Ester Gayatri Saleh
Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
|
Ester Gayatri Saleh (Captain Esther Gayatri Saleh) adalah seorang pilot perempuan asal Indonesia. Ia lahir di Palembang, 3 September 1962. Pada tahun 2017, Ester merupakan satu-satunya pilot perempuan di Asia yang menjadi anggota Society of Experimental Test Pilots, sebuah organisasi internasional untuk meningkatkan keselamatan udara dan berkontribusi terhadap kemajuan aeronautika.[1]
Pendidikan
Ketertarikan Esther dalam dunia penerbangan sudah terasa sejak duduk di bangku SMA. Hal itu dimulai saat ia melihat kabin pilot yang terbuka dan menampilkan banyak tombol di kokpit.[2]
Setelah lulus dari SMA di tahun 1981,[1] Esther mendaftar ke Sekolah Penerbangan Indonesia di Banten. Namun, ia tidak lulus tes dengan alasan tinggi badan yang tidak mencukupi dan berasal dari jurusan IPS (Ilmu Pendidikan Sosial). Akhirnya, Esther mendaftarkan diri di Sawyer School of Aviation, Phoenix Arizona di Amerika Serikat pada tahun 1982 dan lulus di tahun 1983.[2]
Setelah berkarier sebagai seorang pilot, Esther kembali melanjutkan pendidikannya di International Test Pilot School (ITPS) di Kanada dan lulus pada tahun 2016.[2]
Karier
Tahun 1984, Esther kembali ke Indonesia untuk melamar sebagai pilot. Namun, ia harus mengalami banyak penolakan dari perusahaan penerbangan karena statusnya sebagai perempuan.[1] Akhirnya, ia memberanikan diri menulis surat kepada B. J. Habibie dan mengantarkannya menjadi pilot di PT Nurtanio (sekarang PT Dirgantara Indonesia atau PTDI).[1] Tahun 1987-1995, Ester menjadi pilot di Merpati Airlines.[2]
Tahun 1996, Esther menjadi Kapten Pilot Uji di PT Dirgantara Indonesia.[3] Ia dipercaya untuk menerbangkan pesawat-pesawat buatan PTDI, termasuk pesawat rancangan BJ Habibie sendiri, yaitu Gatot Kaca N-250.[2]
Esther berpengalaman dalam menerbangkan berbagai tipe pesawat seperti CN 295, CN 235 Series, NC 212-200, NC 212i, C 172, C 152, KODIAK, Decathlon, Beechcraft Duchess 76, N250, dan N219.[3]
Pada 16 Agustus 2017, Esther berhasil menerbangkan pesawat prototipe pertama N219 buatan PT Dirgantara Indonesia. Tahun 2018, ia kembali berhasil menerbangkan pesawat prototipe kedua N219. Pesawat prototipe adalah pesawat yang belum pernah diterbangkan oleh siapapun, dibutuhkan keahlian khusus untuk memastikan pesawat tersebut dapat terbang dan kembali mendarat dengan aman.[3]
Seluruh pengalaman Esther tentang penerbangan pesawat prototipe N219, ia tuliskan melalui buku berjudul Srikandi Indonesia Bertaruh Nyawa yang sudah terbit pada 22 September 2022.[4]
Selain menguji pesawat prototipe, pekerjaan Esther pun melakukan penerbangan untuk mengirimkan pesawat yang sudah jadi kepada pembeli dan memberikan pelatihan kepada pilot yang menerbangkan pesawat itu.[3]
Pada bulan September sampai Oktober 2022, Esther diutus oleh PT Dirgantara Indonesia untuk menjadi instruktur penerbangan dan pilot tes bagi pilot angkatan udara Royal Brunei Air Force (RBAF) Brunei Darussalam. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pilot dalam mengoperasikan Pesawat CN235-110 dan meningkatkan operasi keselamatan penerbangan. Hal ini menjadi peluang kerjasama antara Indonesia dan Brunei Darussalam untuk meningkatkan hubungan kerdigantaraan.[5]
Sampai saat ini, Esther sudah memiliki pengalaman 8.000 jam terbang.[3]
Daftar referensi
- ^ a b c d antaranews.com (2021-04-21). "Esther Gayatri, dari fotografer Istana jadi pilot uji". Antara News. Diakses tanggal 2025-03-13.
- ^ a b c d e Media, Kompas Cyber (2021-04-19). "Ini Perjalanan Esther Gayatri, Perempuan Pertama yang Menjadi Kapten Pilot Uji Coba di Indonesia". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-03-13.
- ^ a b c d e KumparanWomen (2021-04-23). "Kisah Esther Gayatri Saleh, dari Fotografer Istana Jadi Pilot Penguji Pesawat". kumparan. Diakses tanggal 2025-03-13.
- ^ Wamad, Sudirman. "Esther Gayatri, Pilot Perempuan yang Bertaruh Nyawa Terbangkan N-219". detikjabar. Diakses tanggal 2025-03-13.
- ^ Mandasari, Jayanti Retno. "Pilot Wanita Indonesia Latih Angkatan Udara Brunei Darussalam". rri.co.id - Portal berita terpercaya (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-13.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.