Deisme Inggris

Deisme adalah satu ajaran pencerahan pada ke-18 yang memandang bahwa selain Alkitab, akal budi menjadi sarana bagi manusia untuk mengenal Allah.[1] Ajaran tradisional yang menekankan kemanusiaan Yesus.[1] Ajaran ini menghasilkan sikap toleransi sesuai eksistensi manusia sosial dan rasional.[2] Ajaran pencerahan yang mengungkapkan manusia tidak perlu tunduk kepada segala hal yang ada di luar dirinya sendiri.[1] Salah satu pikiran di Eropa Barat saat itu misalnya, pada mulanya alam dan hukumnya tersembunyi dalam kegelapan, dan Allah bersabda, jadilah Newton, maka segala sesuatu menjadi terang.[3]
Pencerahan disebabkan konteks Eropa yang kacau balau setelah perang yang berkepanjangan (Perang Tiga Puluh Tahun) antara Kelompok Protestan dan Kelompok Katolik.[2] Perang tersebut mengakibatkan jutaan korban jiwa, dekandensi moral, hancurnya perekonomian, kemiskinan meningkat dan ketidakpercayaan kepada agama yang terlalu dogmatis.[2]
Deisme di Inggris

Pencerahan di Inggris yang disebut Deisme.[1] Pengaruh pencerahan ini menekankan kemampuan super rasio dan menolak otoritas adikodrati.[1] Deisme adalah suatu ajaran atau paham rasional yang percaya bahwa Allah ada dan dapat dilihat melalui kerumitan dan hukum-hukum alam.[1] Akan tetapi, Allah tidak turut serta dalam perkembangan alam dan kehidupan manusia yang bekerja berdasarkan prinsip-prinsip alam yang dibuatnya.[1] Secara sederhana, Allah adalah pencipta alam pada taraf tingkat kerumitannya, tetapi Allah hanya menanamkan prinsip-prinsip kerja dalam alam.[1] Kemudian sang adikodrati melepaskan alam dan manusia untuk bekerja dengan sendirinya.[1] Th van den End menganalogikan, seperti arloji yang berjalan secara otomatis.[1]
Deisme muncul bersamaan dengan lahirnya sebuah aliran filsafat empirisme yang digagas oleh John Locke.[1] Salah satu tokoh yang berperan dalam gerakan Pencerahan tentang toleransi.[1] John Locke mengatakan, bahwa penyataan Allah sesuai dengan akal budi manusia.[1] Di Inggris, pergerakan Deisme berkembang sangat cepat, karena orang-orang bebas untuk berpendapat memiliki tokoh-tokoh ilmuwan seperti Newton, David Hume dan John Locke.[4] Tokoh besar pertama dari Deisme adalah Herbert dari Cherbury.[4] Herbert meengatakan, agama yang sejati haruslah universal, tidak hanya menuntut kesetiaan buta atas ajaran Alkitab dan tokoh-tokoh gereja.[4] Agama tidak berdasarkan pada keselamatan yang khusus, ataupun gerak sejarah, tetapi cukup pada naluri alamiah dari setiap keberadaan manusia.[4]
Kemudian Deisme di Inggris mencapai puncaknya pada pemikiran David Hume.[3] Segala sesuatu yang tidak rasional dan empiris harus disingkirkan ke dalam api.[3] Kemudian Deisme tersebar ke luar Inggris, bahkan secara radikal di Prancis oleh Voltaire, Diderot, Rousseau.[3] Menurut Cairns, Deisme memiliki beberapa ajaran yang penting yaitu percaya pada Allah sebagai penyebab awal dari segala sesuatu dalam dunia yang kemudian meninggalkannya bekerja dalam hukum alam; tidak ada tempat bagi mukjizat dan Alkitab sebagai penyataan dari Allah; Yesus hanya dianggap sebagai guru moral, manusia hanya menyembah pada Allah saja; dan Alkitab hanya buku pedoman moral, karena bagi manusia secara alamiah sumber moral ada pada pikirannya sendiri.[2]
Referensi
- ^ a b c d e f g h i j k l m (Indonesia) Th Van den End. Harta dalam Bejana, Sejarah Gereja Ringkas. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2005. 233, 230, 232, 231
- ^ a b c d (Indonesia) Earle E. Cairns. Earle E. Chirstianity Through The Centuries: a History of The Christian Church. Michigan: Zondervan Publishing. 1996. 380, 347-349, 387 Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; nama "Cairns" didefinisikan berulang dengan isi berbeda - ^ a b c d (Indonesia) Simon Petrus L. Tjahjadi. Petualangan Intelektual: Konfrontasi dengan Para Filsuf dari Zaman Yunani hingga Zaman Modern. Yogyakarta: Kanisius. 2004. 182, 181, 247
- ^ a b c d (Inggris) Justo L. Gonzalez. Story of Christianity Volume 2: The Reformation to The Present Day. San Francisco: Harper & Row. 1984. 190
Lihat pula
Pranala luar
- The Origins of English Rationalism
- Deism in English[pranala nonaktif permanen]
- English Deism – Internet Encyclopedia of Philosophy
- The Rise and Fall of English Deism Diarsipkan 2009-02-02 di Wayback Machine.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.