Belimau Kasai


Belimau Kasai adalah tradisi mandi bersama di sungai atau tempat pemandian umum lainnya menggunakan air bunga rampai untuk keramas yang dilakukan masyarakat suku Melayu Indragiri, sehari sebelum bulan Ramadhan, sebagai simbol penyucian diri dan ungkapan kegembiraan menyambut puasa di bulan suci Ramadhan.

Tradisi ini merupakan perembesan budaya dari Sumatera Barat. Sesuai Bahasa Minang, belimau artinya keramas, kasai artinya bunga rampai. Keramas sudah menjadi kosa kata Bahasa Melayu Indragiri, meskipun ada yang menyebut keramas dengan basah rambut.

Demikian juga dengan kata bunga rampai, orang Melayu Indragiri  tetap menggunakan kata bunga rampai. Sedangkan kata kasai, di Indragiri adalah sejenis pohon buah-buahan seperti matoa.

Inilah bukti bahwa tradisi belimau kasai bersumber dari Sumatera Barat. Kemungkinan besar masuk ke Indragiri dibawa oleh perantauan asal Minang. Mungkin juga dibawa oleh orang Indragiri yang bersekolah ke Sumatera Barat.

Balimau Kasai bagi masyarakat Riau mempunyai makna yang mendalam yakni bersuci sehari sebelum Ramadhan. Dari kaum yang tua sampai kaum  yang muda  turun ke sungai dan mandi bersama. Balimau bahasa Kampar artinya membasuh diri dengan ramuan rebusan limau purut atau limau nipis. Sedangkan kasai yang bermakna lulur adalah bahan alami seperti beras, kunyit, daun pandan dan bunga bungaan yang membuat wangi tubuh.[1]

Bersih diri atau mandi menjelang masuk bulan Ramadhan selain menjadi tradisi masyarakat Kampar yang disebut balimau kasai. juga dikenal dii Pelalawan, dengan istilah Balimau Kasai Potang Mamogang. Di Pekanbaru dikenal istilah Belimau Kasai Petang Megang. Di Kuantan Singingi lebih mirip dengan istilah di Sumatera Barat yakni mandi balimau.[2]

Alat dan bahan

Alat yang harus disiapkan untuk belimau kasai antara lain baju jubah enam warna, yaitu  putih, hijau, merah, kuning, hitam dan kelabu. Jubah putih akan dikenakan oleh pemimpin upacara, lainnya utk pembantunya.

Tempayan, tempat ramuan bunga rampai. Bunga rampai, terdiri dari air, Jeruk nipis 7 buah, pinang 7 butir, bonglai kering 76 iris, kunyit 7 mata,  Mukot 7 jumput dan bawang merah 7 biji, serta arang using.

Tata cara pelaksanaan

Sehari sebelum belimau kasai (H-2 puasa Ramadhan) dilakukan ziarah kubur. Sehari menjelang belimau kasai adalah hari terakhir untuk ziarah ke kuburan sanak keluarga maupun orang-orang patut lainnya. Ziarah  kubur juga dimasudkan membersihkan pusara dan menyiramkan air mawar serta menaburkan bunga rampai di atas kuburan dimaksud.

Ritual yang dilakukan saat ziarah kubur adalah membaca doa, diawali dengan tahlil, tahmit, tahtim, zikir dan sholawat.

Proses awal pembukaan belimau kasai adalah pemimpin upacara  didampingi lima laki-laki pembantunya, masing-masing dengan mengenakan kain hijau, merah, kuning, hitam dan kelabu, membaca doa dan memantrai air bunga rampai yang terdapat dalam tempayan.

Selanjutnya, pemimpin acara belimau akan menyiramkan air ramuan tersebut kepada warga. Selain pemimpin acara, tokoh adat, alim ulama, cerdik pandai maupun aparat pemerintah setempat diberi kesempatan untuk memercikkan air bunga rampai tersebut ke kepala peserta acara.

Mandi dimulai dengan membasahi telapak kanan dan kiri, membasuh kaki kanan dan kiri, mengusap ubun-ubun, dan menyiram seluruh badan. Selanjutnya dipersilakan untuk mandi menurut keinginan masing-masing. Ada yang berenang, menyelam, menggunakan timba, dan sebagainya.

Belimau kasai biasanya akan berakhir menjelang azan Magrib berkumandang. Saat itu seluruh warga tidak boleh lagi berada di sungai atau tempat pemandian. Setelah sholat Magrib anggota keluarga akan saling bermaafan, selanjutnya ke masjid atau musholla untuk mengikuti rangkaian Sholat Tarwih, setelah Sholat Isya berjamaah.

Referensi

  1. ^ "NN". "Sejarah mandi balimau kasai" (PDF). Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Diakses tanggal 2025-11-09.
  2. ^ "Home Page". Pengadilan Negeri Bangkinang (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-09.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya