Balangan gantal
Balangan gantal (atau saling lempar gantal) adalah salah satu rangkaian ritual utama dalam upacara Panggih pada pernikahan adat Jawa.[1] Ritual ini dilakukan tepat pada saat pengantin laki-laki dan pengantin perempuan saling bertemu untuk pertama kalinya secara adat setelah prosesi akad nikah atau pemberkatan.
Dalam prosesi ini, kedua mempelai saling melempar gulungan daun sirih yang telah diracik secara khusus. Ritual ini melambangkan penyatuan dua pikiran atau perasaan yang berbeda menjadi satu (salira tunggal), sekaligus sebagai sarana untuk mengusir energi negatif atau godaan roh jahat sebelum memasuki kehidupan Salaki Rabi (berumah tangga).
Komposisi Gantal
Istilah balangan dalam bahasa Jawa berarti melempar atau saling melempar.[2] Sementara itu, gantal adalah sebuah racikan (ubarampe) yang komponen utamanya menyerupai racikan kinang (kunyahan tradisional).
Sebuah gantal terdiri dari daun sirih (suruh) yang mempertemukan ruas-ruasnya. Di dalam daun sirih tersebut diisi dengan kapur sirih (enjet), buah pinang (jambe), gambir, dan tembakau. Daun sirih tersebut kemudian digulung atau dilinting, lalu diikat erat menggunakan benang kapas berwarna putih (lawe).[3]
Ikatan benang putih melambangkan ikatan cinta dan kesucian yang kuat. Sedangkan daun sirih, yang jika dilihat bagian atas dan bawahnya berbeda warna namun jika digigit terasa sama (pahit dan hangat), melambangkan bersatunya dua individu dengan latar belakang atau karakter yang berbeda, namun kini memiliki satu rasa, satu tujuan, dan satu kehendak.
Tata Cara dan Makna Lemparan
Dalam pelaksanaannya, prosesi balangan gantal dilakukan dengan koreografi yang spesifik dan memiliki makna filosofis yang berbeda antara pengantin laki-laki dan perempuan:[4]
- Lemparan Pengantin Pria (Gondhang Tutur): Pengantin pria akan melempar gantal terlebih dahulu yang diarahkan ke bagian dada atau hati (jantung) pengantin wanita. Gantal dari pihak pria ini disebut gondhang tutur. Hal ini melambangkan niat sang suami untuk mengambil hati sang istri, serta perlambang bahwa suami harus mampu memberikan nasihat (tutur) dan memimpin keluarganya dengan kasih sayang.
- Lemparan Pengantin Wanita (Gondhang Kasih): Pengantin wanita kemudian membalas dengan melempar gantal ke arah bawah, tepatnya ke arah lutut atau telapak kaki pengantin pria. Gantal dari pihak wanita ini disebut gondhang kasih. Hal ini menyimbolkan rasa bakti, ketertundukan (andhap asor), dan penghormatan seorang istri terhadap suaminya sebagai kepala keluarga.
Selain makna di atas, aksi saling melempar ini juga secara spiritual dipercaya dapat melepaskan ego masing-masing individu (buang sengkala) sehingga mereka memasuki gerbang pernikahan dengan jiwa yang bersih.
Lihat pula
Referensi
- ^ Bratawijaya, Thomas Wiyasa (1990). Upacara Tradisional Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Hal. 71-72.
- ^ Poerwadarminta, W.J.S. (1939). Bausastra Jawa. Batavia: J.B. Wolters.
- ^ Endraswara, Suwardi (2006). Falsafah Hidup Jawa. Yogyakarta: Cakrawala. Hal. 96-98.
- ^ Koentjaraningrat (1994). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.