Erich langobelen
Erich Langobelen adalah nama kecil dari Gregorius Duli Langobelen, seorang dosen filsafat, peneliti sosial-politik, dan sastrawan asal Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. la adalah pendiri Tena Pulo Research. Kini, Erich menetap dan berkarya di Jakarta. [1]
Biografi
Erich Lahir di Lewoleba, Lembata, NTT pada 29 Januari 1994. Setelah menamatkan pendidikan di SMA Seminari San Dominggo Hokeng, Erich melanjutkan ke Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero Maumere dan menetap di Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret-sebuah lembaga pendidikan calon imam.[2]
Erich juga merupakan lulusan Magister Teologi di sekolah yang sama dengan gelar cum laude. Saat ini Erich mengajar di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta. Dalam ranah akademik dan penelitiannya, Erich menaruh minat pada isu-isu dekolonial. Esai-esai ilmiah dan Puisi-puisi Erich terbit di sejumlah media massa nasional maupun lokal seperti Kompas, Media Indonesia, Sastra Santarang, Floresa.co, dan sejumlah media massa online lainnya. Ia dikenal sebagai sosok yang vokal menyuarakan keprihatinan masyarakat kecil.[1]
Erich tak hanya berprofesi sebagai dosen, ia juga penggerak dan penggiat budaya yang aktif di Yayasan Komunitas Kahe (Kahe Art Space) di Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, sebuah komunitas yang berfokus pada pengembangan seni, sastra, dan ruang kreatif bagi anak muda di Flores.
Erich menerbitkan beberapa buku puisi. Terakhir, buku dengan judul Sepasang Kita yang Mungkin Tak Ada (diterbitkan oleh Penerbit Grasindo). Pada tahun 2017, Erich lolos sebagai salah satu penulis terpilih dalam ajang sastra bergengsi Internasional, Ubud Writers & Readers Festival (UWRF). Erich juga terpilih ikut dalam Temu Sastrawan Indonesia II di Jakarta pada tahun 2017 dan menjadi Peserta Program Penulisan Drama Majelis Sastra Asia Tenggara di Bogor pada tahun 2015.
Beberapa puisinya yang kerap dibahas di antaranya adalah Epistola, Somiboladere, Di Nuba Nara, Ave Maria, dan Leva, yang banyak merekam ingatan tentang kampung halaman, luka, dan doa. Selain menulis puisi, Erich kerap kali menulis opini menanggapi berbagai ketimpangan yang ada di NTT dengan basis teologi, filsafat dan sosial politik yang kuat. [3]
Referensi
- ^ a b "Tokoh Daerah NTT, Sosok Erich Langobelen Sastrawan Muda denga Karya Syarat Makna - Pos-kupang.com". Pos-kupang.com. Diakses tanggal 2026-06-02.
- ^ Redaksi (2017-07-12). "Erich Langobelen Lolos Ubud Writers and Readers Festival - VoxNtt.com". Diakses tanggal 2026-06-02.
- ^ "Gereja Jadi Agen Kolonialisme, Kritik Erich Langobelen terhadap Penyelesaian Kasus Agraria di Nangahale". indonews. 2025-02-27. Diakses tanggal 2026-06-02.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.