Dyah Wiyat
Dyah Wiyat alias Rajadewi Maharajasa adalah putri bungsu Raden Wijaya, pendiri Majapahit dari istri Gayatri (Rajapatni).
| Dyah Wiyat | |
|---|---|
| Rajadewi Maharajasa | |
| Bhre Daha | |
| Berkuasa | 1309 – ca. 1372 – 1375 |
| Pendahulu | Jayanagara |
| Penerus | Rajasaduhita Indudewi |
| Kelahiran | Dyah Wiyat |
| Kematian | ca. 1372 – 1375 |
| Pemakaman | Purwawisesa, Adilangu |
| Pasangan | Wijayarajasa, Bhre Wengker |
| Keturunan | Rajasaduhita Indudewi, Bhre Lasem |
| Wangsa | Rajasa |
| Ayah | Kertarajasa Jayawardhana |
| Ibu | Gayatri |
Silsilah Dyah Wiyat
Dyah Wiyat adalah putri Raden Wijaya yang lahir dari Gayatri. Ia memiliki kakak kandung bernama Dyah Gitarja, dan kakak tiri bernama Jayanagara, raja kedua Majapahit.
Pararaton mengisahkan Jayanagara yang menjadi raja, merasa takut takhtanya terancam, sehingga Dyah Gitarja dan Dyah Wiyat dilarang menikah. Baru setelah ia meninggal tahun 1328, para ksatria berdatangan melamar kedua putri tersebut. Setelah diadakan sayembara, diperoleh dua orang ksatriya, yaitu Cakradhara yang menjadi suami Dyah Gitarja, dan Kudamerta sebagai suami Dyah Wiyat.
Kudamerta kemudian bergelar Wijayarajasa atau Bhre Wengker atau Bhatara Parameswara ring Pamotan. Dari perkawinan itu lahir Indudewi yang menjabat raja bawahan didaerah dengan nama bhre lasem. Anak Kudamerta dengan selir adalah Paduka Sori atau Sri Sudewi yang menjadi permaisuri Hayam Wuruk, putra Dyah Gitarja alias Tribhuwana Tunggadewi.
Peranan Dyah Wiyat
Pada pemerintahan Jayanagara, Dyah Wiyat diangkat sebagai raja bawahan di Kadiri bergelar Rajadewi Maharajasa Bhre Daha. Jabatan ini terus dipegangnya sampai ia meninggal pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, keponakan sekaligus menantunya.
Dalam pemerintahan Hayam Wuruk, Rajadewi tergabung dalam Saptaprabhu, yaitu semacam dewan pertimbangan agung yang beranggotakan keluarga raja.
Tidak diketahui dengan pasti kapan Rajadewi meninggal. Pararaton hanya menyebut ia dan kakaknya, Tribhuwana Tunggadewi meninggal setelah pengangkatan Gajah Enggon sebagai patih tahun 1371. Rajadewi kemudian didharmakan di Adilangu, dengan candi bernama Purwawisesa.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.