Deng Zhi

Deng Zhi
鄧芝
Statue of Deng Zhi in a temple in Chengdu, Sichuan
General of Chariots and Cavalry (車騎將軍)
Masa jabatan
243 (243) – 251 (251)
Penguasa monarkiLiu Shan
Inspector of Yan Province (兗州刺史)
(nominal)
Masa jabatan
234 (234) – 243 (243)
Penguasa monarkiLiu Shan
General of the Vanguard (前將軍)
Masa jabatan
234 (234) – 243 (243)
Penguasa monarkiLiu Shan
Vanguard Military Adviser (前軍師)
Masa jabatan
234 (234) – 243 (243)
Penguasa monarkiLiu Shan
General Who Spreads Martial Might
(揚武將軍)
Masa jabatan
227 (227) – 234 (234)
Penguasa monarkiLiu Shan
KanselirZhuge Liang
Central Supervisor of the Army (中監軍)
Masa jabatan
227 (227) – 234 (234)
Penguasa monarkiLiu Shan
KanselirZhuge Liang
Master of Writing (尚書)
Masa jabatan
ca 221 – 227 (227)
Penguasa monarkiLiu Bei / Liu Shan
KanselirZhuge Liang
Administrator of Guanghan (廣漢太守)
Masa jabatan
? – ca 221
Prefect of Pi (County) (郫令)
Masa jabatan
ca 214 – ?
Informasi pribadi
Lahir178[1]
Xinye County, Henan
Meninggal251 (aged 73)[2]
MakamZitong County, Sichuan
HubunganDeng Yu (ancestor)
AnakDeng Liang
Orang tua
  • Zheng Tiansheng (ibu)
PekerjaanOfficial, diplomat, general
Courtesy nameBomiao (伯苗)
PeerageMarquis of Yangwu Village
(陽武亭侯)
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Deng Zhi (178 - 251),[a][2] nama kehormatan Bomiao adalah seorang pejabat pemerintah, diplomat dan jenderal dari Shu Han saat Zaman Tiga Negara di Tiongkok. Seorang keturunan dari Deng Yu, Deng Zhi memulai karirnya pada masa Akhir Dinasti Han sebagai pengikut Liu Bei, bekerja sebagai pejabat tingkat rendah di Kabupaten Pi. Liu Bei yang melihat potensi terhadapnya kemudian menaikkannya menjadi prefek kabupaten dan kemudian sebagai administrator komanderi dan sekretaris kekaisaran. Pada 223, wali penguasa Shu Zhuge Liang mengutus Deng Zhi ke Dong Wu sebagai seorang diplomat untuk bertemu dengan Sun Quan untuk kembali menghidupkan aliansi Sun-Liu melawan Cao Wei. Deng Zhi berhasil dalam misinya dan ia dipuji oleh Sun Quan atas perbaikan hubungan Shu dan Wu. Pada 227, Deng Zhi menjadi jenderal dan ikut di Ekspedisi Utara Zhuge Liang dengan memimpin pasukan dengan Zhao Yun untuk menarik perhatian panglima besar Wei Cao Zhen. Walaupun kalah, Deng Zhi dan Zhao Yun berhasil mengecoh musuh dan dapat mundur dengan teratur dan bertahan kuat melawan serangan Cao Zhen. Setelah Zhuge Liang wafat pada 234, Deng Zhi naik pangkat ke pangkat jenderal yang lebih tinggi dan ditugaskan di wilayah yang sekarang menjadi Chongqing untuk 10 tahun sebelum dipanggil kembali ke Chengdu pada usia 70an untuk menjadi Jenderal Kereta Kuda dan Kavaleri. Pada 248, ia menumpaskan sebuah pemberontakan di Fuling.[4] Ia meninggal pada 251.

Kehidupan awal

Deng Zhi lahir pada tahun 178 masa akhir Dinasti Han Timur di Kabupaten Xinye (新野縣), Komanderi Yiyang (義陽郡) yang sekarang merupakan daerah Kabupaten Xinye, Henan. Ia merupakan seorang keturunan dari Deng Yu, jenderal yang mengabdi dibawah Kaisar Guangwu dari Han pada awal Dinasti Han Timur.[5]

Pada Akhir Dinasti Han, Deng Zhi hijrah ke Provinsi Yi (mencakupi Sichuan dan Chongqing masa kini), dimana ia tidak banyak dikenal oleh masyarakat sekitar seperti ia kira. Ia kemudian berkonsultasi dengan seorang peramal bernama Zhang Yu, seorang pejabat rendah di Provinsi Yi yang terkenal akan ahli ramalan. Zhang Yu berkata kepadanya: "Tuan, begitu tuan sudah mencapai umur 70 tahun, kamu akan menjadi Panglima Besar dan mendapatkan gelar marquis".[6]

Utusan Shu kepada Wu

Antara Agustus 221 sampai Oktober 222, Liu Bei berperang melawan mantan sekutunya Sun Quan yang menyingkari perjanjian sekutu pada 219 dengan menginvasi wilayah Liu Bei di Provinsi Jing selatan dan membunuh Guan Yu, salah satu jenderal besar Liu Bei. Namun, Liu Bei kalah telak melawan pasukan Sun Quan di Pertempuran Xiaoting.[7]

Sebelum Liu Bei meninggal pada 223,[8] Sun Quan berupaya damai dengan Liu Bei setelah Pertempuran Xiaoting. Sebagai tanggapan, Liu Bei mengutus Song Wei (宋瑋) dan Fei Yi sebagai wakilnya dan menegosiasikan gencatan senjata.[9] Setelah itum, Liu Bei meninggal dunia dan Kanselir Agung Zhuge Liang menjadi wali penguasa bagi penguasa baru, Liu Shan yang masih belia.[8]

Zhuge Liang khawatir perdamaian dengan Wu tidak akan berlangsung lama dan ia tidak mengetahui bagaimana cara menghadapi Sun Quan.[10] Deng Zhi mendatanginya dan berkata: "Yang Mulia masih muda dan rentan. Ia baru saja naik takta. Kita harus mengirim seorang utusan ke Wu untuk membangun kembali hubungan persahabatan dengan mereka." Zhuge Liang membalasnya: "Saya sudah memikirkan ini untuk waktu yang sangat lama namun saya belum menemukan orang yang cocok untuk melakukan ini. Sekarang sepertinya saya sudah menemukan orang yang tepat." Ketika Deng Zhi menanyakan siapa yang berada di benak pikirannya untuk melakukan tugas ini, Zhuge Liang menunjukknya dan berkata: "Kamu, Tuan". Ia kemudian mengutus Deng Zhi untuk menemui Sun Quan.[11]

Perjalanan pertama

Saat Deng Zhi sampai di Wu, Sun Quan menolak bertemu dengannya jadi ia menulis sebuah petisi kepada Sun Quan yang bernada: "Saya datang kemari bukan hanya demi Shu, tetapi juga demi Wu!".[12] Sun Quan kemudian mempersilakannya masuk bertemu dengannya dan berkata: "Saya sebenarnya memang mau membentuk aliansi dengan Shu. Namun, saya khawatir pemimpin Shu masih muda dan rentan, dan Shu masih kecil dan lemah sampai ia tidak bisa diselamatkan dari penaklukan Wei. Inilah kenapa saya masih memiliki pemikiran kedua".[13]

Deng Zhi kemudian membalas:

Dua negara Shu dan Wu membentangi empat provinsi. Sementara Yang Mulia merupakan seorang pahlawan, Zhuge Liang jugalah seorang pahlawan di masanya. Shu memiliki gunung yang tinggi sebagai pertahanan alam sementara Wu memiliki sungai sebagai pertahanan alami. Jika kita mengabungkan keunggulan geografis dan membentuk aliansi, kita bisa menaklukkan kekaisaran jika kita maju, dan kita masih bisa bertahan di posisi masing-masing jika mundur. Inilah hal-hal alamiah. Jika Yang Mulia setuju mengirimkan putra anda sebagai sandera Wei, mereka pada akhirnya akan meminta anda atau putra mahkota anda mengabdi kepada mereka. Jika anda menolak, mereka akan menganggap ini sebagai makar dan menyerang anda. Ketika itu terjadi, Shu akan mengikuti arus dan menguasai apapun dari anda. Tanah-tanah di Jiangnan akan kemudian tidak lagi dibawah kekuasaan Yang Mulia.[14]

Sun Quan kemudian berpikir panjang dan kemudian membalas Deng Zhi, "Tuan, kamu benar!". Ia kemudian memutuskan hubungan dengan Wei, membentuk aliansi militer dengan Shu, dan kemudian melantik Zhang Wen sebagai utusannya untuk mengikuti Deng Zhi kembali ke Shu.[15] Deng Zhi juga membantu dalam menegosiasikan kepulangan Zhang Yi yang ditawan oleh pemberontak di Nanzhong yang dipimpin oleh Yong Kai dan dikirim ke Wu.[16]

Perjalanan kedua ke Wu

Setelah Zhang Wen yang mewakili Sun Quan menyatakan setuju untuk menghidupkan kembali aliansi Wu-Shu, Deng Zhi kembali ke Wu menemani Zhang Wen menghadap Sun Quan. Saat itu, Sun Quan mengobrol dengan Deng Zhi, "Betapa indahnya jika dua kaisar dapat memerintah sebuah kekaisaran bersama pada masa damai!".[17] Deng Zhi membalasnya:

Langit tidak bisa mempunyai dua matahari, dan tanah tidak bisa diperintah oleh dua raja. Jika, setelah Wu dan Shu mengalahkan Wei, Yang Mulia gagal memahami siapa yang memiliki Mandat Surga, setiap penguasa akan memuji kebajikan mereka sendiri, rakyat mereka akan memenuhi kesetiaan mereka kepada penguasa masing-masing, dan para prajurit mereka akan bersiap untuk berperang. Itu baru permulaan perang.[18]

Sun Quan ketawa dan kemudian berkata kepada Deng Zhi, "Kamu memang orang yang jujur!"[19] Ia kemudian menuliskan sebuah surat kepada Zhuge Liang mengenai Deng Zhi: "Ding Gong melakukannya secara dangkal sementara Yin Hua melakukannya secara tidak lengkap. Hanya Deng Zhi yang berhasil menjembatani hubungan antara kedua negara kita."[20]

Invasi Shu ke Wei

Pada 227, Zhuge Liang memerintahkan militer Shu Han untuk memobilisasi dan berkumpul di Hanzhong untuk melancarkan operasi militer skala besar melawan Cao Wei.[8] Saat itu, Zhuge Liang menunjuk Deng Zhi sebagai Jenderal Penyebar Kekuatan Militer (揚武將軍) dan Supervisor Tengah Pasukan (中監軍).[21]

Pada musim semi 228, Deng Zhi ditugaskan bersama Zhao Yun oleh Zhuge Liang untuk memimpin sebuah detasemen pasukan ke Lembah Ji (箕谷) dan memerintah mereka untuk berpura-pura menyerang Kabupaten Mei (sekarang di bagian tenggara Kabupaten Fufeng, Shaanxi) melalui Lembah Xie (斜谷). Mereka ditugaskan untuk mengecoh perhatian pasukan Wei sementara pasukan utama Zhuge Liang menyerang Gunung Qi (祁山).[22] Menanggapi invasi ini, Kaisar Wei Cao Rui memerintahkan Zhang He untuk menyerang Zhuge Liang di Gunung Qi,[23] sementara memerintahkan Cao Zhen untuk menyerang Zhao Yun dan Deng Zhi di Lembah Ji.[24]

Melawan Cao Zhen, Zhao Yun dan Deng Zhi kalah tetapi kekalahan mereka merupakan bagian dari rencana Zhuge Liang karena Zhuge Liang hanya memberikan mereka pasukan yang lemah sementara pasukan terbaik tetap dipimpin Zhuge Liang untuk menyerang Gunung Qi. Tugas Deng Zhi dan Zhao Yun dengan pasukan lemah tersebut hanyalah untuk memancing musuh. Namun demikian, Deng Zhi dan Zhao Yun mengatur pertahanan mereka sambil mundur perlahan-lahan, mengurangi kekalahan mereka.[24]

Sementara itu, pasukan pimpinan Ma Su mengalami kekalahan hebat di Pertempuran Jieting melawan pasukan Wei pimpinan Zhang He. Zhang He kemudian mengambil kesempatan untuk menguasai kembali Tianshui, Anding dan Nan'an yang sebelumnya membelot ke Shu.[25][26] Setelah mendengar kekalahan di Jieting dan Lembah Ji, Zhuge Liang menarik pasukannya kembali ke Hanzhong pada musim semi 228.[27] Deng Zhi sebagai pejabat tinggi memasukan namanya bersama dengan Zhuge Liang dalam pemakzulan Li Yan yang menutupi kegagalannya dalam hal logistik.[28]

Di Kisah Tiga Negara

Deng Zhi adalah tokoh sampingan dalam novel sejarah abad ke-14, Kisah Tiga Negara, yang meromantiskan peristiwa sejarah sebelum dan selama periode Tiga Kerajaan di Tiongkok. Perjalanan pertamanya ke Wu sebagai utusan Shu pada tahun 223 didramatisasi dan dilebih-lebihkan dalam Bab 86.

Saat Deng Zhi sampai di Wu, Zhang Zhao menyarankan kepada Raja Wu Sun Quan untuk menakuti Deng Zhi dan merebusnya hidup-hidup seperti kematian Li Yiji jika Deng Zhi mencoba melobi perdamaian dengan Shu.[29] Sun Quan mendengarkan saran Zhang Zhao dan kemudian menyiapkan sebuah kuali besar berisi minyak mendidih di luar ruang pertemuan, dan memerintahkan para penjaga bersenjata lengkap untuk berjaga di sepanjang jalan menuju ruang pertemuan.[30]

Ketika sampai di luar istana, Deng Zhi mengamati sekitar istana dan menyadari keinginan Sun Quan. Ia tidak menunjukkan ketakutan dan dengan santai berjalan masuk ke istana, bersenyum saat dilihat oleh penjaga bersenjata yang melototinya. Setelah masuk, ia tidak memberi hormat kepada Sun Quan, yang berteriak kepada Deng Zhi, "kenapa kamu tidak melutut?".[31] Deng Zhi kemudian dengan yakin menjawab, "Seorang utusan dari kerajaan hebat tidak akan berlutut kepada penguasa negara kecil!".[32] Sun Quan yang geram kemudian berkata: "Kamu tidak tahu adab. Apakah kamu akan mengunakan lidahmu untuk meyakinkan saya seperti Li Yiji yang mencoba melobi Raja Qi? Kamu boleh melemparkan dirimu ke kuali itu sekarang!".[33] Deng Zhi ketawa dan menjawab: "Orang-orang berkata bahwa Dong Wu memiliki banyak talenta. Siapa sangka mereka takut sama seorang cedekiawan?"[34] Sun Quan kemudian berkata: "Mengapa saya harus takut kepada orang biasa?"[35] Deng kemudian menjawab: "Jika anda tidak takut dengan Deng Bomiao, jadi kenapa anda takut bahwa saya kesini untuk melobimu?"[36] Sun Quan kemudian bertanya, "Kamu kesini atas nama Zhuge Liang untuk mencoba melobi saya untuk menolak Wei dan bergabung dengan Shu. Apakah itu benar?"[37] Deng Zhi kemudian berkata, "Saya hanyalah seorang terpelajar dari Shu. Saya kesini dengan kepentingan Wu, namun anda mencoba menakuti saya dengan penjaga bersenjata lengkap dan sebuah kuali minyak yang panas. Bukankah itu menunjukkan pemikiran sempit dan intoleransi anda?"[38]

Sun Quan merasa cemas dan malu terhadap perkataan Deng Zhi, maka ia memerintah penjaganya untuk meninggalkan keduanya dan menawarkan Deng Zhi untuk duduk di aula istana. Ia kemudian bertanya kepada Deng Zhi, "Tuan, apakah tuan bisa menjelaskan kepentingan Wu dan Wei?"[39] Deng Zhi kembali bertanya, "Yang Mulia berniat untuk berdamai dengan Shu atau Wei?"[40] Sun Quan kemudian menjawab: "Saya ingin berdamai dengan Shu, Namun, saya khawatir pemimpin Shu masih muda dan rentan serta tidak bisa menjamin keselamatan Shu"[41] Deng kemudian menjelaskan: "Walaupun Yang Mulia merupakan seorang pahlawan, Zhuge Liang jugalah seorang pahlawan pada waktunya. Shu memiliki gunung yang tinggi sebagai pertahanan alam sementara Wu memiliki sungai sebagai pertahanan alami. Jika kita mengabungkan keunggulan geografis dan membentuk aliansi, kita bisa menaklukkan kekaisaran jika kita maju, dan kita masih bisa bertahan di posisi masing-masing jika mundur. Inilah hal-hal alamiah. Jika Yang Mulia setuju mengirimkan putra anda sebagai sandera Wei, mereka pada akhirnya akan meminta anda atau putra mahkota anda mengabdi kepada mereka. Jika anda menolak, mereka akan menganggap ini sebagai makar dan menyerang anda. Ketika itu terjadi, Shu akan mengikuti arus dan menguasai apapun dari anda. Tanah-tanah di Jiangnan akan kemudian tidak lagi dibawah kekuasaan Yang Mulia. Jika Yang Mulia tidak setuju dengan perkataan saya, maka saya akan mati sekarang di hadapan Yang Mulia untuk menyingkirkan diri saya sendiri dari label seorang pelobi."[42]

Setelah mengakhiri pidatonya, Deng Zhi dengan cepat meninggalkan aula dan bersiap-siap meloncat ke dalam kuali minyak tersebut. Sun Quan kemudian memerintahkan penjaganya untuk mencegatnya, mengundangnya kembali masuk ke aula dan memperlakukannya seperti seorang tamu terhormat.[43] Sun Quan kemudian berkata, "Tuan, apa yang tuan katakan sejalan dengan pemikiran saya. Saya berhasrat untuk berdamai dan bersekutu dengan Shu. Tuan, apakah anda bersedia membantu saya?"[44] Deng Zhi kembali berkata: "Tadi Yang Mulia mau merebus saya hidup-hidup. Sekarang Yang Mulia menginginkan saya membantu diplomasi Yang Mulia. Jika Yang Mulia tidak membulatkan pikiran, bagaimana Yang Mulia mendapatkan kepercayaan rakyat?" Sun Quan membalasnya: "Saya sudah menentukan keputusan saya. Tuan, anda bisa yakin terhadap itu".[45]

Sun Quan kemudian menugaskan Zhang Wen sebagai utusannya untuk pergi bersama Deng Zhi bertemu dengan Zhuge Liang untuk menghidupkan kembali aliansi Sun-Liu sebagai aliansi Wu-Shu melawan Wei.[46]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ^ Rafe de Crespigny erroneously writes in A Biographical Dictionary of Later Han to the Three Kingdoms 23-220 AD that Deng Zhi died in the year 250.[3]

Referensi

  1. ^ Cihai, 6th edition (2009–10) Collectors' edition (辞海 第六版 典藏本) (ISBN 978-7-5326-3353-1/N.68)
  2. ^ a b ([延熈]十四年卒。) Sanguozhi vol. 45.
  3. ^ de Crespigny (2007), hlm. 137.
  4. ^ De Crespigny, Rafe (2007). A Biographical Dictionary of Later Han to the Three Kingdoms 23–220 AD (dalam bahasa Inggris). Boston: Brill. hlm. 137. ISBN 978-90-04-15605-0.
  5. ^ (鄧芝字伯苗,義陽新野人,漢司徒禹之後也。) Sanguozhi vol. 45.
  6. ^ (漢末入蜀,未見知待。時益州從事張裕善相,芝往從之,裕謂芝曰:「君年過七十,位至大將軍,封侯。」) Sanguozhi vol. 45.
  7. ^ Sima (1084), vols. 68-69.
  8. ^ a b c Sima (1084), vol. 70.
  9. ^ (先主薨於永安。先是,吳王孫權請和,先主累遣宋瑋、費禕等與相報荅。) Sanguozhi vol. 45.
  10. ^ (丞相諸葛亮深慮權聞先主殂隕,恐有異計,未知所如。) Sanguozhi vol. 45.
  11. ^ (芝見亮曰:「今主上幼弱,初在位,宜遣大使重申吳好。」亮荅之曰:「吾思之乆矣,未得其人耳,今日始得之。」芝問其人為誰,亮曰:「即使君也。」乃遣芝脩好於權。) Sanguozhi vol. 45.
  12. ^ (權果狐疑,不時見芝,芝乃自表請見權曰:「臣今來亦欲為吳,非但為蜀也。」) Sanguozhi vol. 45.
  13. ^ (權乃見之,語芝曰:「孤誠願與蜀和親,然恐蜀主幼弱,國小勢偪,為魏所乘,不自保全,以此猶豫耳。」) Sanguozhi vol. 45.
  14. ^ (權乃見之,語芝曰:「孤誠願與蜀和親,然恐蜀主幼弱,國小勢偪,為魏所乘,不自保全,以此猶豫耳。」) Sanguozhi vol. 45.
  15. ^ (權默然良乆曰:「君言是也。」遂自絕魏,與蜀連和,遣張溫報聘於蜀。) Sanguozhi vol. 45.
  16. ^ 會先主薨,諸葛亮遣鄧芝使吳,亮令芝言次可從權請裔。裔自至吳數年,流徙伏匿,權未之知也,故許芝遣裔。Sanguozhi vol.40.
  17. ^ (蜀復令芝重往,權謂芝曰:「若天下太平,二主分治,不亦樂乎!」) Sanguozhi vol. 45.
  18. ^ (芝對曰:「夫天無二日,土無二王,如并魏之後,大王未深識天命者也,君各茂其德,臣各盡其忠,將提枹鼓,則戰爭方始耳。」) Sanguozhi vol. 45.
  19. ^ (權大笑曰:「君之誠欵,乃當爾邪!」) Sanguozhi vol. 45.
  20. ^ (權與亮書曰:「丁厷掞張,陰化不盡;和合二國,唯有鄧芝。」) Sanguozhi vol. 45.
  21. ^ (及亮北住漢中,以芝為中監軍、揚武將軍。) Sanguozhi vol. 45.
  22. ^ ([建興]六年春,揚聲由斜谷道取郿,使趙雲、鄧芝為疑軍,據箕谷,魏大將軍曹真舉衆拒之。亮身率諸軍攻祁山,戎陣整齊,賞罰肅而號令明,南安、天水、安定三郡叛魏應亮,關中響震。) Sanguozhi vol. 35.
  23. ^ (魏明帝西鎮長安,命張郃拒亮, ...) Sanguozhi vol. 35.
  24. ^ a b ([建興]五年,隨諸葛亮駐漢中。明年,亮出軍,揚聲由斜谷道,曹真遣大衆當之。亮令雲與鄧芝往拒,而身攻祁山。雲、芝兵弱敵彊,失利於箕谷,然歛衆固守,不至大敗。) Sanguozhi vol. 36.
  25. ^ (諸葛亮出祁山。加郃位特進,遣督諸軍,拒亮將馬謖於街亭。謖依阻南山,不下據城。郃絕其汲道,擊,大破之。南安、天水、安定郡反應亮,郃皆破平之。) Sanguozhi vol. 17.
  26. ^ (亮使馬謖督諸軍在前,與郃戰于街亭。謖違亮節度,舉動失宜,大為郃所破。) Sanguozhi vol. 35.
  27. ^ Sima (1084), vol. 71.
  28. ^ Gōngwén Shàng Shàngshū, annotation to Sanguozhi vol.40.
  29. ^ ([張]昭曰:「先於殿前立一大鼎,貯油數百斤,下用炭燒。待其油沸,可選身長面大武士一千人,各執刀在手,從宮門前直排至殿上,卻喚芝入見。休等此人開言下說詞,責以酈食其說齊故事,效此例烹之,看其人如何對答。」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  30. ^ ([孫]權從其言,遂立油鼎,命武士立於左右,各執軍器,召鄧芝入。芝整衣冠而入。行至宮門前,只見兩行武士,威風凜凜,各持鋼刀、大斧、長劍、短戟,直列至殿上。) Sanguo Yanyi ch. 86.
  31. ^ (芝曉其意,並無懼色,昂然而行。至殿前,又見鼎鑊內熱油正沸。左右武士以目視之,芝但微微而笑。近臣引至簾前,鄧芝長揖不拜。權令卷起珠簾,大喝曰:「何不拜!」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  32. ^ (芝昂然而答曰:「上國天使,不拜小邦之主。」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  33. ^ (權大怒曰:「汝不自料,欲掉三寸之舌,效酈生說齊乎?可速入油鼎!」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  34. ^ (芝大笑曰:「人皆言東吳多賢,誰想懼一儒生!」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  35. ^ (權轉怒曰:「孤何懼爾一匹夫耶?」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  36. ^ (芝曰:「即不懼鄧伯苗,何愁來說汝等也?」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  37. ^ (權曰:「爾欲為諸葛亮作說客,來說孤絕魏向蜀,是否?」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  38. ^ (芝曰:「吾乃蜀中一儒生,特為吳國利害而來。乃設兵陳鼎,以拒一使,何其局量之不能容物耶?」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  39. ^ (權聞言惶愧,即叱退武士,命芝上殿,賜坐而問曰:「吳魏之利害若何?願先生教我。」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  40. ^ (芝曰:「大王欲與蜀和,還是欲與魏和?」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  41. ^ (權曰:「孤正欲與蜀主講和;但恐蜀主年輕識淺,不能全始全終耳。」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  42. ^ (芝曰:「大王乃命世之英豪,諸葛亮亦一時之俊傑;蜀有山川之險,吳有三江之固;若二國連和,共為脣齒,進則可以兼吞天下,退則可以鼎足而立。今大王若委贄稱臣於魏,魏必望大王朝覲,求太子以為內侍;如其不從,則興兵夾攻,蜀亦順流而進取,如此則江南之地,不復為大王有矣。若大王以愚言為不然,愚將就死於大王之前,以絕說客之名也。」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  43. ^ (言訖,撩衣下殿,望油鼎中便跳。權急命止之,請入後殿,以上賓之禮相待。) Sanguo Yanyi ch. 86.
  44. ^ (權曰:「先生之言,正合孤意。孤今欲與蜀主連和,先生肯為我介紹乎?」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  45. ^ (芝曰:「適欲烹小臣者,乃大王也;今欲使小臣者,亦大王也;大王猶自狐疑未定,安能取信於人?」權曰:「孤意已決,先生勿疑。」) Sanguo Yanyi ch. 86.
  46. ^ Sanguo Yanyi ch. 86.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya