Citizen Vigilante

Citizen Vigilante
Poster rilis bioskop
SutradaraUwe Boll
Produser
  • Uwe Boll
  • Boris Velican
Ditulis olehUwe Boll
Pemeran
Penata musikRodolfo Matulich
SinematograferMathias Neumann
EditorEthan Maniquis
Perusahaan
produksi
DistributorQuiver Distribution
Tanggal rilis
  • 19 Juni 2026 (2026-06-19)
Durasi89 menit[2]
Negara
BahasaInggris
AnggaranUS$2 juta[4]

Citizen Vigilante adalah sebuah film independen vigilante tahun 2026[5][6][7] yang diproduksi, ditulis, dan disutradarai oleh Uwe Boll. Film ini dibintangi oleh Armie Hammer sebagai Michael Sanders, seorang vigilante yang dilanda amarah akibat runtuhnya ketertiban dan hukum. Ia menargetkan kriminal dan pemerkosa—kebanyakan dari mereka adalah imigran Muslim[8]—serta pejabat korup yang melindunginya.[9]

Film ini dirilis terbatas di sejumlah bioskop di Amerika Utara dan secara digital pada 19 Juni 2026. Film tersebut menerima ulasan yang sangat negatif dari para kritikus, yang menyoroti alur cerita, eksekusi, serta pesan anti-imigran, meskipun mendapat pujian dari beberapa tokoh sayap kanan.

Di Jerman, film ini tidak memperoleh klasifikasi usia, sehingga tidak dapat ditayangkan di bioskop, diiklankan, atau dijual di sebagian besar toko, dengan alasan dikhawatirkan dapat memicu kekerasan terhadap imigran.[10] Elon Musk kemudian mempromosikan film ini dan membuatnya tersedia secara gratis di X selama dua hari.[11] Setelah perilisan melalui layanan streaming, film ini sempat menduduki posisi nomor satu dalam pembelian di Apple TV Store dan Amazon Prime Video.[12]

Plot

Di sebuah kota yang tidak disebutkan namanya di Eropa, seorang ibu muda tewas ditikam oleh seorang imigran di depan anaknya. Sebuah laporan berita menyebutkan bahwa para orang tua kini takut membiarkan anak-anak mereka bermain di luar rumah, sementara banyak perempuan enggan keluar pada malam hari karena khawatir akan keselamatan mereka.

Michael Sanders adalah mantan perwira Angkatan Darat Amerika Serikat yang pindah ke Eropa setelah mewarisi bisnis properti milik ayahnya, yang selama ini renggang hubungannya dengannya. Diam-diam, ia beraksi sebagai Citizen Vigilante, seorang main hakim sendiri yang tanpa ampun memburu para pelaku kejahatan yang berhasil lolos dari hukuman. Meskipun banyak warga memuji tindakannya, pihak kepolisian yang dipimpin Kepala Interpol, Henry, bertekad menangkapnya.

Setelah membunuh sekelompok pemeras, Sanders berada satu bus dengan beberapa remaja yang yang tidak mau membayar ongkos saat menaiki bus. Ia membayarkan ongkos mereka agar perjalanan bus dapat dilanjutkan, tetapi juga menegur mereka karena perilaku mereka dianggap merugikan. Beberapa saat kemudian, di sebuah rumah sakit, Sanders mengunjungi Elsa, korban yang mengalami luka parah akibat penganiayaan. Ia memberi Elsa dua pilihan: menempuh jalur hukum tanpa kepastian keadilan akan ditegakkan, atau menghukum mereka dengan cara main hakim sendiri. Elsa memilih pilihan yang kedua.

Mulai mencurigai Sanders, Henry mengawasinya di sebuah klub malam yang sering ia datangi. Di sana, Henry melihat Sanders diam-diam menukar minuman dua pria dengan minuman yang telah dicampuri obat bius dan semula hendak diberikan kepada pasangan kencan mereka. Henry kemudian mengambil gelas bekas yang dipakai Sanders untuk memperoleh sampel DNA. Setelah berhasil mengaitkan Sanders dengan identitas Citizen Vigilante, Henry memimpin tim Unit Intervensi Khusus untuk menangkapnya. Sanders mengurung diri di dalam sebuah kontainer lapis baja dan memperingatkan para petugas agar mundur. Ketika mereka tetap melepaskan tembakan, Sanders membalas dengan menewaskan mereka sebelum berhasil melarikan diri. Sebuah jebakan peledak yang ditinggalkannya melukai Henry. Setelah kejadian itu, sebuah laporan berita menyebutkan bahwa meningkatnya angka kejahatan beserta biaya yang ditimbulkannya mungkin akan memaksa pemerintah meninjau kembali kebijakan imigrasi.

Dalam sebuah rapat dengan manajer bisnisnya, Sanders memerintahkan agar para penyewa yang menunggak pembayaran langsung diusir dan menolak keinginan pemerintah yang mengambil alih properti kosong untuk dijadikan tempat tinggal bagi para imigran. Sanders kemudian mengunjungi rumah korban lain dari pemerkosaan bergilir. Enam pelaku pemerkosaan yang merupakan imigran, dibebaskan tanpa hukuman. Hakim yang menangani perkara tersebut, Reinhold, beralasan bahwa mereka juga merupakan korban akibat trauma dan tidak seharusnya dihukum penjara. Sanders lantas membunuh Reinhold dan merekayasa kematiannya agar tampak seperti bunuh diri. Polisi kemudian mengaitkan peristiwa tersebut dengan serangkaian kematian misterius yang menimpa sejumlah hakim. Saat berjalan melewati sebuah taman, Sanders kembali bertemu para remaja yang sebelumnya ia temui di bus. Kali ini mereka sedang mengganggu seorang laki-laki. Sanders menghancurkan tangan kedua pelaku itu sebelum memperingatkan mereka agar tidak lagi mengulangi perbuatan serupa. Setelah itu, ia mendatangi rumah Yusuf, salah seorang pelaku pemerkosaan, lalu menyandera Yusuf beserta keluarganya. Sanders mengkritisi adik perempuan Yusuf yang justru terkesan tidak menyesal dan malah menyalahkan korban di sosial media. Sanders kemudian memaksa Yusuf untuk memanggil para pelaku lainnya ke apartemen tersebut. Begitu mereka tiba, Sanders mengeksekusi Yusuf, seluruh keluarganya, dan para pelaku lainnya.

Sanders kemudian menelepon Henry, yang masih dirawat di rumah sakit, dan memintanya menyampaikan kepada pemerintah bahwa masyarakat tidak akan menerima apa yang ia sebut sebagai pengambilalihan negara oleh kelompok kiri progresif (woke left) dan kaum ekstremis Islamis yang menurutnya akan menghancurkan demokrasi. Ia memperingatkan bahwa pemerintah harus menghentikan hal itu; jika tidak, rakyat akan melakukannya sendiri. Henry kemudian memutuskan untuk menyampaikan pernyataan kepada media apabila perdana menteri tetap mengabaikan peringatannya.

Di rumahnya, remaja korban pemerkosaan itu mengetahui bahwa seluruh pelaku yang menyerangnya telah tewas. Ia pun tersenyum puas. Tak lama kemudian, sebuah pesan video dari Sanders yang sengaja diacak agar identitasnya tidak dikenali disiarkan. Dalam pesannya, ia menyatakan bahwa aksinya akan terus berlanjut sampai masyarakat belajar membela diri mereka sendiri.

Pemeran

Sebuah foto Armie Hammer
Foto Costas Mandylor
Armie Hammer (difoto pada tahun 2017) dan Costas Mandylor (2024)
  • Armie Hammer sebagai Michael Sanders[13][14]
  • Costas Mandylor sebagai Kepala Regional Interpol Henry[14]
  • Désirée Giorgetti sebagai Elsa
  • Steffen Mennekes sebagai Manajer Owen
  • Neb Chupin sebagai Pemimpin SWAT Pierre
  • Mukit Abdul Hamid sebagai Yusuf
  • Tarif Mongy sebagai Ibrahim
  • Hila Harush sebagai Dehlia
  • Helen Al Janabi sebagai Sarna
  • Dora Dimic Rakar sebagai Gadis yang Diperkosa
  • Tvrtko Juric sebagai Ayah Gadis yang Diperkosa
  • Roni Lepej sebagai Hakim Reinhold
  • Vjekoslav Katusin sebagai Bos Mafia

Produksi

Pada Januari 2025, diumumkan bahwa sebuah film triler yang diproduksi, ditulis, dan disutradarai oleh Uwe Boll berjudul The Dark Knight sedang dalam tahap pra-produksi, dengan Armie Hammer dipilih sebagai pemeran utama. Pengambilan gambar utama dimulai pada 27 Januari 2025 di Zagreb, Kroasia, dengan Mathias Neumann bertugas sebagai sinematografer.[13][15] Pada Februari, Costas Mandylor bergabung dalam jajaran pemeran.[14] Proses pengambilan gambar selesai pada 15 Februari 2025.[16][17] Warner Bros. mengirimkan surat perintah penghentian kepada Boll terkait penggunaan judul The Dark Knight.[18] Pada April 2025, judul film diubah menjadi Citizen Vigilante.[16]

Boll menggambarkan film ini sebagai bagian dari tradisi film "balas dendam" seperti Death Wish dan Dirty Harry.[19] Ia menyatakan bahwa film ini "dipersembahkan untuk semua perempuan di Eropa yang ditinggalkan oleh hukum".[20]

Boll mengatakan ia harus meminta "ratusan" aktor sebelum akhirnya menemukan mereka yang bersedia memerankan keluarga Muslim dalam bagian akhir film.[21]

Boll mengatakan ia terinspirasi oleh "ketidakadilan sosial" dari sebuah kasus pengadilan tahun 2016 di Hamburg, di mana sekelompok remaja "dibebaskan tanpa hukuman apa pun" setelah menerima hukuman percobaan atas tindakan pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang gadis berusia 14 tahun dan meninggalkannya dalam keadaan kritis.[22][9] Film ini ditutup dengan sebuah persembahan untuk "korban pemerkosaan di Eropa yang dikhianati oleh sistem hukum kita".[1]

Perilisan

Pada Februari 2026, Quiver Distribution memperoleh hak distribusi untuk kawasan Amerika Utara, dan merilis film ini di Amerika Serikat pada 19 Juni 2026.[23][24] Film ini ditolak untuk mendapatkan sertifikasi usia di Jerman karena dianggap mempromosikan main hakim sendiri, sehingga dilarang untuk distribusi luas dan iklan,[25][26] meskipun tidak dimasukkan ke dalam "Indeks" sehingga tetap dapat dibeli secara legal oleh orang dewasa di toko khusus. Menanggapi hal ini, Boll secara terbuka berpendapat bahwa dewan menggunakan alasan "perlindungan remaja" sebagai dalih untuk menekan film tersebut karena fokusnya pada kejahatan yang terkait dengan migrasi di Eropa.[27][10] Dalam sebuah wawancara dengan The Daily Telegraph, Boll menyatakan: "Saya menyewa seorang pengacara untuk mengajukan keberatan, tetapi kami kalah dalam pemungutan suara enam banding dua karena saya diberitahu bahwa film ini memicu kekerasan terhadap migran."[9]

Pada 25 Juni, dengan dukungan Boll,[11] film ini tersedia secara gratis di X selama 48 jam melalui akun Elon Musk.[28] Musk kemudian mempromosikan perilisan ini dengan sejumlah unggahan yang memuji film tersebut; ia menyatakan bahwa upaya pelarangan justru memperluas jangkauan film, secara khusus menyebut efek Streisand.[11] The European Conservative menilai bahwa Musk telah mengubah "keputusan regulasi Jerman menjadi fenomena transatlantik" dan "menyajikannya sebagai kasus baru sensor di Eropa".[10]

Beberapa hari kemudian, Quiver Distribution, yang sebelumnya telah memegang hak distribusi film ini di Amerika Utara, membeli hak distribusi global, kecuali untuk wilayah Britania Raya, negara berbahasa Jerman, Korea Selatan, dan Taiwan.[29]

Penerimaan

Tanggapan komersial

Setelah perilisan film melalui layanan streaming, film ini sempat menduduki posisi nomor satu dalam pembelian digital di Apple TV Store dan Amazon Prime Video.[12] Hingga 30 Juni 2026, menurut Boll, film ini telah meraih "sekitar US$600.000" dibandingkan dengan anggaran produksi sebesar US$2 juta.[4]

Tanggapan kritikus

Di situs web agregator ulasan Rotten Tomatoes, 7% pada 15 ulasan para kritikus adalah positif, dengan nilai rata-rata 2.3/10.[30] Sebelum dipromosikan oleh Elon Musk, Citizen Vigilante hanya menerima sedikit ulasan dari publikasi besar.[11] Dari ulasan tersebut, mayoritas bernada sangat negatif.[31]

Todd Gilchrist dari Variety menggambarkan film ini sebagai "sangat buruk" dan "kekerasan, tidak koheren, serta secara moral bangkrut sebagai potongan eksploitasi", dengan karakter Hammer digambarkan "sebagai xenofobik dan merasa berhak seperti stereotip Amerika yang paling dangkal" yang menyampaikan "monolog penuh pembenaran diri". Ia menulis bahwa Hammer menunjukkan "sedikit sekali kilau" dari karisma sebelumnya, sementara naskah Boll memberikan karakter tersebut "pidato penuh prasangka". Gilchrist juga berkomentar bahwa film ini terasa "seperti penulis-sutradara-produser sengaja merusak bintang Armie Hammer, yang upaya comeback-nya justru dirugikan oleh proyek ini".[1]

Rebecca Onion dari Slate menyebut film ini "salah satu film paling mengganggu yang pernah saya lihat belakangan ini, baik dari segi penerimaan maupun isinya", dengan film yang "tepat mengenai zeitgeist bagi X-posting kalangan sayap kanan yang menjadi pengagitasi tunggal dalam isu migrasi". Onion menyimpulkan bahwa, jika dibandingkan dengan film Boll sebelumnya Run, Sanders tampak "irasional" dan "sedikit aneh" alih-alih heroik, serta bahwa Citizen Vigilante—kecuali klimaks penuh kekerasan—"tidak sepenuhnya melakukan apa yang diinginkan kalangan sayap kanan tersebut".[32]

Giancarlo Sopo dari National Review, dengan menyinggung rangkaian film eksploitasi Boll sebelumnya yang berkisar dari "tidak memiliki tujuan" hingga "menyuarakan kebencian paling keras saat ini", menggambarkan tokoh utama sebagai sosok yang "tidak memiliki luka, tidak memiliki jiwa, dan tidak memiliki politik yang layak disebut". Ia menyatakan bahwa meskipun penuh "provokasi reaksioner", Citizen Vigilante tidak dapat dianggap sebagai "film konservatif" karena merupakan "fantasi Jakobin yang mengenakan poin-poin retorika sayap kanan sebagai kedok". Ulasan tersebut menilai ada kelebihan dalam penampilan Hammer, tetapi berkomentar bahwa alih-alih memberi aktor itu kesempatan comeback, film ini "memperpanjang masa pengasingannya".[33] Rolling Stone edisi Jerman menyebut Citizen Vigilante sebagai "versi modern dari Death Wish" dan menyatakan bahwa tema film ini telah menjadikan Boll "sebagai pilar budaya sayap kanan".[34] Dalam ulasannya untuk The Guardian, Peter Bradshaw menyebut film ini sebagai "sangat murah, tidak koheren, dan memalukan dengan akting yang buruk", serta menolak perbandingan dengan Death Wish, Dirty Harry, atau Taxi Driver, dengan menyatakan bahwa Citizen Vigilante tidak memiliki "gairah, gaya, kecerdasan, tujuan, visi, maupun nilai produksi yang layak" sebagaimana film-film tersebut.[8]

Komentator neokonservatif Douglas Murray, menulis untuk The Free Press, menyebut film ini sebagai "film yang buruk" yang "tidak bisa dihindari, dan memang seharusnya tidak dihindari", menyetujuinya sebagai kritik terhadap "elit Eropa" tetapi memperingatkan bahwa film tersebut "dapat memicu amarah berlebihan selain kemarahan yang dianggap benar".[35]

Newsweek membandingkan kecenderungan sayap kanan dalam Citizen Vigilante dengan kecenderungan yang jauh lebih progresif dalam Supergirl (2026), menggambarkannya sebagai "pertunjukan ganda perang budaya" sambil mengkritik pesan moralitas dari kedua film tersebut: "Dalam kedua film, membunuh dipoles ulang sebagai beban yang disepakati oleh mereka yang sadar moral...Apa yang sebenarnya dipuja oleh kedua film adalah individu berdaulat—tokoh yang bebas dari akuntabilitas karena dunia terlalu rusak untuk membuat akuntabilitas berfungsi."[36]

Robert Scucci dari Giant Freakin Robot menyebutnya sebagai "satir yang disajikan dengan serius" yang "sebenarnya merupakan kritik terang-terangan terhadap pola pikir" mereka yang melihat Sanders sebagai pahlawan. Scucci mengatakan bahwa Sanders, seorang warga negara Amerika yang tinggal di Eropa, justru "seorang imigran yang penuh kekerasan", dan meskipun tujuannya untuk "melindungi perempuan dari serangan", ia "ikut terlibat dalam bentuk kerusakan sosial yang sama yang ia ambil keuntungan darinya sembari berpura-pura melawannya", karena kepemilikannya atas beberapa properti yang menampung rumah bordil.[37]

Tanggapan daring

Unggahan Boll atas film penuh di X memperoleh 5 juta tayangan, sementara unggahan Elon Musk atas film tersebut meraih lebih dari 10,5 juta tayangan.[36] Film ini mendapat sambutan positif dari sejumlah tokoh sayap kanan,[38] termasuk Elon Musk,[38] Tommy Robinson,[38] Libs of Tiktok,[38] Jack Posobiec,[38] dan Patrick Bet-David.[39] Boll secara terbuka berterima kasih kepada Musk atas promosi film tersebut, dan menyerukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menontonnya.[10]

Kemungkinan sekuel

Boll menyatakan ia berharap film ini menghasilkan cukup banyak keuntungan sehingga memungkinkan dirinya memproduksi Citizen Vigilante 2, dengan target perilisan pada 2027. Ia mengatakan telah mengembangkan beberapa konsep untuk proyek tersebut, tetapi menambahkan bahwa naskah belum dibuat. Ketika ditanya mengenai kemungkinan kembalinya Hammer, ia menyatakan yakin bahwa sang aktor akan tertarik untuk kembali memerankan peran tersebut. Variety menghubungi perwakilan Hammer untuk dimintai komentar, tetapi tidak mendapat tanggapan.[4]

Referensi

  1. ^ a b c d e f Gilchrist, Todd (19 Juni 2026). "'Citizen Vigilante' Review: Uwe Boll Does Armie Hammer No Favors With This Morally Bankrupt Thriller". Variety (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Juni 2026. Diakses tanggal 19 Juni 2026.
  2. ^ "Citizen Vigilante". Fandango at Home. Diakses tanggal 8 Juni 2026.
  3. ^ a b "Citizen Vigilante (2026)". The Numbers. Diakses tanggal 1 Juli 2026.
  4. ^ a b c Barraclough, Leo (30 Juni 2026). "Armie Hammer's 'Citizen Vigilante' Secures Worldwide Distribution Following Dramatic Elon Musk Intervention (Exclusive)". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 30 Juni 2026.
  5. ^ Roxborough, Scott (11 November 2025). "Armie Hammer Thriller 'Citizen Vigilante' Closes First Sales (AFM Exclusive)". The Hollywood Reporter (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 4 Juli 2026. ... to see that with the right story and the right star independent movies can still work.
  6. ^ Grady, Constance (30 Juni 2026). "Why Elon Musk is so obsessed with this violently xenophobic Armie Hammer movie". Vox (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 4 Juli 2026. For the same reason, conservatives love rallying around independent films ...
  7. ^ Villamor, Javier (26 Juni 2026). "Musk Turns Germany's Citizen Vigilante Ban Into Free-Speech Moment" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 4 Juli 2026. ... the film has circulated like any other independent production, with a limited theatrical release and digital distribution.
  8. ^ a b Bradshaw, Peter (30 Juni 2026). "Citizen Vigilante review – Armie Hammer returns to obliterate the imaginary woke piñata of Europe-stan". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Juni 2026. Diakses tanggal 2 Juli 2026. Now here you are, striding around the streets and public parks of Zagreb, shooting Muslims, tasering teens and topping complicit deep-state judges to protest against what your character robustly describes as an "unfriendly takeover by Islamist extremists and the blind-sided woke left".
  9. ^ a b c Barraclough, Leo (19 Juni 2026). "Uwe Boll Says Armie Hammer Film 'Citizen Vigilante' Has Been Banned in Germany for 'Inciting Violence Against Migrants,' but Insists: 'I Am Not a Nazi!'". Variety. Diakses tanggal 21 Juni 2026.
  10. ^ a b c d Villamor, Javier (26 Juni 2026). "Musk Turns Germany's Citizen Vigilante Ban Into Free-Speech Moment". The European Conservative.
  11. ^ a b c d Ray, Siladitya (26 Juni 2026). "Musk Boosts Controversial Film Which Sees Vigilante Target Immigrant Criminals". Forbes. Diakses tanggal 27 Juni 2026.
  12. ^ a b Melzer, James (30 Juni 2026). "New 89-Minute Vigilante Action Thriller Defies Critics to Become Streaming Hit". MovieWeb (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 30 Juni 2026.
  13. ^ a b Meza, Ed (7 Januari 2025). "Armie Hammer Set for Lead Role in Uwe Boll's Vigilante Thriller 'The Dark Knight' (Exclusive)". Variety. Diakses tanggal 7 Januari 2025.
  14. ^ a b c Meza, Ed (2025-02-13). "Armie Hammer Menegakkan Keadilan Vigilante dalam Gambar Tampilan Pertama 'The Dark Knight' saat Costas Mandylor Bergabung dengan Para Pemain (Eksklusif)". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-02-24.
  15. ^ "Filming of 'The Dark Knight' begins in Croatia". Croatia Week. 27 Januari 2025. Diakses tanggal 3 April 2025.
  16. ^ a b Meza, Ed (3 April 2025). "Armie Hammer Thriller 'Dark Knight' Getting New Title Following Chat With Warner Bros.(Exclusive)". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2 Desember 2025.
  17. ^ "Armie Hammer Starrer The Dark Knight's Title Changed To THIS After Feedback From Warner Bros, Batman Fans". timesnownews.com (dalam bahasa Inggris). 4 April 2025. Diakses tanggal 2 Desember 2025.
  18. ^ Fraser, Kevin (18 Februari 2025). "Uwe Boll still plans on calling his next film The Dark Knight, even after a letter from Warner Bros". JoBlo.com. Diakses tanggal 20 Februari 2025.
  19. ^ Sedlmaier, Tobias (27 Juni 2026). "Uwe Boll über «Citizen Vigilante»: «Kontrollieren, wer mich gut findet, kann ich nicht»". Neue Zürcher Zeitung (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 30 Juni 2026.
  20. ^ "'Citizen Vigilante' director explains film's success: 'inconvenient truth'". Newsweek. 29 Juni 2026. Diakses tanggal 30 Juni 2026.
  21. ^ "Citizen Vigilante Director Explains his Ideology". YouTube. 28 Juni 2026. Timestamp: 21:20.
  22. ^ Larman, Alexander (26 Juni 2026). "Citizen Vigilante: The violent Armie Hammer film been banned in German". The Telegraph.
  23. ^ Meza, Ed (12 Februari 2026). "Quiver Acquires Uwe Boll's 'Citizen Vigilante' Starring Armie Hammer, Readies Summer Release". Variety. Diakses tanggal 13 Februari 2026.
  24. ^ Welch, Alex (27 Mei 2026). "Armie Hammer Returns as a Leading Man in 'Citizen Vigilante' Trailer". TheWrap. Diakses tanggal 27 Mei 2026.
  25. ^ Boll, Uwe (25 Mei 2026). "Warum ‚Citizen Vigilante' in Deutschland blockiert wird". Tichys Einblick (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 21 Juni 2026.
  26. ^ "Interview with Uwe Boll: Citizen Vigilante Director on Politics, Cinema, and the Future of Filmmaking". Indie Cinema. 14 Juni 2026.
  27. ^ Saunders, Jarrod (16 Juni 2026). "Armie Hammer's Comeback Film Opens June 19 — Germany Has Already Banned It". Fortress of Solitude. Fortress Entertainment PTY LTD. Diakses tanggal 16 Juni 2026.
  28. ^ Dunn, Jack (27 Juni 2026). "Elon Musk Posts Armie Hammer's Controversial Comeback Film 'Citizen Vigilante' on X". Variety. Diakses tanggal 30 Juni 2026.
  29. ^ Barraclough, Leo (29 Juni 2026). "Armie Hammer's 'Citizen Vigilante' Secures Worldwide Distribution Following Dramatic Elon Musk Intervention". Variety. Diakses tanggal 30 Juni 2026.
  30. ^ "Citizen Vigilante". Rotten Tomatoes. Fandango Media. Diakses tanggal 5 Juli 2026. Sunting di Wikidata
  31. ^ Bentz, Dam (30 Juni 2026). "Armie Hammer's Instantly Controversial Action Movie Gets Global Release After Being Banned". ScreenRant (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 30 Juni 2026. ...though they are overwhelmingly negative, with critics calling it a badly made movie and an often offensive film with a xenophobic message regarding immigrants.
  32. ^ Onion, Rebecca (25 Juni 2026). "Citizen Vigilante Is One of the Most Disturbing Movies I've Seen Lately". Slate (dalam bahasa American English). ISSN 1091-2339. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Juni 2026. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
  33. ^ Sopo, Giancarlo (26 Juni 2026). "Citizen Vigilante Would Kill You For Obeying the Law". National Review. Diakses tanggal 29 Juni 2026.
  34. ^ Niemczyk, Ralf (25 Juni 2026). "Uwe Boll, Zensur & Armie Hammer: Der 'Citizen Vigilante'-Skandal". Rolling Stone (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 30 Juni 2026.
  35. ^ Murray, Douglas (30 Juni 2026). "Douglas Murray: What Really Makes 'Citizen Vigilante' So Dangerous". The Free Press.
  36. ^ a b Newsweek Staff (30 Juni 2026). "'Supergirl' and 'Citizen Vigilante' Cosplay the Same Cultural Fantasy". Newsweek.
  37. ^ Scucci, Robert (29 Juni 2026). "Uwe Boll's Extremely R-Rated Film Is The Most Dangerous Satire Ever Made". GIANT FREAKIN ROBOT (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 6 Juli 2026.
  38. ^ a b c d e "'Citizen Vigilante' director explains film's success: 'inconvenient truth'". Newsweek. 29 Juni 2026. Diakses tanggal 5 Juli 2026.
  39. ^ "MAGA Raves About Controversial Anti-Immigrant Movie Banned in Germany: 'A Must Watch'". Mediate. 29 Juni 2026.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya