Dewi Candraningrum

Dewi Candraningrum (lahir di Boyolali, 12 September 1975) adalah aktivis perempuan dan seniman. Dewi menjadi pemimpin redaksi Jurnal Perempuan periode 2014-2016.[1][2] Dia mengajar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan termasuk dalam Editorial Board di IJIS-International Journal of Indonesian Studies, Monash University.[1][3] Pada bulan Agustus 2013, dia menyelenggarakan pameran lukisan bersama anaknya, Ivan Ufuq Isfahan, yang diselenggarakan di Balai Soedjatmoko, Surakarta.[4] Dia kemudian menyelenggarakan pameran tunggal sketsa arang pada tahun 2014, pameran tunggal di Sangkring Art Project Yogyakarta pada tahun 2015, dan pameran tunggal Dokumen Rahim di Joglo Celong Salatiga pada tahun 2016.[4] Karyanya banyak berfokus pada studi gender dan kajian sastra.[2][4][5]

Pendidikan

Dewi Candraningrum menyelesaikan S1 di Universitas Muhammadiyah Surakarta, meraih gelar master dari Monash University Australia, dan gelar doktor dari Universitaet Muenster, Jerman.[6][7]

Karya

  1. The Challenge of Teaching English in Indonesian Muhammadiyah Universities (1958-2005)[7]
  2. Mainstreaming Gender through Postcolonial Muslim Women Writers (Berlin: Lit Verlag, 2008)
  3. Swara Perempuan: Narasi Kekerasan Berbasis GenderTongue of Women: Narratives of Gender-Based Violence (Surakarta: SPEK-HAM, 2010)[2]
  4. Narratives of Sustainable Development: Industry in the Global World Meeting Social Ecological Responsibilities (Surakarta: MUP, 2011)
  5. Negotiating Womenís Veiling: Politics and Sexuality in Contemporary Indonesia (Paris EHESS: IRASEC, 2013).
  6. Seri Kajian Ekofeminisme I: Dalam Tafsir Agama, Pendidikan, Ekonomi, Budaya (Editor) (Yogyakarta: Jalasutra, 2013)
  7. Seri Kajian Ekofeminisme II: Narasi Iman, Mitos, Air & Tanah (Editor) (Yogyakarta: Jalasutra, 2014)
  8. Body Memories: Goddesses of Nusantara, Rings of Fire and Narratives of Myth (YJP Press, 2014).

Rujukan

  1. ^ a b Post, The Jakarta. "Dewi Candraningrum: Painting for women'€™s struggles". The Jakarta Post. Diakses tanggal 2016-12-08.
  2. ^ a b c "Info JP". Jurnal Perempuan. Diakses tanggal 2016-12-08.[pranala nonaktif permanen]
  3. ^ ken-maesa (2013-11-07). "Dewi Candraningrum: Perempuan telanjang, simbolisme ekologi yang rusak". Berita Solo. Diakses tanggal 2016-12-08.[pranala nonaktif permanen]
  4. ^ a b c "Perupa". dewicandraningrum. Diakses tanggal 2016-12-08.[pranala nonaktif permanen]
  5. ^ "Dewi Candraningrum: Sang Liyan Dalam Kebebasan - SuaraKita". SuaraKita (dalam bahasa American English). 2013-05-01. Diakses tanggal 2016-12-08.
  6. ^ "Dewi Candraningrum: Perempuan Belum Perkasa dalam Media". www.antarajatim.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-21. Diakses tanggal 2016-12-08.
  7. ^ a b "Penyuara Perempuan Terluka | suaramerdeka.com". Suara Merdeka Online. Diakses tanggal 2016-12-08.[pranala nonaktif permanen]


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya