Gelang dadas

Gelang Dadas Dalam masyarakat Dayak Ma'anyan memiliki fungsi sosial sebagai penanda identitas. Hal ini terutama terlihat pada praktik wadian (tokoh adat atau penari dalam ritual tertentu) yang mengenakan gelang tersebut di lengan kiri dan kanan. Ketika seseorang memakai Gelang Dadas dalam konteks adat, masyarakat dapat langsung mengenali bahwa orang tersebut adalah penari Dadas atau bagian dari kelompok yang memiliki peran khusus dalam upacara adat [1]
Makna Simbolik Gelang Dadas
Gelang Dadas berfungsi sebagai identitas karena saat Wadian memakainya, ia langsung dikenali sebagai penari Dadas, sehingga mengubah pandangan bahwa Dadas bukan lagi sekadar ritual atau kemampuan gaib. Bagi individu, kesenian ini memberi pengalaman batin dan estetis bagi penarinya. Dalam masyarakat adat, Dadas tetap memiliki fungsi ritual sebagai bagian dari upacara tradisional[2]
Jenis dan Variasi Gelang Dadas
Gelang Dadas memiliki beberapa variasi yang digunakan dalam konteks adat dan ritual. Salah satunya adalah Gelang Bawo, yang bentuknya serupa dengan Gelang Dadas tetapi berukuran lebih besar dan biasanya dipakai oleh laki-laki atau Balian (tabib/adat). Perbedaan lainnya terlihat pada pola permainan gelang, di mana pola Dadas cenderung lebih cepat dibanding pola Bawo. Gelang-gelang ini digunakan secara khusus dalam ritual oleh Wadian dan memiliki fungsi simbolik serta estetis dalam pertunjukan adat Dayak [3]
Proses Pemakaian Gelang Dadas
Masyarakat Dayak Ma’anyan memiliki upacara adat ritual yang terkait dengan daur hidup manusia. Salah satunya adalah Miempu, dipimpin oleh Wadian Dadas, biasanya perempuan, dengan tujuan utama pengobatan. Wadian menggunakan gelang gangsa (perunggu) di kedua tangan yang menghasilkan bunyi khusus sebagai bagian dari tari ritual. Gelang ini bersifat sakral, hanya bisa dimainkan oleh keturunan Wadian atau orang yang dirasuki roh Wadian, sehingga menjadi ciri khas upacara tersebut [4]
Referensi
- ^ [e-journal.upr.ac.id "ANALISIS PERKEMBANGAN NILAI DAN FUNGSI TARI GELANG DADAS DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUKU DAYAK MA'ANYAN"]. jurnal Tambuleng. 1 (1): 31–37. 2020. doi:e-journal.upr.ac.id. ISSN 2630-6935. ; ; ; ;
- ^ Offeny, Offeny; Andin; Afrom, Ichyatul (2020). "ANALISIS PERKEMBANGAN NILAI DAN FUNGSI TARI GELANG DADAS DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUKU DAYAK MA'ANYAN". Jurnal Tambuleng. 1 (1): 31–37. doi:e-journal.upr.ac.id. ISSN 2620-6935. ;
- ^ Kussoy, Gabriela (2022). [download.garuda.kemdikbud.go.id "PERANAN SANGGAR KOMANDAN TERHADAP PERKEMBANGAN TARI GELANG DADAS DAN BAWO DI KOTA TAMIANG LAYANG KABUPATEN BARITO TIMUR"]. TANDIK: JURNAL SENI DAN PENDIDIKAN SENI. 2 (1): 11–26. doi:10. ; ;
- ^ Ramadani, Rifkynoor (22/09). "PROSES KREATIF TRANSFORMASI WADIAN DADAS PADA RITUAL PENYEMBUHAN DAYAK MA'ANYAN KE BENTUK KARYA TARI HYANG DADAS". JURNAL ILMIAH WUNY. 4 (1): 93–110. doi:https://doi.org/10.21831/jwuny.v4i1.46466. ; ;
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.