Citiasia Inc.

Citiasia Inc.
PT. Citi Asia Internasional
Tanggal pendirianMaret 2015
Pendiri
Didirikan diJakarta, Indonesia
Kantor pusatCitiasia Co-Creation Lab, Jakarta, Indonesia
Produk
Jasa
Chief Executive Officer
Fitrah Rachmat Kautsar
Chief Innovation Officer
Hari Kusdaryanto
Jumlah Staf
15-30
Situs webwww.citiasiainc.id

Citiasia Inc. merupakan sebuah perusahaan konsultan yang berfokus pada pengembangan dan penerapan konsep smart city di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2015 oleh Cahyana Ahmadjayadi, Rosidi Wiradinata, dan Farid Subkhan. Saat ini, Citiasia Inc. dipimpin oleh Fitrah R. Kautsar sebagai Chief Executive Officer (CEO), dan Hari Kusdaryanto sebagai Chief Innovation Officer (CIO). Dalam menjalankan perannya, Citiasia Inc. memfasilitasi sektor publik, swasta, dan komunitas dalam mengembangkan inovasi kota cerdas yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada tahun 2016, Citiasia Inc. berhasil menerbitkan buku dengan judul Melesat atau Kandas: Dari Smart City Menuju Smart Nation yang membahas tentang kerangka kerja dalam implementasi smart city.[1] Kerangka kerja tersebut kemudian diterapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (kini Kementerian Komunikasi dan Digital) pada tahun 2017 untuk mendukung program nasional bertajuk Gerakan Menuju Smart City. Program tersebut berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.[2] Sejak diterapkan, inisiatif ini telah berhasil mendampingi sekitar 251 kabupaten/kota di Indonesia.[3]

Citiasia Inc. memiliki perhatian pada program-program riset, kajian, dan pendampingan di bidang pembangunan smart city. Citiasia Inc. mengkolaborasikan para ahli smart city dalam menyusun model dan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan kebijakan dan implementasi pembangunan dengan pendekatan smart city di level desa, kota, kabupaten, provinsi di Indonesia.

Fokus Citiasia Inc. berawal dari gagasan smart city yang konsepnya telah berkembang sejak tahun 80-an. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya populasi penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan sehingga berpotensi untuk memberikan dampak negatif terhadap perkembangan kota, terutama di Indonesia. Maka dari itu, Citiasia Inc. menciptakan berbagai konsep yang dapat digunakan untuk mengkaji, merumuskan, dan merekomendasikan pendekatan smart city di tingkat nasional.[4]

Berkembangnya gagasan smart city kemudian mendorong munculnya konsep smart nation, yang memperluas lingkup pendekatan tersebut dari level kota ke tingkat nasional. Citiasia Inc. menegaskan bahwa smart nation dapat diwujudkan apabila setiap daerah di suatu negara telah mengimplementasikan model smart city dalam kerangka dan implementasi pembangunannya. Tahapan awal dalam menggapai smart nation adalah melalui citilisasi (citilization), yakni sebuah pergeseran baru atas proses transformasi masyarakat ke dalam tiga karakteristik, di antaranya sebagai berikut:

  1. Modernisasi baru (new modernization), adalah bentuk percepatan kemajuan suatu daerah dengan tetap mempertahankan identitas dan nilai-nilai tradisinya.
  2. Digitalisasi baru (new digitalization), merupakan bentuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan publik.
  3. Civilisasi baru (new civilization), yaitu sebuah upaya untuk membentuk peradaban masyarakat yang sejahtera, maju, dan terdepan.[4]

Tahapan selanjutnya adalah smart readiness, yang memiliki pengertian sebagai tingkat kesiapan daerah (provinsi, kota, kabupaten) dalam mengimplementasikan konsep smart city dalam proses pembangunannya. Di dalam smart readiness, terdapat tiga parameter utama yang harus ditingkatkan oleh daerah dalam mendorong level kesiapannya, yakni enabler, driver, dan mediator.

Enabler menjadi pondasi dasar dalam smart readiness yang berhubungan dengan potensi alam (nature) yang dimiliki oleh suatu daerah. Parameter ini melihat kondisi geografis, lingkungan, dan ekosistem alam agar penerapan smart city yang akan dilakukan sesuai dengan daerahnya. Parameter selanjutnya adalah driver yang mengandung unsur struktur, infrastruktur, dan suprastruktur. Dalam parameter ini, terdapat tiga pilar yang menjadi pondasi dalam membangun smart city, yakni sebagai berikut:

  1. Kesiapan SDM berkaitan dengan infrastruktur fisik, digital, dan sosial.
  2. Kesiapan birokrasi dan kemampuan anggaran.
  3. Kesiapan kelembagaan, kebijakan, peraturan, dan landasan hukum.

Sebagai pelengkap elemen enabler dan driver, diperlukan keberadaan mediator yang berperan dalam mengarahkan pengembangan smart city. Komponen mediator berkaitan dengan culture  yang meliputi tradisi, inovasi, dan interaksi.[4]

Framework Citiasia Inc.

Berdasarkan tahapan menuju smart nation yang digagas oleh Citiasia Inc., tingkatan terakhir adalah dengan menggapai smart city. Framework Citiasia Inc. menjelaskan bahwa smart city berfokus pada pembangunan lintas sektor secara menyeluruh, menyentuh pelayanan publik, birokrasi, masyarakat, ekonomi, industri, hingga lingkungan. Untuk mencapai pembangunan tersebut, terdapat enam dimensi utama dari smart city yang ada di dalam framework Citiasia Inc. Penerapan enam dimensi tersebut diharapkan dapat menyentuh semua sisi yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pada suatu daerah sehingga penerapan model smart city dapat diimplementasikan dengan maksimal. Citiasia Inc. mengidentifikasi bahwa masing-masing dimensi terdiri dari tiga sub-dimensi yang saling berhubungan untuk memberikan arah dalam membangun kota berkelanjutan dan terintegrasi.[4]

  1. Smart Governance: Pilar ini menjadi pondasi dasar dalam penerapan model smart city. Smart governance berperan sebagai mesin untuk menggerakkan seluruh pilar yang ada di dalam smart city. Pilar ini memiliki tiga elemen, yaitu kebijakan publik (policy), tata kelola birokrasi (bureaucracy), dan pelayanan publik (service).
  2. Smart Branding: Pilar ini bertujuan untuk mempromosikan nilai identitas sebuah daerah kepada warga, wisatawan, dan pelaku bisnis. Hal tersebut membuat smart branding menempati posisi kedua dalam urutan prioritas. Pilar ini memiliki tiga elemen yang harus dilakukan sebagai bentuk atribut daerah, yakni pariwisata (tourism), bisnis (business), dan citra daerah (appearance/image).
  3. Smart Economy: Pilar ini menjadi kewajiban setiap daerah dalam menciptakan sistem ekonomi yang cerdas dan berkelanjutan. Cara yang dapat dilakukan untuk menggapai smart economy adalah dengan memprioritaskan tiga elemen utama yang ada di dalamnya, yakni membangun ekosistem industri yang tepat (industry), meningkatkan kesejahteraan warga (welfare), dan menyiapkan infrastruktur transaksi yang mudah serta nyaman (transaction).
  4. Smart Living: Pilar ini berfokus pada lingkungan tempat tinggal yang layak bagi penduduk suatu daerah. Smart living memiliki tiga elemen yang menjadi parameter dalam pengembangannya, yakni harmonisasi (harmony), kesehatan (health), dan mobilitas transportasi serta logistik (mobility).
  5. Smart Society: Pilar ini menggambarkan kondisi ideal terkait interaksi masyarakat  dalam lingkup individu, sosial, dan digital. Elemen utama dalam smart society adalah edukasi (learning), keamanan dan keselamatan (security), serta komunitas yang ada di dalam masyarakat (community).
  6. Smart Environment: Pilar yang terakhir ini menggambarkan komitmen sebuah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Smart environment dapat dicapai dengan tiga elemen, yakni pelestarian (protection), pengelolaan limbah (waste), dan penggunaan energi (energy). Seluruh inisiatif tersebut harus dapat menyokong kehidupan seluruh ekosistem yang ada.[4]

Pada tahun 2021, framework Citiasia Inc. tentang enam pilar smart city diadaptasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk perancangan bukunya yang berjudul Buku Panduan Penyusunan Masterplan Smart City.[5]

Konferensi

Sejak pertama kali berdiri, Citiasia Inc. telah secara rutin mengadakan berbagai konferensi, termasuk penghargaan Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) yang diberikan kepada kota dan daerah dengan inovasi terbaik.[6][7][8] Berikut beberapa konferensi yang telah diadakan oleh Citiasia Inc.:

  • 7th Indonesia Smart Nation Awards 2025[9]
  • Smart Logistic International Workshop 2025[10]
  • 6th Indonesia Smart Nation Awards 2024[11]
  • Indonesia Future City Index 2023[12]
  • 5th Indonesia Smart Nation Awards 2022[13]
  • 4th Indonesia Smart Nation Awards 2020[14]
  • Asia's Mayor Forum: Future Cities, Shifting Towards 4.0 Mega Trends[15]
  • 3rd Indonesia Smart Nation Awards 2018[16]
  • Indonesia International Smart City Expo and Forum (IISMEX) 2017[17]
  • Smart City Investment Forum 2016: Perencanaan dan Pembiayaan Pembangunan Smart City[18]
  • 2nd Indonesia Smart Nation Awards 2016[19]
  • 1st Indonesia Smart Nation Awards 2015[20]

Referensi

  1. ^ Wiradinata;, Cahyana Ahmadjayadi; Farid Subkhan; M. Rosidi (2016). Melesat atau Kandas? New Indonesia Dari Smart City Menuju Smart Nation (dalam bahasa Indonesia). ELex Media Komputindo. ISBN 978-602-02-9706-4. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. ^ Pramana, Setya (2024). "MODEL KEMATANGAN SMART CITY BERBASIS KERANGKA CCSN". Universitas Gadjah Mada.
  3. ^ antaranews.com (2023-12-07). "Kemenkominfo bina 251 kabupaten dan kota wujudkan "smart city"". Antara News. Diakses tanggal 2025-11-25.
  4. ^ a b c d e Smart Nation: Mastering Nation's Advancement from Smart Readiness to Smart City. Jakarta: Citiasia Inc. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ Kementerian Komumunikasi dan Informatika (2021). Buku Panduan Penyusunan Masterplan Smart City. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Citiasia. "Framework Indonesian Smart Nation Award (ISNA) 2022". smartnation.or.id. Diakses tanggal 2025-11-25.
  7. ^ "Belitung Raih Penghargaan Utama ISNA 2024 – Official Website" (dalam bahasa American English). 2024-08-08. Diakses tanggal 2025-11-25.
  8. ^ "INDONESIA SMART NATION AWARD (ISNA) 2020 – APEKSI". 2020-10-06. Diakses tanggal 2025-11-25.
  9. ^ "Indonesia Smart Nation Awards 2025: Momentum Penghargaan Bagi Daerah dengan Inovasi Unggulan". suara.com. Diakses tanggal 2025-11-25.
  10. ^ "Smart Logistic International Workshop: Winning the Global Supply Chain Through Smart Logistic Innovation". djed.komdigi.go.id. Diakses tanggal 2025-11-27.
  11. ^ "Samarinda Raih Indonesia Smart Nation Award 2024". rri.co.id. Diakses tanggal 2025-11-27.
  12. ^ "IndoBuildTech Expo 2023 Featured Business Programme | IndoBuildTech Expo". Diakses tanggal 2025-11-25.
  13. ^ "https://infokomputer.grid.id/read/123550695/indonesian-smart-nation-award-2022-menyemai-inovasi-pasca-pandemi". infokomputer.grid.id. Diakses tanggal 2025-11-27.
  14. ^ "INDONESIA SMART NATION AWARD (ISNA) 2020 – APEKSI". 2020-10-06. Diakses tanggal 2025-11-25.
  15. ^ "Sekda Sampaikan Makna Pemanfaatan Smart City di Forum Asia". Diakses tanggal 2025-11-25.
  16. ^ "Permudah Layanan Publik, Banyuwangi Raih Indonesia Smart Nation Award". detik.com. Diakses tanggal 2025-11-27.
  17. ^ "Napindo Menggelar Pameran Teknologi & Industri 2017". smartnation.or.id. Diakses tanggal 2025-11-27.
  18. ^ "Citiasia Adakan Smart City Investment Forum 2016". inilah.com. Diakses tanggal 2025-11-27.
  19. ^ "Inilah Daftar Pemenang "Indonesia Smartnation 2nd Award 2016"". bangda.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2025-11-27.
  20. ^ "Citiasia Gelar Indonesia Smart Nation Award Sore Ini". Rmol.id. Diakses tanggal 2025-11-25.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya