Blue Hole (Laut Merah)

Blue Hole
Blue Hole dilihat dari atas. Area yang mengarah ke laut bukanlah "The Arch" melainkan dangkalan yang disebut "The Saddle".
Peta yang menunjukkan lokasi Blue Hole
Peta yang menunjukkan lokasi Blue Hole
LokasiDahab, Mesir
Badan airLaut Merah
Daratan terdekatSemenanjung Sinai
Koordinat28°34′19.99″N 34°32′14.55″E / 28.5722194°N 34.5373750°E / 28.5722194; 34.5373750
Jenis penyelamanSelam bebas, Perairan terbuka, Teknis
Rentang kedalaman6 hingga 100 m (20 hingga 328 ft)
Jenis akses masukPantai
AirAsin

Blue Hole adalah sebuah lokasi penyelaman di tenggara Sinai, beberapa kilometer di sebelah utara Dahab, Mesir di pesisir Teluk Aqaba di dalam kawasan Laut Merah.

Blue Hole merupakan sebuah lubang biru, dengan kedalaman maksimum di dalam lubang tersebut sedikit di atas 100 m (330 ft). Terdapat bukaan dangkal menuju laut dengan kedalaman sekitar 6 m (20 ft), yang dikenal sebagai "the saddle" (pelana), dan terowongan sepanjang 26 m (85 ft), yang dikenal sebagai "the Arch" (lengkungan), yang langit-langitnya berada di kedalaman 55 m (180 ft) dan dasarnya menurun tajam saat mencapai sisi arah laut hingga ke kedalaman sekitar 120 m (390 ft).[1] Di sisi arah laut, dasar lautnya menurun sangat curam hingga lebih dari 1.000 meter (3.300 ft). Lubang tersebut beserta area di sekitarnya memiliki limpahan karang dan ikan karang.[2] Blue Hole populer untuk selam bebas karena kedalamannya yang dapat diakses langsung dari pantai dan tidak adanya arus.

Situs penyelaman ini dikenal memiliki insiden kematian penyelam terbanyak di dunia. Tarek Omar, seorang penyelam teknis dari Dahab yang pernah mengevakuasi jenazah dari lubang tersebut, memperkirakan pada tahun 2012 bahwa lebih dari 130 penyelam kehilangan nyawa mereka di lubang ini dalam kurun waktu 15 tahun sebelumnya.[2][3][4]

Sejarah penyelaman

Peta

Secara historis, Blue Hole dihindari oleh masyarakat suku Badui yang mendiami daerah tersebut.[butuh rujukan]

Semenanjung Sinai diduduki oleh Israel semenjak Perang Enam Hari pada tahun 1967 hingga dikembalikan kepada Mesir oleh Israel berdasarkan Perjanjian damai Mesir-Israel pada tahun 1979. Selama masa pendudukan Israel, Blue Hole membangun reputasi internasional yang signifikan sebagai situs penyelaman. Pada tahun 1968, sekelompok penyelam Israel yang dipimpin oleh Alex Shell menjadi yang pertama menyelami lubang tersebut dengan peralatan selam skuba modern. Selama penyelaman, mereka menyadari adanya lengkungan bawah laut tersebut.[butuh rujukan]

Sejak tahun 1982, Blue Hole menjadi sangat ramai dan diselami hampir setiap hari oleh para penyelam rekreasi. Pusat-pusat penyelaman lokal membawa penyelam dengan kualifikasi yang memadai hingga ke kedalaman 30 m (tingkat AOW atau CMAS**) di situs El Bells atau rute Bells to Blue Hole. Akses masuk The Bells berada di pantai lebih jauh menyusuri dari Blue Hole.[5] Di kedalaman 26 m di dasar laut Bells terdapat lengkungan mini yang tidak boleh disamakan dengan lengkungan di Blue Hole itu sendiri. Penyelaman tersebut dilanjutkan sebagai penyelaman dinding (wall dive) yang diakhiri dengan melintasi dangkalan pelana Blue Hole di kedalaman 7 m. Penyelam rekreasi tidak akan dapat melihat lengkungan Blue Hole ketika melakukan penyelaman di rute Bells to Blue Hole.[butuh rujukan]

Kematian

Plakat peringatan untuk penyelam yang tewas di dalam lubang, ditinggalkan oleh keluarga dan teman di lokasi tersebut
Seorang penyelam teknis melintas di bawah The Arch.

Blue Hole itu sendiri tidak lebih berbahaya daripada situs penyelaman Laut Merah lainnya, tetapi menyelam melintasi The Arch, sebuah terowongan bawah air yang terletak di dalam situs Blue Hole, adalah suatu penyelaman ekstrem yang telah mengakibatkan banyak kecelakaan dan kematian. Jumlah kematian di Blue Hole tidak tercatat secara akurat; sebuah sumber memperkirakan 130 penyelam tewas selama periode lima belas tahun dari 1997 hingga 2012, rata-rata lebih dari delapan orang per tahun, sedangkan sumber lain mengklaim hingga mencapai 200 orang.[2][3][4] Angka ini termasuk beberapa kematian saat snorkeling di permukaan yang tidak terkait dengan penyelaman di The Arch.[6] Kamar Penyelaman dan Olahraga Air Mesir kini menempatkan seorang polisi di Blue Hole untuk memastikan para penyelam didampingi pemandu bersertifikat yang akan memastikan agar prosedur keselamatan dipatuhi.[butuh rujukan]

Langit-langit The Arch berada pada kedalaman 55 m (170 ft), yang memerlukan pelatihan dan peralatan khusus karena kedalaman 40 meter umumnya dianggap sebagai batasan bagi penyelaman rekreasi. The Arch hanya memberikan sedikit masalah bagi penyelam teknis yang kompeten dan memiliki perlengkapan yang memadai. Tantangan utamanya adalah manajemen gas, karena penundaan atau kesalahan apa pun di kedalaman ini, ditambah waktu untuk melintasi bagian yang horizontal, akan membutuhkan lebih dari sekadar satu tabung gas pernapasan tunggal untuk dilakukan dengan aman. Jika gas tidak direncanakan secara cermat, penyelam mungkin akan kekurangan gas untuk perhentian dekompresi atau kehabisan gas sama sekali.

Alasan utama yang diduga menjadi penyebab tingkat kecelakaan tersebut antara lain:

  • Ketenaran situs ini menarik minat penyelam dan menghadirkan tantangan yang menggoda banyak orang dengan kompetensi yang kurang memadai.
  • Aksesibilitas situs beserta perairan Laut Merah yang jernih dan hangat membuat penyelaman terlihat lebih tidak berbahaya dari aslinya. Pada kedalaman lebih dari 55 m, dan dengan lingkungan beratap, penyelaman ini menuntut kompetensi yang biasanya setara dengan sertifikasi teknis tingkat menengah ke atas; operasi penyelaman lokal menetapkan Tech 60 sebagai kualifikasi minimum, kecuali jika Anda sedang menjalani kursus Tech 60 bersama mereka.
  • Akses masuk ke The Arch tidak mudah ditemukan akibat jalur tidak langsung antara Blue Hole dan perairan terbuka. Penyelam yang melewatkan jalan masuk tersebut bisa saja secara tidak sengaja terus turun melewatinya, sementara dasar laut terus menurun hingga lebih dari 100 m tanpa ada referensi kedalaman visual.[4]
  • Waktu yang dibutuhkan untuk melintasi The Arch mungkin diremehkan. Terowongan tersebut terlihat lebih pendek daripada kenyataannya akibat kejernihan air, cahaya di ujung luar, serta kurangnya titik referensi; para penyelam melaporkan bahwa terowongan itu tampak kurang dari 10 m panjangnya, namun telah diukur sepanjang 26 m. Terlebih lagi, sering terdapat arus yang mengalir masuk melalui lengkungan tersebut menuju Blue Hole, yang menambah waktu tempuh berenang dan meningkatkan konsumsi gas.
  • Kedalaman dan waktu yang dihabiskan untuk mencari dan menelusuri terowongan pasti membuat hal ini menjadi penyelaman dekompresi yang mewajibkan adanya perhentian dekompresi pada saat naik guna menghindari penyakit dekompresi (DCS). Selain itu, laju konsumsi gas saat menyelam meningkat seiring dengan bertambahnya kedalaman dan upaya fisik, yang dapat mengakibatkan penyelam kehabisan gas atau memulai laju naik dengan sisa gas yang tidak memadai untuk melakukan perhentian dekompresi yang disyaratkan.
  • Peluang terjadinya narkosis nitrogen yang menyebabkan kebingungan hingga berujung pada penilaian yang buruk di situasi yang sudah menuntut perhatian penuh ini cukup signifikan di kedalaman tersebut. Meskipun efek narkosis nitrogen dapat dimitigasi dengan menggunakan trimiks atau helioks, The Arch tidak sedalam itu untuk menjadikan campuran tersebut sebagai sebuah kewajiban dan helium mungkin tidak tersedia di lokasi.
  • Godaan untuk menyelam menggunakan satu tabung gas. The Arch sudah dilintasi beberapa kali menggunakan satu tabung 11 liter tunggal, namun hal ini terlalu dekat secara berbahaya dengan persyaratan gas minimum untuk penyelaman tersebut dan bergantung pada kondisi penyelam yang bugar serta rileks dengan laju konsumsi gas rendah, tanpa membuat satu pun kesalahan atau keraguan saat menyelam. Menyelam di The Arch tanpa tabung tahap (stage tank) dan tanpa perencanaan gas yang memadai telah berujung pada kasus tenggelam atau DCS.

Kematian Yuri Lipski

Kematian yang menonjol adalah meninggalnya Yuri Lipski, seorang instruktur selam keturunan Rusia-Israel yang berusia 22 tahun, pada tanggal 28 April 2000 di kedalaman 115 meter usai melakukan penurunan yang tidak terkendali.[2][7] Lipski membawa sebuah kamera video yang berhasil merekam momen kematiannya. Insiden ini menjadikannya salah satu kasus kematian penyelaman paling terkenal di seluruh dunia.[3] Video itu memperlihatkan Lipski dengan sengaja memulai penurunan tak terkendali, hingga pada akhirnya mendarat di dasar laut pada kedalaman 115 meter di mana ia pun panik, melepaskan regulatornya dan mencoba mengisi kompensator daya apung miliknya, tetapi ia tetap tidak dapat terangkat. Di kedalaman 115 m, ia kemungkinan terkena narkosis nitrogen ekstrem, yang mungkin telah mengganggu fungsi penilaiannya, memicu datangnya halusinasi, serta menimbulkan kepanikan dan kebingungan. Lipski mengenakan satu tabung tunggal yang diduga berisi nitroks.

Jenazah Lipski berhasil dievakuasi pada keesokan harinya oleh sesama instruktur selam Tarek Omar, atas permintaan dari ibu Lipski.[3][7] Sebelumnya, Omar telah memperingatkan Lipski sebanyak dua kali agar tidak mencoba melakukan penyelaman tersebut.[3] Di bagian bawah, Omar menemukan kamera helm milik Lipski masih dalam kondisi utuh.[4] Omar berkata:

Dua hari usai kami mengevakuasi jenazahnya dan menyerahkan barang bawaan serta peralatannya [kepada sang ibu], ia mendatangi saya dan meminta agar saya membantunya membongkar perangkat tersebut supaya ia bisa mengemasnya. Kamera itu seharusnya rusak atau bahkan hancur sama sekali karena saya menemukannya di kedalaman 115 meter, padahal kamera itu hanya didesain agar tahan hingga kedalaman 75 meter; namun, betapa terkejutnya saya saat mengetahui kamera itu masih bekerja. Kami memutar isinya dan ibunya hadir di sana. Saya menyesali bahwa ibunya akan menyimpan ini untuk selamanya... Jika saya tahu ada rekamannya, saya pasti akan merusaknya dengan air (membanjirinya). Saya rasa hal yang paling membuat saya kesal dan sangat sedih terkait ini adalah karena ibunya menyimpannya sekarang – ia memegang rekaman detik-detik saat putranya sendiri mati tenggelam.

— Tarek Omar[7]

Dalam media

Film dokumenter mengenai kematian para penyelam di Blue Hole meliputi:

Referensi

  1. ^ "Blue Hole Maps". Blue Hole Project. Diarsipkan dari asli tanggal March 21, 2008. Diakses tanggal May 4, 2024.
  2. ^ a b c d Grossekathöfer, Maik (July 13, 2012). "A Visit to the World's Deadliest Dive Site". Der Spiegel. Diakses tanggal August 27, 2017.
  3. ^ a b c d e Bower, Edmund (26 August 2017). "Top diver's death casts long shadow over deep beauty of the Blue Hole". The Guardian. Diarsipkan dari asli tanggal 27 August 2017. Diakses tanggal 4 May 2024.
  4. ^ a b c d "The Curse of The Blue Hole". Monty Halls' Dive Mysteries. Episode 1. 30 November 2013. Channel 5. Diakses tanggal 4 May 2024.
  5. ^ Denggis, Markus. "The Bells Dive Site". diveglobal.com [sumber tepercaya?]. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-02-13. Diakses tanggal 2017-11-07. {{cite web}}:
  6. ^ Sutcliffe, Theodora. "Fatal Attraction". Night Jar Magazine. Diarsipkan dari versi asli pada 31 August 2014. Diakses tanggal 4 May 2024.
  7. ^ a b c Ghoneim, Niveen (October 20, 2016). "Egyptian Diver Tarek Omar: The Keeper of Dahab's Divers' Cemetery". Cairo Scene. Diakses tanggal August 27, 2017.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya