Bagum

eorang pemain sedang membisikkan nama salah seorang pemain lawan kepada pimpinan permainan

Bagum adalah permainan tradisional masyarakat Kalimantan Selatan yang dimainkan secara berkelompok. Nama bagum berasal dari kata gum. Pemain meneriakkan kata gum ketika salah satu kelompok berhasil menebak atau menembak pemain dari kelompok lawan.[1]

Gambaran umum permainan

Permainan ini terdiri atas dua kelompok dan seorang pemimpin permainan. Setiap kelompok biasanya beranggotakan empat hingga delapan anak. Pemimpin permainan bertugas menerima nama pemain yang dibisikkan oleh salah satu kelompok dan menentukan apakah pemain dari kelompok lawan yang maju sesuai dengan nama tersebut.

Peserta permainan umumnya berusia sekitar 6–14 tahun. Bagum dapat dimainkan oleh anak laki-laki, anak perempuan, maupun kelompok campuran.

Alat permainan

Posisi pemain dalam permainan

Bagum tidak memerlukan alat permainan khusus. Perlengkapan yang dibutuhkan hanya berupa halaman atau lapangan sebagai tempat bermain. Area dengan ukuran sekitar 3 × 10 meter cukup untuk melaksanakan permainan.

Kedua kelompok ditempatkan saling berhadapan di lapangan. Pemimpin permainan berada di bagian tengah, dengan jarak sekitar empat hingga lima meter dari masing-masing kelompok.

Cara bermain

Sebelum permainan dimulai, para pemain dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kesepakatan bersama. Setelah itu, dipilih seorang anak yang bertugas sebagai pemimpin permainan.

Untuk menentukan kelompok yang memulai permainan, wakil dari kedua kelompok melakukan basiun atau pinsut. Kelompok yang menang mendapat giliran pertama.

Kedua kelompok berdiri berjajar dan saling berhadapan, sedangkan pemimpin permainan berada di tengah-tengah. Salah seorang pemain dari kelompok yang menang, misalnya kelompok A, maju menemui pemimpin permainan dan membisikkan nama salah seorang pemain dari kelompok B yang menjadi sasaran.

Seorang pemain sedang maju ke depan menemui pimpinan permainan setelah salah seorang pemain lawan selesai membisikkan nama kepada pimpinan permainan

Ketika membisikkan nama, pemain harus menghadap ke arah kelompok lawan, tetapi diperbolehkan menutupi mulut dengan telapak tangan agar nama yang disebutkan tidak diketahui lawan. Pemain juga dapat mengalihkan perhatian dengan melihat ke arah pemain lain yang bukan menjadi sasaran.

Setelah membisikkan nama kepada pemimpin permainan, pemain tersebut kembali ke kelompoknya dan memberi tahu anggota kelompoknya tentang nama pemain lawan yang telah dipilih.

Pemimpin permainan kemudian meminta kelompok B mengirimkan salah seorang anggotanya. Anggota kelompok B bermusyawarah untuk menentukan pemain yang akan maju. Setelah seorang pemain melewati garis batas menuju pemimpin permainan, keputusan tersebut tidak dapat dibatalkan atau diganti dengan pemain lain.

Apabila pemain yang maju ternyata sama dengan nama yang sebelumnya dibisikkan oleh kelompok A, seluruh anggota kelompok A secara serentak meneriakkan gum. Pemain dari kelompok B tersebut dianggap terkena tembakan dan dinyatakan mati, sehingga tidak dapat mengikuti permainan berikutnya pada babak tersebut.

Keberhasilan tersebut membuat kelompok A memperoleh satu kemenangan dan kembali mendapat kesempatan memilih serta membisikkan nama pemain lain dari kelompok B.

Sebaliknya, apabila pemain yang maju bukan pemain yang namanya telah dibisikkan, pemimpin permainan mengucapkan lus, yang berarti pemain tersebut lolos dari tembakan. Pemain yang berhasil lolos kemudian memperoleh hak untuk membisikkan nama salah seorang pemain dari kelompok lawan kepada pemimpin permainan. Lalu, giliran berpindah kepada kelompoknya.

Permainan berlangsung dengan pola tersebut sampai salah satu kelompok hanya memiliki satu pemain yang masih aktif. Kelompok yang tinggal memiliki satu pemain dinyatakan kalah karena tidak lagi mempunyai pilihan pemain lain untuk dikirim ke depan. Kelompok lawan dinyatakan memenangkan satu babak.

Setelah satu babak selesai, permainan dapat dimulai kembali dari awal.

Nilai permainan

Peta penyebaran permainan

Permainan ini mengandung unsur strategi sederhana. Setiap kelompok harus menentukan pemain lawan yang akan dijadikan sasaran sekaligus memperkirakan pemain mana yang sebaiknya dikirim ketika mendapat giliran maju. Upaya mengelabui lawan dengan arah pandangan juga menjadi bagian dari strategi permainan.

Bagum melibatkan kerja sama dan musyawarah. Anggota kelompok harus berdiskusi dalam menentukan pemain yang akan maju agar tidak sesuai dengan nama yang telah dipilih lawan. Kesepakatan juga digunakan dalam pembentukan kelompok dan pelaksanaan permainan secara keseluruhan.

Unsur kepercayaan dan kejujuran terutama terlihat pada peran pemimpin permainan. Pemimpin mengetahui nama pemain yang menjadi sasaran dan harus menyimpan informasi tersebut serta memberikan keputusan secara tidak memihak.

Referensi

  1. ^ Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1980.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya