Hanindawan

Hanindawan Sutikno
Hanindawan dalam pentas Sang Penggali Timah 2025
Lahir(1959-12-04)4 Desember 1959
Surakarta, Jawa Tengah
KebangsaanIndonesia
PekerjaanAktor Sastrawan
Tahun aktif1976 - sekarang
Karya terkenal
  • Dag Dig Dug,Dor (2004)
  • Bukan Boneka Patah (1998)
  • Merdeka Sakit (1994)
  • Pedati Kita Di Kubangan (1993)
  • Wabah (1993)
  • Obrok Owok-Owok, Ebrek Ewek-Ewek/Danarto
  • Tengul, Umang-Umang, Mega Mega, Kucak Kacik, Kapai Kapai (Arifin C. Noer)
  • Karto Luwak
  • Sang Penggali Timah (2025)


Hanindawan Sutikno atau lebih dikenal dengan nama Hanindawan (lahir 4 Desember 1959) adalah tokoh sastra dan teater berkebangsaan Indonesia.[1][2][3] Dia adalah pemimpin Teater Gidag Gidig Solo sejak sejak 1982. Hanindawan merupakan salah satu pelopor berkembangnya kelompok-kelompok teater di Surakarta melalui karya-karyanya. Saat ini, dia tercatat sebagai karyawan di Taman Budaya Jawa Tengah untuk divisi teater. Kemampuannya di bidang teater, menjadikannya dia ditunjuk sebagai pemoles gaya pidato presiden Republik Indonesia, Jokowi.[4][5][6]

Kehidupan pribadi

Sejak usia mudia, Hanindawan sudah mencintai dunia kesenian. Rumahnya yang tak jauh dari RRI Surakarta, di mana di situ sering diselenggarakan pertunjukan kesenian melecut minatnya untuk selalu menyaksikan. Saat itu, usia Hanin masih SD dan tinggal bersama neneknya, dan memilih tidak ikut ayahnya pindah ke Jakarta.[7]

RRI Surakarta merupakan pusat kegiatan kesenian di Solo. Hampir setiap malam ada pementasan wayang kulit, wayang orang, ketoprak, pembacaan puisi, keroncong, dan berbagai kesenian rakyat lainnya. Dalam lingkungan seperti itulah Hanin kecil mengawali perkenalannya dengan kesenian. Dia menonton pertunjukan di panggung RRI dengan cara mbludhus (masuk sembunyi-sembunyi tanpa membeli tiket) yanya untuk memenuhi hasrat menontonnya.[8]

Saat masuk SMAN 4 Surakarta, 1977, atas ajakan seorang teman, dia bergabung dengan kelompok teater remaja yang semua anggotanya siswa SMA setempat. Kelompok itu, Teater Gidag Gidig, didirikan pada 21 Desember 1976, dipimpin oleh Bambang Sugiarto, kakak kelas Hanin, yang juga sutradara. Lulus SMA, 1980, Hanindawan masuk Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo. Padahal semasa SMA dia dari jurusan IPA. Sastra Indonesia dipilih karena paling dekat dengan hobinya, berteater.

Di kampus, aktivitas teater Hanin kian menjadi. Namun, dia malah merasa jenuh. Kejenuhan itu timbul, karena dorongan berteater dalam diri yang sangat kuat tetapi tak terwadahi dalam ekspresi kelompok yang stagnan. Maka, pada 1982, Hanin memutuskan berhenti dari Gidag Gidig. Tapi beberapa bulan kemudian, Bambang Sugiarto justru menghubunginya dan meminta aktif kembali, bahkan ditawari untuk memimpin dan melatih anggota-anggota baru.

Gidag Gidig dan Hanindawan selanjutnya bagai dua sisi mata uang. Anggotanya, kini tak lagi anak-anak SMA setempat tetapi bersama kelompok ini pula Hanin menyebarkan ’virus’ teater di sekolah-sekolah di Solo sekitarnya, dan tahun 1990 adalah saat di mana mencapai puncak kreativitas kelompok-kelompok teater di Solo.

Sejak 1990, Hanindawan tercatat sebagai karyawan di Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta. Dia dipercaya mengurus komite teater yang bertugas melayani dan mengakomodasi kelompok teater yang hendak berpentas di TBJT.

Pada tahun 2025 Hanindawan didapuk oleh seniman Sardono_W_Kusumo untuk menjadi sutradara karya teater kontemporer berformat sastra panggung dengan judul: Sang Penggali Timah. Naskah diadaptasi dari dua naskah lakon legendaris era 1950-an karya Kirdjomulyo, yaitu "Penggali Intan" dan "Penggali Kapur".[9] Tata ruang studio tempat pentas dilakukan dirombak ulang sehingga memberikan suasana porak poranda selayaknya zona penggalian di area pertambangan timah. Terhitung sejak Maret 2024, beberapa dinding dihancurkan dan lantai galeri digali hingga membentuk lubang tambang serta gundukan pasir demi menghadirkan atmosfer riil industri ekstraktif di Pulau Bangka.[10] [11]

Penyutradaraan

  • Dag Dig Dug,Dor (2004)
  • Bukan Boneka Patah (1998)
  • Merdeka Sakit (1994)
  • Pedati Kita Di Kubangan (1993)
  • Wabah (1993)
  • Obrok Owok-Owok, Ebrek Ewek-Ewek/Danarto
  • Tengul, Umang-Umang, Mega Mega, Kucak Kacik, Kapai Kapai (Arifin C. Noer)
  • Karto Luwak
  • Sang Penggali Timah (2025)

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Hanindawan". Diakses tanggal 2026-06-01.
  2. ^ https://jakarta.go.id/artikel/konten/5009/hanindawan. Diakses tanggal 2026-06-01.
  3. ^ "Hanindawan". badan Bahasa. Diakses tanggal 2026-06-01.
  4. ^ Antara News: Hanindawan, pemoles gaya pidato Jokowi Diarsipkan 2015-09-23 di Wayback Machine., diakses 22 Februari 2015
  5. ^ Kelola Art: Biografi Hanindawan Diarsipkan 2015-07-03 di Wayback Machine., diakses 22 Februari 2015
  6. ^ https://journal.uny.ac.id/index.php/litera/article/view/14231?. Diakses tanggal 2026-06-01.
  7. ^ Beritane: Teater di ruang keluarga[pranala nonaktif permanen], diakses 22 Februari 2015
  8. ^ Bentara Budaya: Pembacaan naskah drama karya Hanindawan Diarsipkan 2015-02-22 di Wayback Machine., diakses 22 Februari 2015
  9. ^ Tempo.co https://www.tempo.co/teroka/penggali-timah-sardono-w-kusumo-1213885. Diakses tanggal 2026-05-24. ; ;
  10. ^ Soerakarta.id https://www.soerakarta.id/panggung/161933611/sardono-w-kusumo-sengaja-rusak-studio-demi-pentas-sang-penggali-timah. Diakses tanggal 2026-05-24. ; ;
  11. ^ Tempo.co https://www.tempo.co/teroka/sardono-w-kusumo-menafsir-ranggawarsita-1610832. Diakses tanggal 2026-05-25. ; ;

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya