Google News Lab

Google News Lab adalah tim global di Google yang berfokus pada kolaborasi dengan wartawan dan pengusaha media untuk mendukung pengembangan masa depan industri media.[1] Tim ini diluncurkan pada tahun 2015 dan bekerja sama dengan organisasi berita dalam menghadapi tantangan industri melalui penyediaan pelatihan serta akses terhadap teknologi baru untuk pelaporan dan penceritaan. Sejak tahun 2018, Google News Lab menjadi bagian dari Google News Initiative, sebuah program Google yang bertujuan mendukung ekosistem kewartawanan global.[2]

Dampak

Memerangi informasi yang salah

Google News Lab merupakan mitra pendiri koalisi pengecekan fakta First Draft, yang diluncurkan pada tahun 2015.[3] Pada tahun 2017, Google mendukung peluncuran model pelaporan kolaboratif yang dikembangkan oleh First Draft untuk memverifikasi informasi selama pemilihan umum di Inggris, Prancis, dan Jerman.[4]

Selain itu, News Lab menyediakan pelatihan gratis bagi jurnalis mengenai metode identifikasi dan penanganan berita palsu serta informasi yang salah. Pelatihan tersebut diselenggarakan secara langsung maupun melalui platform pelatihan daring.[5]

Sebagai bagian dari Inisiatif Berita Digital, Google juga memperkenalkan Journalist Studio, yang mencakup sejumlah alat pendukung kerja kewartawanan. Alat-alat tersebut antara lain Pinpoint, sebuah perangkat berbasis kecerdasan buatan untuk membantu wartawan menelusuri dan memverifikasi informasi, serta The Common Knowledge Project, yang memungkinkan jurnalis mengeksplorasi, memvisualisasikan, dan membagikan data mengenai isu-isu penting di komunitas mereka.[6]

Keanekaragaman ruang berita

Pada tahun 2017, Google News Lab bermitra dengan American Society of News Editors dalam penyelenggaraan Survei Keberagaman Ketenagakerjaan Ruang Berita tahunan. Survei ini mendokumentasikan perubahan komposisi tenaga kerja di ratusan ruang berita di Amerika Serikat sejak tahun 2001. Hasil survei tersebut juga dibandingkan dengan data sensus untuk menilai tingkat keberagaman ruang berita berdasarkan ras dan jenis kelamin, serta kesesuaiannya dengan demografi wilayah lokal masing-masing.[7]

Berita lokal

Google News Lab telah melatih lebih dari 9.000 jurnalis lokal di Amerika Serikat melalui kemitraan dengan Society for Professional Journalists. Program pelatihan bagi ruang berita lokal juga diselenggarakan di berbagai wilayah lain, termasuk Eropa, Asia Pasifik, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.[8]

Kritik

Google News Lab dan Google Digital News Initiative menerima kritik karena dinilai sebagai upaya kooptasi terhadap ruang redaksi.[9] Kritik tersebut muncul seiring dengan dominasi Google di pasar periklanan digital yang dikaitkan dengan penurunan pendapatan media serta terjadinya pemutusan hubungan kerja di sejumlah organisasi berita.[10]

Lihat juga

Referensi

  1. ^ "Introducing the News Lab". Google (dalam bahasa American English). 2015-06-22. Diakses tanggal 2026-01-15.
  2. ^ "Google announces a $300M 'Google News Initiative' (though this isn't about giving out grants directly to newsrooms, like it does in Europe)". Nieman Lab. Diakses tanggal 2026-01-15.
  3. ^ Perez, Sarah (2015-06-22). "Google Launches A New Home For Journalists With "News Lab"". TechCrunch (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-15.
  4. ^ "News Lab in 2017: the year in review". Google (dalam bahasa American English). 2017-12-15. Diakses tanggal 2026-01-15.
  5. ^ writer, Shelley Seale is freelance; Austin, editor based in; Texas. "4 ways Google News Lab is driving innovation in newsrooms". International News Media Association (INMA). Diakses tanggal 2026-01-15.
  6. ^ "Journalist Studio premieres with two new tools for reporters". Google (dalam bahasa American English). 2020-10-14. Diakses tanggal 2026-01-15.
  7. ^ Mullings, LaToya Drake (2017-11-15). "Who works in America's newsrooms?". Google News Lab (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-15.
  8. ^ "News Lab in 2017: Our work around the world". Google (dalam bahasa American English). 2017-12-14. Diakses tanggal 2026-01-15.
  9. ^ Nelius, Joanna (2020-10-14). "Google Tries to Buy Journalists Off With Some Honestly Sweet New Tools". Gizmodo (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-15.
  10. ^ Neidig, Harper (2019-01-29). "Media layoffs bring heat on Facebook, Google". The Hill (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-15.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya