Golek Montro

Golek Montro adalah tari penyambutan tamu dari Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah. Tarian sakral ini diciptakan oleh KGPAA Mangkunegara VII pada akhir abad ke‑19 dan biasanya dipentaskan sebagai pembuka dalam prosesi keraton.[1] Golek Montro dikenal dengan gerakan lambat, gemulai, serta diiringi gendhing Montro dan Ladrang Asmaradana.

Sejarah

Keberadaan Tari Golek Montro tidak lepas dari berdirinya Pura Mangkunegaran pada tahun 1757. Setelah perjanjian Giyanti yang membagi Kerajaan Mataram menjadi Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran muncul sebagai kerajaan mandiri yang menjadi pusat seni dan budaya.[butuh rujukan]

KGPAA Mangkunegara I, pendiri Mangkunegaran, memulai tradisi seni yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh para penerusnya, termasuk KGPAA Mangkunegara VII. Pada masa inilah Tari Golek Montro lahir sebagai salah satu karya seni yang merepresentasikan keindahan budaya Jawa. Tarian ini awalnya ditampilkan dalam acara-acara keraton, terutama untuk menyambut tamu-tamu penting dengan suasana yang anggun dan penuh hormat.[2]

Istilah Montro diambil dari nama Gending Montro yang juga berperan sebagai iringan tari yang dipadukan dengan Labrang Asmaradana. Tarian ini berkisah tentang putri-putri keraton yang beranjak dewasa sedang bersolek untuk menyambut kedatangan tamu agung kerajaan. Penarinya menggunakan pakaian berupa rompi beludru, yang menjadi simbol pakaian seorang gadis menjelang dewasa.[1] Tarian ini mendapat status sakral karena mengandung mantra dan doa agar acara dimulai dengan lancar tanpa halangan.[2]

Ciri & pola gerakan

Golek Montro menonjolkan gerakan lambat dan gemulai, khas tari istana Surakarta. Penari dapat berjumlah tunggal atau kelompok tanpa aturan baku, tetapi keseluruhan durasi biasanya sekitar 30 menit. Gerakan tangan di balik selendang dan ekspresi wajah lembut penuh arti menjadi penanda utama tarian ini. Musik pengiring menggunakan gendhing Montro dan Ladrang Asmaradana, sarat nuansa keraton yang mendalam.[butuh rujukan]

Secara simbolik, Golek Montro berfungsi sebagai ritual pemurnian—doa dan mantra di dalamnya diyakini membawa keberkahan dan kelancaran acara.[2] Gerakan yang gemulai mencerminkan nilai-nilai estetika Jawa keraton: kesopanan, keseimbangan, dan keharmonisan. Tarian ini juga memperlihatkan kearifan budaya keraton yang halus, serta menggambarkan peran perempuan dalam peradaban istana Jawa.[2]

Perkembangan & upaya pelestarian

Pada era modern, Golek Montro masih dipentaskan secara rutin oleh Departemen Kemantren Langenpraja di lingkungan Pura Mangkunegaran. Kelompok ini telah tampil di berbagai ajang internasional, seperti Borneo Cultural Festival (Malaysia, Juli 2022) dan pertunjukan ASEAN Para Games 2022, serta rencana di Thailand dan Australia.[3] Pura pun aktif mengenalkan tarian ini sebagai bagian strategi promosi budaya, untuk memperkuat citra Surakarta dan meningkatkan pariwisata.[butuh rujukan]

Penyelenggaraan Tari Golek Montro didukung penuh oleh Pura Mangkunegaran, terutama melalui Program Roadshow dua tahunan, pelatihan internal bagi penari, serta dokumentasi audio-video sebagai arsip budaya. Selain itu, pemerintah daerah Surakarta mendorong integrasi tarian ini dalam panggung pariwisata budaya daerah. Namun, tantangan regenerasi dan pendanaan tetap ada karena tarian ini memerlukan penari khusus dengan pelatihan mendalam gaya keraton.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ^ a b Annisa, Dela (21 Juni 2023). "Inilah Tari Golek Montro, Warisan Mangkunegara VII dari Hadiah Pernikahan". Solopos. Diakses tanggal 14 Juni 2026.
  2. ^ a b c d Pratama, Yogi (23 Januari 2025). "Tari Golek Montro: Warisan Budaya yang Menghadirkan Keanggunan dalam Sambutan Kerajaan". Good News from Indonesia. Diakses tanggal 14 Juni 2025.
  3. ^ Home; Terkini; News, Top; Terpopuler; Nusantara; Nasional; Tengah, Jawa; Peristiwa; Ekonomi (2022-07-29). "Kalangan Pura Mangkunegaran kenalkan tarian Golek Montro ke sejumlah negara". Antara Jateng. Diakses tanggal 2025-06-14.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya