Daur raksa

Daur fisik raksa

Daur raksa merupakan rangkaian proses alami yang menggambarkan pergerakan dan transformasi unsur merkuri (Hg) di lingkungan. Merkuri dapat berpindah antara atmosfer, tanah, air, dan sedimen melalui proses fisika, kimia, dan biologis. Pemahaman mengenai siklus ini penting untuk menilai bagaimana merkuri memengaruhi ekosistem serta potensi paparan terhadap manusia terutama melalui rantai makanan.[1]

Pergerakan

Merkuri terdapat dalam tiga bentuk utama, yaitu merkuri unsur (Hg⁰), merkuri anorganik (Hg²⁺), dan metilmerkuri (CH₃Hg⁺).[2] Sumber merkuri dapat berasal dari proses alami seperti letusan gunung berapi, kebakaran hutan, dan penguapan dari laut, maupun dari aktivitas manusia seperti pembakaran batubara, pengolahan logam, dan pembakaran limbah. Merkuri unsur yang berbentuk gas dapat berpindah jarak jauh di atmosfer sebelum berubah menjadi bentuk anorganik dan terdeposisi ke tanah atau perairan. Setelah mengendap, merkuri dapat diserap oleh tumbuhan, terbawa aliran air permukaan, atau mengendap di dasar sedimen. Sebagian dari merkuri tersebut dapat kembali menguap ke atmosfer, membentuk siklus yang terus berulang di alam.[1][3]

Transformasi

Di lingkungan perairan dan sedimen, merkuri mengalami proses kimia dan biologis yang mengubah bentuknya. Proses utama yang terjadi adalah metilasi dan demetilasi. Metilasi mengubah merkuri anorganik menjadi metilmerkuri melalui aktivitas bakteri anaerobik, sedangkan demetilasi merupakan proses kebalikannya, yaitu penguraian metilmerkuri kembali menjadi bentuk anorganik. Kedua proses ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti kadar oksigen, suhu, dan ketersediaan bahan organik. Hasil dari proses-proses ini menentukan bentuk kimia merkuri yang beredar di ekosistem serta tingkat toksisitasnya terhadap organisme hidup.[4][5][6]

Akumulasi

Metilmerkuri memiliki sifat toksik dan mudah terakumulasi dalam jaringan organisme. Melalui proses biomagnifikasi, konsentrasi merkuri meningkat pada organisme yang berada di tingkat trofik lebih tinggi dalam rantai makanan. Metilmerkuri yang dihasilkan oleh bakteri dapat diserap oleh plankton, kemudian dimakan oleh ikan kecil, ikan besar, hingga predator puncak seperti burung laut atau mamalia laut. Menyebabkan manusia dapat terpapar merkuri terutama melalui konsumsi ikan yang terkontaminasi. Peningkatan aktivitas industri telah menyebabkan kadar merkuri di atmosfer dan ekosistem air meningkat jika dibandingkan masa praindustri. Upaya pengurangan emisi dapat menurunkan kadar merkuri di lingkungan, tetapi pemulihan ekosistem memerlukan waktu panjang karena sifat siklus merkuri yang dinamis dan berkelanjutan.[3]

Referensi

  1. ^ a b Environment and Climate Change Canada. (2016). Canadian Mercury Science Assessment: Report. Catalogue No. En84-130/3-2016E-PDF. Government of Canada. Diakses secara daring dari https://publications.gc.ca/collections/collection_2017/eccc/En84-130-3-2016-eng.pdf
  2. ^ P., Mason, Robert; W.F., Fitzgerald,; François M M Morel; François M M Morel; François M M Morel; Park, Haewon; B., Ward, Bess; François M M Morel (1994). "The biogeochemical cycling of elemental mercury: Anthropogenic influences". Environmental Science & Technology (dalam bahasa Inggris). 58 (15). ISSN 0013-936X. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  3. ^ a b U.S. Geological Survey. (2013, Januari 10). Mercury cycling in the environment. Wisconsin Water Science Center. https://wi.water.usgs.gov/mercury/mercury-cycling.html
  4. ^ Wenyu, Zhao,; Runjie, Gan,; Bensen, Xian,; Tong, Wu,; Guoping, Wu,; Shixin, Huang,; Ronghua, Wang,; Zixuan, Liu,; Qin, Zhang, (2024-10). "Overview of Methylation and Demethylation Mechanisms and Influencing Factors of Mercury in Water". Toxics (dalam bahasa Inggris). 12 (10). doi:10.3390/toxic. ISSN 2305-6304. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  5. ^ Bento, Beatriz; Hintelmann, Holger (2024-11-15). "Assessment of mercury methylation and methylmercury demethylation potentials in water and sediments along the Wabigoon River system". Science of The Total Environment. 951: 175658. doi:10.1016/j.scitotenv.2024.175658. ISSN 0048-9697.
  6. ^ Li, YanBin; Cai, Yong (2013-01-01). "Progress in the study of mercury methylation and demethylation in aquatic environments". Chinese Science Bulletin (dalam bahasa Inggris). 58 (2): 177–185. doi:10.1007/s11434-012-5416-4. ISSN 1861-9541.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya