading test terbesar. Proyek LRT Jabodetabek ini melayani tiga relasi perlintasan, yaitu Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi.[15]

Referensi

  1. ^ "Profil Arvilla Delitriana, Srikandi di Balik Jembatan Lengkung LRT Jabodebek". Narasi Tv. Diakses tanggal 2025-03-14.
  2. ^ "Kantor Kealumnian  » Arvilla Delitriana, Alumni ITB Desainer Jembatan Lengkung LRT". alumni.itb.ac.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-21.
  3. ^ "Cerita Dipilihnya Arvilla Delitriana, Perancang Longspan LRT Jabodebek yang Disebut Salah Desain". Tempo. 4 Agustus 2023 | 07.33 WIB. Diakses tanggal 2025-03-21.
  4. ^ Media, Kompas Cyber (2019-11-18). "Arvilla Delitriana, Sosok di Balik Jembatan Lengkung LRT Jabodetabek Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-03-21.
  5. ^ Karnesyia, Annisa. "5 Fakta Dina Arvilla, Desainer Jembatan Lengkung yang Dipuji Presiden Jokowi". moms-life. Diakses tanggal 2025-03-21.
  6. ^ "Arvilla Delitriana, Perempuan Spesialis Bikin Jembatan yang Susah". Tempo. 20 Januari 2020 | 08.10 WIB. Diakses tanggal 2025-03-21.
  7. ^ Saputra, Hartanto Ardi. "Nih Sosok Arvilla Delitriana, Pencipta Jembatan LRT Lengkung yang Dituding Salah Desain - Ayo Bandung". Nih Sosok Arvilla Delitriana, Pencipta Jembatan LRT Lengkung yang Dituding Salah Desain - Ayo Bandung. Diakses tanggal 2025-03-21.
  8. ^ "Arvilla Delitriana, Perempuan Spesialis Bikin Jembatan yang Susah". Tempo. 20 Januari 2020 | 08.10 WIB. Diakses tanggal 2025-03-21.
  9. ^ Zulkifli, Zulkilfli Siregar; Lubis, Sudirman; ., Andri (2022-09-30). "Pendayagunaan Kawasan Bantaran Rel Kereta Api dan Jembatan Layang Untuk Sarana Publik Kota Medan". Jurnal Koridor. 13 (02): 28–35. doi:10.32734/koridor.v13i02.9212. ISSN 2721-3463.
  10. ^ "Profil Arvilla Delitriana, Srikandi di Balik Jembatan Lengkung LRT Jabodebek". Narasi Tv. Diakses tanggal 2025-03-14.
  11. ^ Sandi, Ferry. "Jembatan Lengkung LRT Salah Desain? Sang Arsitek Buka Suara". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-03-21.
  12. ^ Dzulfaroh, Ahmad; Sartika, Resa (2019-11-18). "Arvilla Delitriana, Sosok di Balik Jembatan Lengkung LRT Jabodetabek". Kompas.com. Diakses tanggal 2025-03-15.
  13. ^ Bardono, Setiyo (2020-01-07). "Jembatan Lengkung Panjang LRT Kalahkan Desain Konsultan Asing". Technology Indonesia. Diakses tanggal 2025-03-21.
  14. ^ Indonesia, CNN. "BRIN: Desain Jembatan Lengkung LRT Jabodebek Harus Dipatenkan". teknologi. Diakses tanggal 2025-03-21.
  15. ^ Media, Kompas Cyber (2019-11-18). "Arvilla Delitriana, Sosok di Balik Jembatan Lengkung LRT Jabodetabek Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-03-21.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya