Elang ular kinabalu

Elang-ular Kinabalu
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Nama binomial
Spilornis kinabaluensis
Sclater, 1919

Elang ular kinabalu (Spilornis kinabaluensis) adalah spesies elang yang paling mirip dengan elang ular bido (Spilornis cheela). Hewan ini memiliki sebaran terbatas pada kawasan pegunungan di Kalimantan bagian tengah hingga utara, meliputi Brunei Darussalam, Sabah dan Sarawak di Malaysia, serta wilayah Kalimantan di Indonesia. Spesies ini dianggap jarang dijumpai dan diperkirakan memiliki populasi yang relatif kecil.[2] Dalam lampiran PP No 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, untuk kelas Aves (burung) spesies ini dikategorikan sebagai hewan yang terancam punah alias Near Threatened (NT) dan termasuk salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia.[3]

Morfologi

Elang spesies ini merupakan elang yang berukuran relatif kecil dengan bentuk sayap lebar dan membulat. Saat terbang, terlihat jelas pita putih yang kontras pada sayap serta bagian pangkal hingga ekor. Sedangkan ketika bertengger, elang ini justru akan memperlihatkan kepala dan bagian bawah tubuh yang berwarna coklat berangan.[4]

Dibandingkan dengan elang ular bido yang sering dikatakan memiliki banyak kemiripan, spesies ini berwarna tampak lebih gelap dan berproporsi sayap yang lebih panjang di udara. Bentuk Vokalisasi elang ular Kinabalu ini mengeluarkan suara pendek yang bernada tinggi.[4]

Taksonomi

Secara klasifikasi ilmiah, spesies ini termasuk dalam Kingdom Animalia. Ia berada dalam Filum Chordata dan dimasukkan ke dalam Kelas Aves. Selanjutnya, spesies ini ditempatkan pada Ordo Accipitriformes, di dalamnya, ia tergolong Famili Accipitridae, yakni famili elang dan kerabatnya yang umumnya bersayap lebar dan mampu melayang di udara.[2]

Spesies ini termasuk Genus Spilornis dan mempunyai nama ilmiah Spilornis kinabaluensis. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Sclater pada tahun 1919, yang menjadi dasar otoritas penamaannya dalam taksonomi ilmiah.[2]

Referensi

  1. ^ Kinabalu Serpent-eagle (2022). https://www.iucnredlist.org/species/22695306/208073439
  2. ^ a b c BirdLife International (BirdLife International) (2022-01-26). "IUCN Red List of Threatened Species: Spilornis kinabaluensis". IUCN Red List of Threatened Species.
  3. ^ "Daftar Burung di Indonesia Yang Dilindungi - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan". mail.dlh.grobogan.go.id. Diakses tanggal 2026-02-19.
  4. ^ a b "Elang-ular kinabalu - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2026-02-19. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya