Buta Terong

Wayang kayu Buta Terong
Wayang kulit Buta Terong

Buta Terong adalah tokoh pewayangan seorang raksasa berwarna terong yang bertugas mendampingi Denawa Cakil.[1]

Karakteristik

Buta Terong muncul dalam semua cerita wayang. Ia adalah raksasa yang agak konyol dengan hidung seukuran dan berwarna terong sehingga memiliki suara yang bindeng.[1] Buta Terong termasuk dalam kelompok raksasa liar yang hidup di hutan-hutan.[2] Buta memiliki kepala yang botak, buruk rupa dan sering kali memiliki benjolan di leher dan taringnya. Sifat iblis dari wayang ini dapat dilihat dari warna kulitnya yang tidak normal, wajah yang kasar dan taringnya. Buta Terong digambarkan hidup berkelompok bersama sesamanya. Jumlah mereka dianggap banyak dan tersebar di berbagai hutan. Makanan kegemaran tokoh ini adalah manusia hidup, sebagaimana lazimnya bangsa raksasa dalam pewayangan. Namun, Buta Terong memiliki kelemahan, yaitu rasa takut terhadap bangsa Ular dan bangsa Dewa.[3]

Peran dalam pewayangan

Meskipun digambarkan memiliki kekuatan, Buta Terong bukanlah lawan yang sepadan bagi para ksatria utama, seperti Bima atau Werkudara. Dalam pertarungan, ia digambarkan kalah jauh dibandingkan tokoh-tokoh tersebut. Selain itu, Buta Terong kerap dijadikan bahan humor oleh para punakawan, seperti Petruk dan Bagong, sehingga perannya lebih sering muncul sebagai tokoh komedi daripada tokoh antagonis utama.[2][3]

Dalam klasifikasi tokoh raksasa pewayangan, Buta Terong termasuk dalam golongan Buta Prepat, yaitu kelompok yang terdiri dari empat raksasa, diantaranya Buta Cakil, Buta Rambut Geni, Buta Terong dan Pragalba Kala. [3]

Representasi budaya

Sebagai bagian dari tradisi pewayangan, Buta Terong berfungsi tidak hanya sebagai tokoh antagonis, tetapi juga sebagai elemen komedi yang memperkaya dinamika cerita. Kehadirannya memberikan keragaman karakter dalam seni pertunjukan Jawa, di mana tokoh raksasa tidak selalu digambarkan sebagai musuh utama, melainkan juga sebagai sumber hiburan..[2][3]

Referensi

  1. ^ a b "Buta Terong – Wayang Kita" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-03-27.
  2. ^ a b c "TOKOH WAYANG | Buta Terong, Bahan Tawa Punakawan". TOKOH WAYANG | Buta Terong, Bahan Tawa Punakawan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-27.
  3. ^ a b c d Unknown, Ditulis. "Tokoh Wayang - Terong (Buta Terong)". Ensiklopedia Wayang. Diakses tanggal 2026-03-27.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya