Grafik kandil

Skema grafik kandil tunggal. Sebuah kandil seperti ini biasanya diarsir merah karena harga penutupan lebih rendah daripada harga pembukaan. Batas bawah (Low) dan batas atas (High) biasanya tidak ditampilkan, tetapi dapat ditambahkan untuk memudahkan pembacaan.

Grafik kandil (Inggris: candlestick) juga disebut grafik kandil Jepang atau K-line merupakan sebuah bentuk grafik keuangan yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga dalam perdagangan saham, berjangka, cryptocurrency, atau pasar valuta asing. Meskipun mirip dengan grafik batang, setiap "kandil" merepresentasikan empat informasi penting pada periode itu: harga pembukaan dan penutupan dalam badan tebal, serta harga tertinggi dan terendah dalam "sumbu kandil".

Grafik kandil EUR/USD pasangan mata uang pada kerangka waktu harian di platform perdagangan MetaTrader 5.

Grafik kandil paling sering digunakan dalam analisis teknis pola harga saham dan mata uang. Grafik ini digunakan oleh para pedagang untuk menentukan kemungkinan pergerakan harga berdasarkan pola sebelumnya, dengan menggunakan harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi, dan harga terendah pada periode tersebut.[butuh rujukan] Secara visual, grafik kandil mirip dengan box plot, meskipun box plot menampilkan informasi yang berbeda.[1]

Sejarah

Grafik kandil diyakini dikembangkan pada abad ke-18 oleh Munehisa Homma, seorang pedagang beras Jepang.[2] Grafik ini diperkenalkan ke dunia Barat oleh Steve Nison melalui bukunya Japanese Candlestick Charting Techniques, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1991. Saat ini grafik kandil sering digunakan dalam analisis saham bersama dengan alat analisis lain seperti analisis Fibonacci.[3]

Dalam Beyond Candlesticks,[4] Nison mengatakan:

Namun, berdasarkan penelitian saya, kecil kemungkinan Homma menggunakan grafik kandil. Seperti yang akan terlihat kemudian, ketika saya membahas evolusi grafik kandil, lebih mungkin bahwa grafik kandil dikembangkan pada awal periode Meiji di Jepang (akhir tahun 1800-an).

Referensi

  1. ^ Patel, Ravi (1 Januari 2010). Guide To Technical Analysis & Candlesticks. Buzzingstock Publishing House. ASIN B00GZMSEDM.
  2. ^ Gregory M., Morris (2006). Candlestick Charting Explained: Timeless Techniques for Trading Stocks and Futures. McGraw-Hill. ISBN 9780071461542.
  3. ^ Nison, Steve (2001). Japanese Candlestick Charting Techniques (Edisi Edisi ke-2). Prentice Hall Press. ISBN 9780735201811.
  4. ^ Nison, Steve (1994). Beyond Candlesticks: New Japanese Charting Techniques Revealed. John Wiley & Sons. ISBN 9780471007203.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya