Batu Nan Limo

Batu Basusun Limo

Batu Basusun Limo atau dikenal juga dengan Batu Nan Limo adalah monumen bersejarah yang terletak di Taratak Padam Dama, Nagari Cupak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Monumen ini terdiri dari lima batu yang melambangkan persatuan lima suku utama di Nagari Cupak, yaitu suku Melayu, Sikumbang, Jambak, Piliang, dan Caniago. Batu Basusun Limo menjadi simbol keberagaman dan kebersamaan dalam masyarakat Minangkabau.

Penemuan dan Fungsi di Masa Lalu

Batu Basusun Limo didirikan sebagai tanda peringatan atas pertemuan bersejarah lima suku yang membentuk Nagari Cupak. Menurut cerita rakyat, monumen ini dibangun setelah perjalanan panjang suku Melayu dan Sikumbang dari Tanjung Limaupurut, sebuah kerajaan kuno di wilayah tersebut. Kedatangan suku Jambak, Piliang, dan Caniago kemudian memperkaya keberagaman budaya di Nagari Cupak.

Batu-batu ini diletakkan secara simbolis oleh masing-masing suku sebagai tanda tekad untuk hidup bersatu dalam keberagaman. Monumen ini juga menjadi pusat kegiatan adat dan musyawarah penting di Nagari Cupak.

Makna Filosofis

Batu Basusun Limo mencerminkan filosofi hidup masyarakat Minangkabau, seperti saciok bak ayam, sadanciang bak basi (bersatu seperti ayam, seia sekata seperti besi) dan barek samo dipikue, ringan samo dijinjiang (berat sama dipikul, ringan sama dijinjing). Nilai-nilai ini terpatri dalam setiap batu, mengingatkan masyarakat akan pentingnya gotong royong dan kebersamaan.

Kisah Saksi Nagari Cupak

Batu Basusun Limo menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Nagari Cupak, mulai dari pembentukan kerajaan di Tanjung Limaupurut hingga bergabungnya lima suku utama. Monumen ini juga menandai pembagian wilayah Nagari Cupak menjadi empat tumpuk: Tanjung Limaupurut, Mudiek, Tangah, dan Sungai Rotan. Pembagian ini menjadikan Nagari Cupak dikenal sebagai Nagari Tujuh Balai.

Keberlanjutan Nilai Adat

Hingga kini, Batu Basusun Limo tetap menjadi simbol persatuan dan kebersamaan bagi masyarakat Nagari Cupak. Keberadaannya mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga warisan budaya dan nilai-nilai luhur adat Minangkabau.

Referensi

[1]

  1. ^ Nofera, Mevi (2016). Monografi Nagari Cupak. Kabupaten Solok: Tim Perumus Monografi Nagari Cupak. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya