Coffee House Bukittinggi
Coffee House Bukittinggi adalah sebuah kedai kopi dan rumah makan yang pernah beroperasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 109, Bukittinggi, Sumatera Barat. Kedai ini dikelola oleh pasangan M. H. Thamrin (Uda Bustam) dan Nuretty (Uni Ety) sejak sekitar tahun 1969 hingga 1989. Selain menyajikan masakan Indonesia, termasuk hidangan Jawa dan Minang, kedai ini juga menawarkan berbagai hidangan Barat yang menjadi salah satu pilihan wisatawan domestik dan mancanegara.[1]
Pada dekade 1970-an, Coffee House Bukittinggi tercatat dalam sejumlah publikasi panduan perjalanan internasional sebagai salah satu tempat makan di Bukittinggi.[2]
Menurut keterangan Nuretty (Uni Ety), sejumlah wisatawan asing mengenal kedai tersebut dengan sebutan Coffee Shop atau Tree Table Cafe.[3]
Sejarah
Berdasarkan arsip keluarga dan keterangan keluarga pemilik, usaha ini diperkirakan telah dirintis sekitar tahun 1940 sebagai sebuah kedai kopi dan rumah makan sederhana yang dikelola oleh nenek Nuretty (Uni Ety). Lokasi usaha berada di kawasan yang kini menjadi Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 109, Bukittinggi.
Menurut dokumen kepemilikan keluarga, lokasi tersebut mengalami beberapa kali perubahan administrasi pertanahan sejak masa Hindia Belanda hingga setelah Indonesia merdeka.[4]
Pada masa awal, kedai ini menyajikan hidangan Minang dan Jawa, seperti lontong sayur, nasi rames, serta minuman berupa kopi, teh talua, dan teh manis.[1]
Pada tahun 1969, pengelolaan usaha diteruskan oleh Nuretty (Uni Ety) bersama suaminya, M. H. Thamrin (Uda Bustam). Sekitar tahun 1972, papan nama Coffee House mulai digunakan sebagai nama usaha.[3]

Arsip foto keluarga mendokumentasikan kunjungan wisatawan mancanegara ke Coffee House sejak awal dekade 1970-an. Salah satu foto bertanggal 1971 masih memperlihatkan tulisan tangan, alamat, dan tanda tangan seorang wisatawan asal Paris, Prancis, pada bagian belakangnya.[5]
Sekitar pertengahan dekade 1980-an, pengelolaan Coffee House mulai dialihkan secara bertahap kepada pihak lain yang dipercaya oleh pemilik. Pengalihan tersebut dilakukan seiring dengan aktivitas Nuretty (Uni Ety) sebagai pramuwisata serta persiapan kepindahan keluarga ke Bali.[1][6]
Pada tahun 1989, M. H. Thamrin dan Nuretty menetap di Bali untuk melanjutkan usaha di bidang kuliner dan seni. Sejak saat itu, keterlibatan keduanya dalam pengelolaan Coffee House Bukittinggi berakhir.[1][3]
Pengelola
Coffee House Bukittinggi dikelola oleh pasangan M. H. Thamrin (Uda Bustam) dan Nuretty (Uni Ety) yang merupakan generasi kedua pengelola usaha keluarga.[1]
M. H. Thamrin merupakan seorang seniman yang berkarya di bidang lukisan, patung, dan desain sablon. Sejumlah karyanya dipajang sebagai bagian dari interior Restoran Pagoda Thailand Food yang didirikan bersama Nuretty di Bali setelah mereka meninggalkan Bukittinggi pada tahun 1989.[1][7]
Selain mengelola Coffee House, Nuretty (Uni Ety) juga aktif sebagai pramuwisata di Sumatera Barat. Berdasarkan arsip keluarga, Nuretty berprofesi sebagai pramuwisata sebelum diterbitkannya Tanda Pengenal Pramuwisata Umum (General Guide Badge) oleh Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Sumatera Barat. Kartu tersebut berlaku untuk periode 1 Januari 1986 – 1989 sebagai bagian dari penataan administrasi pramuwisata.[6][3][8][1]

Salah seorang yang pernah bekerja di Coffee House adalah Ferdimet Abadi. Menurut riwayat hidupnya, ketika masih bersekolah di SMA di Bukittinggi, ia bekerja sebagai pemandu wisata berkat kemampuannya berbahasa Inggris dan Jerman.[9]
Pengalaman berinteraksi dengan wisatawan di Coffee House menjadi bagian dari perjalanan awal Ferdimet Abadi sebelum kemudian dikenal sebagai pelaku usaha dan tokoh pariwisata Minangkabau.[9]
Hubungan dengan pariwisata
Pada dekade 1970-an, Coffee House Bukittinggi tercatat dalam sejumlah buku panduan perjalanan internasional sebagai salah satu tempat makan di Bukittinggi. Pada masa itu, kedai ini menjadi salah satu tempat makan yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke kota tersebut.[2]
Coffee House berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, berseberangan dengan Hotel Singgalang. Pada dekade 1970-an, kawasan tersebut menjadi salah satu titik persinggahan dan transit wisatawan yang melakukan perjalanan darat melintasi Sumatra.
Selain terdapat penginapan, kawasan tersebut juga memiliki beberapa rumah makan yang melayani wisatawan, serta agen tiket sejumlah perusahaan otobus yang melayani rute perjalanan antarkota dan antarprovinsi di Pulau Sumatra. Kondisi tersebut menjadikan kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani sebagai salah satu titik persinggahan wisatawan di Bukittinggi.[10]
Berdasarkan keterangan Nuretty (Uni Ety), sebagian wisatawan mengenal Coffee House dengan sebutan Coffee Shop atau Tree Table Cafe.[3] Menurut arsip keluarga, sebutan Tree Table Cafe dikaitkan dengan kondisi awal rumah makan yang memang hanya memiliki tiga meja makan. Istilah tersebut kemudian digunakan oleh sebagian wisatawan dalam catatan perjalanan mereka.[3]
Kelanjutan usaha
Setelah meninggalkan Bukittinggi pada tahun 1989, Nuretty (Uni Ety) dan M. H. Thamrin menetap di Bali untuk melanjutkan usaha di bidang kuliner.[1]

Di Bali, mereka mendirikan Restoran Pagoda Thailand Food di kawasan Legian, Kuta. Restoran tersebut beroperasi hingga sekitar tahun 1998 dan menyajikan masakan Thailand serta hidangan Barat. Selain menyajikan hidangan, restoran tersebut juga memajang sejumlah lukisan karya M. H. Thamrin sebagai bagian dari interiornya.[7]

Setelah Pagoda Thailand Food berhenti beroperasi sekitar tahun 1998, M. H. Thamrin dan Nuretty menetap di Yogyakarta.
M. H. Thamrin wafat pada tahun 1999 dan dimakamkan di Kompleks Makam Girisapto, Makam Seniman/Pengharum Bangsa, Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.[11]
Galeri
Referensi
- ^ a b c d e f g h Arsip keluarga Coffee House Bukittinggi, meliputi dokumen kepemilikan usaha, foto keluarga, dan dokumentasi sejarah pengelola.
- ^ a b Lark, S. Travel Asia and Europe 1976–1977: Overland through Sumatra. Sandyslark Travelogues, 1976.
- ^ a b c d e Wawancara dengan Nuretty (Uni Ety), Pering, Gianyar, Bali, 2025.
- ^ Arsip keluarga: Sertifikat tanah dan denah lokasi keluarga, sekitar 1963.
- ^ Arsip foto keluarga Coffee House Bukittinggi.
- ^ a b Kartu Pengenal Pariwisata Umum (General Guide Badge) atas nama Nuretty, Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Sumatera Barat, berlaku 1 Januari 1986–1989.
- ^ a b Dokumentasi keluarga: Restoran Pagoda Thailand Food, Legian, Kuta, Bali.
- ^ Harian Haluan. Desember 1985.
Harian Haluan, Desember 1985. Liputan penutupan Kursus Pramuwisata yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Sumatera Barat di Hotel Minang, Padang. Keterangan foto menyebutkan 10 peserta terbaik dari 32 peserta yang dinyatakan lulus. Arsip kliping keluarga.
{{cite news}}: - ^ a b Wikipedia bahasa Minangkabau. FerdimetAbadi.
- ^ Nasution, Zia (4 Mei 2020). "Bus Sibualbuali, Perusahaan Bus yang Beroperasi Jauh Sebelum Indonesia Merdeka". SINDOnews. Diakses tanggal 30 Juli 2026.
- ^ "Makam GM Sudarta Jadi Makam yang Paling Dekat dengan Makam Sapto Hudoyo". Tribun Jogja. 3 Juli 2018. Diakses tanggal 30 Juli 2026.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.