Bentang pangan

Bentang lahan dapat yang dapat dimakan di Pixie Hollow Garden, Epcot, Walt Disney World di Florida menampilkan varietas kubis keriting dan bayam bit hijau dan ungu dekoratif

Bentang pangan atau bentang boga adalah istilah modern untuk praktik mengintegrasikan tanaman yang dapat dimakan ke dalam bentang lahan hias. Hal ini juga disebut sebagai bentang lahan pangan dan telah digambarkan sebagai persilangan antara lansekap dan pertanian. [1] Sebagai sebuah ideologi, bentang pangan bertujuan untuk menunjukkan bahwa tanaman yang dapat dimakan tidak hanya dapat dikonsumsi tetapi juga dapat diapresiasi karena kualitas estetikanya. Ruang bentang pangan dipandang sebagai bentang lahan multifungsi yang menarik secara visual dan juga memberikan hasil yang dapat dimakan. [2] Bentang pangan adalah cara terbaik untuk menyediakan makanan segar dengan cara yang terjangkau. [3]

Berbeda dari berkebun sayur konvensional, di mana buah-buahan dan sayuran biasanya ditanam di area terpisah dan tertutup, bentang pangan menggabungkan tanaman yang dapat dimakan sebagai elemen utama dari ruang bentang lahan yang sudah ada sebelumnya. [4] Hal ini mungkin melibatkan penambahan tanaman yang dapat dimakan ke taman hias yang sudah ada atau mengganti seluruh tanaman tradisional yang tidak dapat dimakan dengan spesies yang menghasilkan makanan. [5] Desainnya dapat menggabungkan berbagai jenis sayuran, pohon buah-buahan, semak beri, bunga yang dapat dimakan, dan tumbuhan, serta spesies hias murni. [6] Strategi desain bentang pangan memiliki banyak manfaat, antara lain meningkatkan ketahanan pangan, meningkatkan pertumbuhan pangan bergizi, dan mendorong kehidupan berkelanjutan. [5] Praktik bentang lahan yang dapat dimakan dapat diterapkan baik di tempat umum maupun pribadi. [6] Bentang pangan dapat dilakukan oleh individu, kelompok masyarakat, dunia usaha, atau lembaga pendidikan. [7]

Referensi

  1. ^ Waterford, Douglas. 21st Century Homestead: Urban Agriculture. Lulu, 2015.
  2. ^ Brown, Sydney P. "Edible Landscaping". The Institute of Food and Agricultural Sciences, 2016, edis.ifas.ufl.edu/pdffiles/EP/EP14600.pdf. Accessed 12 April 2020.
  3. ^ Silvasy, Tiare. "Edible Landscaping Using the Nine Florida-Friendly Landscaping Principles".
  4. ^ Waterford, Douglas. 21st Century Homestead: Urban Agriculture. Lulu, 2015.
  5. ^ a b Arthur, Brie. The Foodscape Revolution: Finding a Better Way to Make Space for Food and Beauty in Your Garden. Pennsylvania, St. Lynn’s Press, 2017.
  6. ^ a b Çelik, Filiz D. "The Importance of Edible Landscape in the Cities". Turkish Journal of Agriculture – Food Science and Technology, vol. 5, no. 2, 2017, pp.118–24, DOI:10.24925/turjaf.v5i2.118-124.957 Accessed 19 March 2020.
  7. ^ Karaca, Elif. "Edible Landscapes as a Solution to Food Security Problem". Theory and Practice in Social Sciences, edited by Viliyan Krystev, et al., St. Kliment Ohridski University Press, 2019, pp. 227–36.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya