Beksan Wira Taruna

Beksan Wira Taruna adalah tarian Yasan Dalem (prakarsa karya) Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tarian ini dibawakan oleh sepuluh penari laki-laki, lima diantaranya menampilkan karakter gagah dan lima lainnya menampilkan karakter halus. Nama tarian berasal dari kata wira, yang berarti prajurit dan taruna yang berarti pemuda. [1]

Sejarah dan Latar belakang

Tarian Beksan Wira Taruna dibuat berdasarkan naskah Cariyos Babad ing Negari Demak dan naskah T.59 koleksi Perpustakaan Widya Budaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat yang berjudul Lelangen Beksa Wirotamtomo. Pementasan pertama tarian ini dilakukan pada tahun 1963 oleh Babadan Hamong Beksa, dengan BRM Dananjaya, putra Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, memerankan tokoh Jaka Tingkir. Pada pementasan tersebut, BRM Dananjaya menggunakan properti senjata berupa teken atau tongkat komando seperti yang digunakan kapten prajurit. Pementasan kedua dilakukan pada tahun 1984 dan direkonstruksi oleh Sumaryono, mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.[1]

Pada 26 Mei 2025, Beksan Wira Taruna ditampilkan kembali dalam acara Uyon-Uyon Hadiluhung untuk memperingati Wiyosan Dalem, yaitu hari kelahiran Sri Sultan.[2] Pementasan ini menjadi interpretasi baru atas naskah T.59.[3]

Alur Cerita dan karakter

Tarian ini mengisahkan pertarungan antara Jaka Tingkir dan Dhadhungawuk yang menginginkan jabatan sebagai prajurit Wirotamtomo. Jaka Tingkir menyambut permintaan tersebut dengan syarat Dhadhungawuk harus bertarung melawannya. Apabila Jaka Tingkir kalah, maka jabatan lurah prajurit Wirotamtomo akan diberikan kepada Dhadhungawuk. Pertarungan ini menjadi inti cerita tarian, di mana Dhadhungawuk digambarkan dengan watak gagah karena merasa memiliki kekuatan besar, sedangkan Jaka Tingkir menampilkan watak halus.[2]

Ragam Gerak

Tarian Beksan Wira Taruna dimulai dengan adegan maju beksan, ketika Jaka Tingkir dan pasukannya memasuki panggung menggunakan ragam gerak tayungan majeng, diikuti oleh Dhadhungawuk dan pasukannya dengan gerakan serupa. Watak gagah Dhadhungawuk menonjolkan sifat sombong, salah satunya melalui ragam gerak megol. Ragam gerak lain yang digunakan dalam tarian ini antara lain muryani busana, sigra menjangan ranggah, ngundhuh sekar, dan sinom. Adegan pertarungan divisualisasikan melalui gerakan seperti samberan, jeblosan, nyrampang, nyriwing, dan nglambung. Salah satu daya tarik Beksan Wira Taruna adalah pola lantainya yang dinamis, sehingga penggunaan ruang panggung menjadi maksimal dan tidak monoton.[1]

Komposisi Musik

Gerakan para penari diiringi dengan gending tradisional. Pementasan dibuka dengan Ladrang Gati Sudira saat penari memasuki panggung, sedangkan Gati Wira Taruna digunakan saat penari mundur.[1] Beberapa gending utama lainnya yang digunakan antara lain Ladrang Wiratama, Kawin Sekar Pangkur Dhudha Kasmaran, Ladrang Wira Taruna, Kawin Sekar Megatruh Wuluh Gadhing, Ketawang Abra Markata, Lancaran Taruna Sura, dan Cara Balen.[3]

Kostum dan Properti

Dua kostum berbeda digunakan untuk menunjukkan karakter khas masing-masing tokoh dari penari Beksan Wira Taruna. Dhadhungawuk mengenakan sondher gendala giri, lonthong warna merah, kamus untu walang, nyamping grompol, lancingan abrit dan iket hitam. Sementara itu Jaka Tingkir memakai sondher gendala giri, lonthong ijo, kamus untu walang, nyamping nitik, dan iket biru. Properti senjata yang digunakan oleh Jaka Tingkir adalah keris, dan pedang untuk pemeran Dadhungawuk. [1]

Daftar Referensi

  1. ^ a b c d e crew, kraton. "Beksan Wira Taruna". kratonjogja.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-18.
  2. ^ a b Wahyuningsih, Eny. "Peperangan Jaka Tingkir dan Dhadhungawuk Dikisahkan Kembali dalam Beksan Wira Taruna". Portal Jogja. Diakses tanggal 2025-11-18.
  3. ^ a b Ramadan, Dimitry (2025-05-23). "Beksan Wira Taruna Akan Tampil dalam HUT Sri Sultan HB X -" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-18.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya