Halte Mlati

Halte Mlati
Mlati
Halte Mlati yang kini menjadi pos polisi di samping Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga Mlati.
Lokasi
Koordinat7°43′59″S 110°21′55″E / 7.73306°S 110.36528°E / -7.73306; 110.36528
Operator
Letak
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiPerhentian dilayani agen[2]
Sejarah
Dibuka1 Juli 1898
Ditutup5 Maret 1975
Nama sebelumnyaHalte Melattie/Djombor
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Halte Mlati (MLI) adalah halte kereta api nonaktif yang terletak di Sendangadi, Mlati, Sleman. Halte ini termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset VI Yogyakarta.

Halte ini dahulu dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api Yogyakarta–Magelang oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), yang dibuka pada tanggal 1 Juli 1898.[4]

Namun jalur dan semua stasiun di lintas ini dinonaktifkan menyusul letusan Gunung Merapi pada tahun 1972 hingga 1974 yang menyebabkan banjir lahar dingin serta menyebabkan terputusnya Jembatan Krasak pada awal tahun 1975.[5][6] Berdasarkan keterangan resmi dari KAI, jalur ini ditutup pada 5 Maret 1975 menyusul insiden banjir lahar tersebut.[7]

Sisa-sisa bekas halte KA masih dibuktikan dengan alat bekas penghubung telegraf di gunungan sisi utara pos polisi. Pada sisi bangunan masih terdapat pelat "Ruang Tunggu". Keberadaan halte ini mungkin didesain guna menghubungkan dengan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga Mlati. Memang tidak ada petunjuk mengenai itu, tetapi melihat bentuknya, sangat mungkin jika orang-orang Belanda pada waktu itu menggunakan KA menuju gereja untuk beribadah.[8]

Referensi

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ^ Buku Jarak untuk Angkutan Barang Jawa dan Madura. Bandung: Perusahaan Jawatan Kereta Api. 1982. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-26. Diakses tanggal 2020-07-15.
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  4. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. Vol. 58. 1935.
  5. ^ "Stasiun Medari Pernah Dibumihanguskan - Tribun Jogja". Tribun Jogja. 2014-02-05. Diakses tanggal 2018-10-18.
  6. ^ "Lahar, Lindu, Longsor, dan Lainnya Itu..." Tempo. 5: 45–48.
  7. ^ Dokumen Lintas Cabang yang Masih Aktif dan Tidak Aktif (PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD). Bandung: Kereta Api Indonesia.
  8. ^ "Menelusuri Jejak Jalur KA Yogya-Magelang - Tribun Jogja". Tribun Jogja. 2014-02-04. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-05. Diakses tanggal 2018-10-20.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Beran
menuju Secang
Secang–Yogyakarta Kutu
menuju Yogyakarta


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya