Gunung Tsur
| Jabal Tsur | |
|---|---|
| Titik tertinggi | |
| Ketinggian | 1.405 m (4.610 ft) |
| Koordinat | 21°22′39″N 39°51′03″E / 21.37750°N 39.85083°E |
| Geografi | |
| Letak | Mekkah, Saudi Arabia |
Jabal Tsur (bahasa Arab: جبل ثور) (Gunung Banteng) adalah nama sebuah gunung di Arab Saudi, terletak di bagian bawah Mekkah di sebelah selatan distrik Al-Misfalah.[1] Tinggi gunung adalah 1.405 m (4.610 kaki).[2]
Gua
Gunung ini terkenal karena di lerengnya terdapat sebuah gua yang dikenal sebagai Ghar al-Thawr (Gua Banteng), tempat Nabi Muhammad dan Abu Bakar Ash-Shiddiq berlindung dari kejaran kaum Quraisy, saat hijrah ke Madinah. Bagi kebanyakan umat Islam, gua tersebut memiliki makna religius, dan oleh karenanya banyak dikunjungi peziarah dan turis.
Kisah Nabi Muhammad dan Abu Bakar
Setelah menerima perintah hijrah dari Allah SWT, Nabi Muhammad SAW bersama sahabat setianya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, meninggalkan Mekah secara diam-diam untuk berhijrah ke Madinah.
Kepergian mereka diketahui oleh kaum Quraisy yang kemudian mengejar karena ingin membunuh Nabi Muhammad. Untuk menghindari kejaran kaum Quraisy, Nabi Muhammad berdua dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq bersembunyi di sebuah gua yang berada di atas Gunung Tsur.
Kaum Quraisy yang mengejar sampai di mulut Gua Tsur. Saat itu, mereka melihat beberapa tanda yang membuat mereka yakin tidak ada orang di dalamnya yaitu: seekor laba-laba telah membuat sarang di mulut gua yang tampak utuh dan tidak rusak, dan seekor burung merpati bertelur di dekat pintu masuk gua, seolah-olah tidak ada yang mengganggu tempat tersebut.
Melihat tanda-tanda ini, kaum Quraisy beranggapan bahwa tidak mungkin ada orang di dalam gua karena sarang laba-laba dan telur burung merpati pasti sudah rusak jika ada yang masuk. Mereka pun akhirnya pergi, melanjutkan pencarian ke arah lain.
Selama berada di dalam gua, Abu Bakar merasa cemas akan keselamatan Nabi Muhammad. Namun, Nabi menenangkan Abu Bakar dengan berkata, "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."
Setelah tiga hari tiga malam bersembunyi di Gua Tsur, mereka melanjutkan perjalanan menuju Madinah dan tiba dengan selamat. Kisah ini menjadi salah satu bukti kebesaran Allah SWT dan kesetiaan Abu Bakar kepada Nabi Muhammad SAW.
Referensi
- ^ "Celebrating Makkah al-Mukarramah as a capital of Islamic culture for 2005". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-03-05. Diakses tanggal 2017-08-13.
- ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-11. Diakses tanggal 2017-08-13.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.