Batu Tapak Cidokom
| Batu Tapak Cidokom | |
|---|---|
| Nama sebagaimana tercantum dalam Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya | |
| Kategori | Benda |
| Lokasi keberadaan | Kabupaten Bogor, Jawa Barat |
| Pemilik | |
| Koordinat | 6°23′52″S 106°41′54″E / 6.3976462°S 106.6982076°E |
Lokasi Kabupaten Bogor, Jawa Barat Lokasi Kabupaten Bogor, Jawa Barat Lokasi Kabupaten Bogor, Jawa Barat Lokasi Kabupaten Bogor, Jawa Barat | |
Batu Tapak Cidokom adalah sebuah situs arkeologi yang menampilkan batu kuno berbekas telapak kaki di atasnya. Batu Tapak terletak di Desa Cidokom, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Batu Tapak Cidokom juga merupakan dua tapak kaki yang menjadi pusat cerita dan legenda rakyat di Kabupaten Bogor.
Cerita legenda
Batu Tapak Cidokom merupakan dua telapak kaki yang terletak dalam sebongkah batu menjadi cerita tentang Batu Tapak. Menurut cerita rakyat setempat batu ini merupakan bekas telapak Raden Gembang yang bertapa dengan cara berdiri selama satu tahun dengan tidak makan dan tidak tidur.
Kesaktian tokoh penuh misteri ini membuat kakinya tercetak pada sebuah batu tempat ia bersemedi. Banyak cerita yang terasa luar biasa terjadi pada Batu Tapak. Cerita yang bukan hanya terpelihara di tengah masyarakat lokal, tapi sekaligus terus dikisahkan ke semua orang di Bogor khususnya.
Salah satu yang paling legendaris ialah kondisi batu yang tidak pernah mau dipindah dari tempatnya. Konon batu itu pernah dibawa ke tengah perkampungan tetapi esok harinya kembali ke lokasi awal.
Berada di sebuah pekarangan warga, batu tapak terasa tak biasa karena seperti dinaungi pohon tua yang berusia ratusan tahun. Bangunan tembok yang mengelilinginya dibuat agar para peziarah nyaman saat berpetirah. Begitu memasuki tembok dengan tinggi setengah dada, yang segera terlihat adalah batu yang tidak terlalu besar dengan warna yang terkesan sangat tua.
Seperti umumnya tempat keramat, situs Batu Tapak juga ramai pada hari tertentu. Para peziarah datang dari tempat-tempat yang jauh kepada mereka cerita tentang doa yang terkabul menjadi beredar luas. Konon orang akan sukses dalam kariernya jika telapak kakinya mampu menapak dengan tepat di Batu Tapak.
Tidak hanya cerita orang sukses yang tapak kakinya pas di batu tapak, para peziarah juga dibekali kisah-kisah tak biasa tentang ular sebesar pohon kelapa jika datang membawa niat tidak baik. konon ular besar itu seperti memberi perisai pada batu dengan cara melingkarkan tubuhnya sehingga batu tampak tak tampa.
Mitos tentang batu tapak seperti semakin lengkap dengan cerita penjaga gaib yang konon berwujud wanita cantik dan seorang nenek. Mereka yang pernah melihat anita cantik berambut panjang itu, mengenakan kebaya warna putih sementara sang nenek berkebaya kuning.[1]
Referensi
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.