Dapur arang berakit
Artikel ini sebagian besar atau seluruhnya berasal dari satu sumber. |
Dapur arang berakit berada di Kampung Panglong Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Untuk menuju ke Kampung Panglong bisa ditempuh dengan menempuh perjalanan menuju ke Pantai Trikora Bintan. Bintan sudah didesain pemerintah daerah menjadi museum destinasi wisata.[1]
Fungsi
Tungku arang bakau biasa digunakan warga untuk membakar kayu bakau (mangrove) agar menjadi arang. Dapur arang memproduksi puluhan ton arang setiap harinya saat aktif produksi. Dapur arang membuat arang dari bahan kayu bakau. [1]
Dulunya, Dapur Arang ini digunakan oleh masyarakat Kampung Panglong untuk menghasilkan arang dalam jumlah banyak hanya dengan satu kali membakar.[1]
Salah satu Tokoh Masyarakat yang kerap dipanggil ''Pak ude'' menyampaikan, pada mulanya dapur arang tersebut digunakan oleh masyarakat sekitar untuk mencari rezeki oleh mayoritas wisata yang sudah berumah tangga.
Akhirnya, Pemerintah Kabupaten Bintan mengambil alih Dapur Arang tersebut dijadikan kawasan ekowisata yang kini terkenal dengan sebutan Kampung Wisata Panglong.[1]
Kawasan Dapur Arang sudah jauh lebih baik dibandingkan beberap tahun lalu. Pemerintah Kabupaten Bintan pun telah lama memberikan bantuan untuk pengembangan wisata Dapur Arang sekaligu meronavasi puluhan rumah untuk menjadi hunian oleh warga Suku laut.[1]
Arsitektur
Dapur arang berakit merupakan tungku berukuran besar, berbentuk dua bangunan besar seperti piramida. Dapur arang berakit bangunan nya terlihat seperti gundukan pasir bercorak merah ibarat tumpukan bata bersusun. Dapur arang berakit dibuat oleh tangan manusia menggunakan tanah liat. [1]
Nilai Budaya dan Sosial
Selain nilai ekonominya, Dapur Arang Berangkit memiliki makna sosial dan budaya. Aktivitas produksi arang sering melibatkan kerja kolektif masyarakat, memperkuat solidaritas sosial dan hubungan kekerabatan. Dalam konteks ini, dapur arang berfungsi sebagai ruang interaksi sosial sekaligus simbol kearifan lokal dalam mengelola alam.
Keberadaan dapur arang juga menjadi penanda identitas lokal. Nama Berangkit sendiri sering diasosiasikan dengan aktivitas pembakaran arang, sehingga toponimi tersebut merekam memori kolektif masyarakat terhadap sejarah ekonominya.[2]
Referensi
- ^ a b c d e f Ardian Hutabarat, Ardian (2024-07-14). "Dapur Arang Tanjung Berakit, Kini Menjadi Kampung Wisata". rri.co.id. Diakses tanggal 2026-01-04.
- ^ "Konsep Pemikiran Dalam Ukiran Kayu Tradisional Masyarakat Melayu". Jurnal Peradaban Melayu (17): 49–55. 2021-12-30. doi:10.37134/peradaban.vol17.2.6.2022. ISSN 3030-5950.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.