Enkripsi basis data

Enkripsi basis data secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang menggunakan suatu algoritma untuk mengubah data yang disimpan dalam suatu basis data menjadi "sandi" yang tidak dapat dipahami tanpa terlebih dahulu didekripsi.[1] Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa tujuan enkripsi basis data adalah untuk melindungi data yang disimpan dalam basis data agar tidak diakses oleh orang-orang yang berpotensi "jahat".[2] Tindakan mengenkripsi basis data juga mengurangi seseorang untuk meretas database karena terenkripsi.[3] Ada beberapa teknik dan teknologi yang tersedia untuk mengenkripsi database.

Enkripsi data transparan

Transparent data encryption (TDE) digunakan untuk mengenkripsi seluruh database,[2] yang melibatkan enkripsi "data saat istirahat". Data saat istirahat umumnya dapat didefinisikan sebagai data "tidak aktif" yang saat ini tidak sedang diedit atau didorong melintasi jaringan. Sebagai contoh, file teks yang disimpan di komputer "diam" sampai dibuka dan diedit. Data saat istirahat disimpan pada solusi media penyimpanan fisik seperti kaset atau drive hard disk. Tindakan menyimpan sejumlah besar data sensitif pada media penyimpanan fisik secara alami meningkatkan kekhawatiran akan keamanan dan pencurian. TDE memastikan bahwa data pada media penyimpanan fisik tidak dapat dibaca oleh individu jahat yang mungkin memiliki niat untuk mencurinya. Data yang tidak dapat dibaca tidak berharga, sehingga mengurangi insentif untuk pencurian. Mungkin kekuatan paling penting yang dikaitkan dengan TDE adalah transparansi. Mengingat TDE mengenkripsi semua data, dapat dikatakan bahwa tidak ada aplikasi yang perlu diubah agar TDE dapat berjalan dengan benar. Penting untuk dicatat bahwa TDE mengenkripsi keseluruhan basis data serta cadangan basis data. Elemen transparan TDE ada hubungannya dengan fakta bahwa TDE mengenkripsi pada "tingkat halaman", yang pada dasarnya berarti bahwa data dienkripsi saat disimpan dan didekripsi ketika dipanggil ke dalam memori sistem. Isi database dienkripsi menggunakan kunci simetris yang sering disebut sebagai "kunci enkripsi basis data".[butuh rujukan]

Referensi

  1. ^ "What is Database Encryption and Decryption? - Definition from Techopedia". Techopedia.com. Retrieved November 4, 2015.
  2. ^ a b Transparent Data Encryption with Azure SQL Database". msdn.microsoft.com. Retrieved November 4, 2015.
  3. ^ SQL SERVER - Introduction to SQL Server Encryption and Symmetric Key Encryption Tutorial with Script". Journey to SQL Authority with Pinal Dave. Retrieved October 25, 2015.


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya