Deflasi utang
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022) |
Deflasi utang adalah teori siklus ekonomi yang menyatakan bahwa resesi dan depresi disebabkan oleh naiknya nilai riil utang karena deflasi sehingga masyarakat tidak mampu melunasi pinjaman konsumsi dan KPR-nya. Aset bank jatuh karena gagal bayar dan nilai jaminannya jatuh sehingga memicu peningkatan insolvensi bank, berkurangnya pemberian pinjaman, dan berkurangnya belanja. Siklus kredit adalah sebab terjadinya siklus ekonomi.
Teori ini dikembangkan oleh Irving Fisher setelah krisis Wall Street 1929 dan Depresi Besar. Teori deflasi utang sudah dikenal oleh John Maynard Keynes sebelum dibahas oleh Fisher. Menurut Keynes, teori ini tidak bisa dibandingkan dengan teori preferensi likuiditas yang dipaparkannya.[1] Teori ini kembali digandrungi sejak tahun 1980-an baik dalam ekonomi arus utama dan ekonomi pasca-Keynesian heterodoks, kemudian dikembangkan oleh para ekonom pasca-Keynesian seperti Hyman Minsky[2] dan ekonom arus utama Ben Bernanke.[3]
Lihat pula
Referensi
- ^ Pilkington, Philip (February 24, 2014). "Keynes' Liquidity Preference Trumps Debt Deflation in 1931 and 2008".
- ^ Minsky, Hyman (1992). "The Financial Instability Hypothesis".
- ^ Steve Keen (1995). "Finance and economic breakdown: modelling Minsky’s Financial Instability Hypothesis", Journal of Post Keynesian Economics, Vol. 17, No. 4, 607–635
- Bernanke, Ben (1995), "The Macroeconomics of the Great Depression: A Comparative Approach" (PDF), Journal of Money, Credit, and Banking, 27 (1): 1–28, doi:10.2307/2077848, JSTOR 2077848
- Fisher, Irving (1933), "The Debt-Deflation Theory of Great Depressions" (PDF), Econometrica
- Eckstein, Otto; Sinai, Allen (1990), "1. The Mechanisms of the Business Cycle in the Postwar Period", dalam Robert J. Gordon (ed.), The American Business Cycle: Continuity and Change, University of Chicago Press, ISBN 978-0-226-30453-3
- Charles Roxburgh; Susan Lund; Tony Wimmer; Eric Amar; Charles Atkins; Ju-Hon Kwek; Richard Dobbs; James Manyika (January 2010), Debt and deleveraging: The global credit bubble and its economic consequences, McKinsey Global Institute, diarsipkan dari asli tanggal 2011-11-13, diakses tanggal 2017-05-30
Pranala luar
- DebtDeflation, oleh Steve Keen
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.