Heri Pemad

Heri Pemad
LahirHeriyanto
12 April 1976 (umur 50)
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia
Tempat tinggalYogyakarta, Indonesia
KebangsaanIndonesia
AlmamaterInstitut Seni Indonesia Yogyakarta (tidak menyelesaikan)
PekerjaanManajer seni, kurator, penggerak seni rupa
Tahun aktif2000–sekarang
Dikenal atasPendiri ARTJOG
Penghargaan
  • Penghargaan Pelopor Pertunjukan Seni Rupa, Kemendikbudristek (2022)
  • Anugerah Kebudayaan Gubernur DIY (2021)
  • Anugerah Adhikarya Rupa (untuk ARTJOG, 2014)
Instagram: heripemad Modifica els identificadors a Wikidata

Heriyanto, yang lebih dikenal dengan nama Heri Pemad (lahir 12 April 1976), adalah seorang manajer seni dan kurator seni rupa asal Indonesia.[1][2] Ia merupakan pendiri ARTJOG, festival seni rupa kontemporer tahunan yang diselenggarakan di Yogyakarta.[1][3][2] Festival yang dirintis sejak 2008 dengan nama Jogja Art Fair ini menarik lebih dari 100.000 pengunjung setiap tahun dan mencatatkan perputaran ekonomi senilai Rp5 triliun pada tahun 2023.[4][5]

Kehidupan awal dan pendidikan

Heri Pemad lahir pada 12 April 1976 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sebagai anak dari keluarga petani dan pedagang.[2][1] Ibunya meninggal tidak lama setelah ia lahir, sehingga ia diasuh oleh paman dan kakeknya.[2]

Ketertarikannya pada seni mendorongnya merantau ke Yogyakarta dan masuk ke Jurusan Seni Murni, Program Studi Seni Lukis, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada 1996.[1][6] Selama masa kuliah, ia memperoleh penghargaan Cat Air Terbaik ISI Yogyakarta pada 1997 dan menjadi finalis Nokia Art Award Asia Pacific pada 1999.[1][6] Ia tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya dan memilih berkarier di bidang manajemen seni.[2][1]

Nama populer "Pemad" diperoleh dari sesama mahasiswa ISI Yogyakarta pada 1997. Ia baru mengetahui kemudian bahwa kata tersebut merupakan bahasa Jawa yang berarti "gila" (edan), dan menjadikannya bagian dari identitasnya.[1][2]

Karier

Heri Pemad Art Management

Setelah keluar dari ISI Yogyakarta, Heri membangun jaringan di dunia seni dengan cara menjadi kurir undangan pameran seni untuk mengenal para seniman, kolektor, dan institusi seni secara langsung.[7] Pada 2004, ia mulai berkarier sebagai manajer seni profesional dan mendirikan Heri Pemad Art Management (HPAM), yang kemudian terdaftar sebagai PT pada 2008 dan berganti nama menjadi PT Heri Pemad Manajemen, serta selanjutnya menjadi PT Artjog Matra Nusantara.[1][8]

Melalui lembaga ini, ia bekerja sama dengan berbagai seniman, kolektor, kurator, dan institusi seni dalam penyelenggaraan pameran maupun program kebudayaan, baik di dalam maupun luar negeri. Pada 2008, ia diundang mempresentasikan model manajemen seninya di Vaduz, Liechtenstein.[1]

ARTJOG

Pada tahun 2008, Heri Pemad merintis Jogja Art Fair (JAF), sebuah pameran seni rupa dalam rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta yang menghadirkan sekitar 500 seniman tanpa proses kurasi.[1][2] Pada tahun 2010, kegiatan ini berkembang menjadi program mandiri dengan nama ARTJOG dan mulai menerapkan pendekatan kuratorial.[1][3]

ARTJOG berkembang menjadi festival seni rupa kontemporer tahunan yang berskala internasional.[1][2] Festival ini menerapkan konsep yang melibatkan seniman secara intensif dan menghubungkan mereka langsung dengan publik tanpa perantara galeri. Festival ini diselenggarakan selama sekitar 70 hari setiap tahun di Yogyakarta dan menarik lebih dari 100.000 pengunjung per tahun.[4] Penyelenggaraan ARTJOG 2023 mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp5 triliun, yang mencakup penjualan tiket, transaksi karya seni, hingga dampak pada sektor pariwisata dan UMKM.[5]

Pada tahun 2018, Heri Pemad diminta menjadi anggota komite pengarah Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, serta menjadi tim pengarah penanda keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dan dosen tamu di Jurusan Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta.[1] Menjelang ARTJOG 2024, ia juga menggelar pameran sosialisasi di Jakarta untuk memperluas jangkauan informasi ARTJOG kepada publik di luar Yogyakarta.[9]

Aktivitas kebudayaan lainnya

Selain ARTJOG, Heri Pemad terlibat dalam sejumlah inisiatif seni rupa lain. Pada 2018, ia mengembangkan Art Bali, ruang pertunjukan seni rupa kontemporer di Nusa Dua, Bali.[1] Pada 2022, ia menjadi Direktur Artistik Art Ina di Distrik Seni, Sarinah, sebuah ruang galeri seni permanen di lantai enam gedung Sarinah yang ia kembangkan bersama berbagai pihak.[3][1]

Ia juga menjabat sebagai Ketua Jogja Festivals, forum kolaborasi yang menghimpun berbagai penyelenggara festival di Daerah Istimewa Yogyakarta.[10][11]

Polemik ARTJOG 2026

Menjelang penyelenggaraan ARTJOG 2026 di Jogja National Museum (19 Juni–30 Agustus 2026), muncul protes dari sejumlah seniman dan mitra atas keterlibatan Didit Hediprasetyo Foundation (DHF) yayasan milik putra Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu pendukung finansial festival.[12][13] Beberapa seniman menilai keterlibatan tersebut berpotensi menjadi bentuk art washing atau kooptasi politik terhadap ruang seni.[13]

Heri Pemad menyatakan bahwa keterlibatan yayasan tersebut murni merupakan hubungan profesional pencarian sponsor dan tidak memengaruhi keputusan artistik maupun arah kuratorial festival.[12] Manajemen ARTJOG kemudian bersepakat dengan pihak yayasan untuk menanggalkan logo DHF dari materi publikasi sebagai bentuk penghormatan terhadap kekhawatiran komunitas seniman, tanpa memutus komitmen dukungan.[13]

Penghargaan

  • Visual Arts Award (2010)[4]
  • Anugerah Adhikarya Rupa untuk ARTJOG, kategori Event, dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2014)[14]
  • Anugerah Adhikarya Rupa (Adi Karya Rupa) kategori Perorangan, dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2015)[2]
  • Anugerah Kebudayaan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (2021)[4][6]
  • Penghargaan Pelopor Pertunjukan Seni Rupa, Malam Apresiasi Kebudayaan Indonesia, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (9 Desember 2022)[1]

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p "Heriyanto "Heri Pemad", Merayakan Kegilaan". Kompas.id. 2023-01-03. Diakses tanggal 2026-06-24.
  2. ^ a b c d e f g h i Kapoor, Shobha (2018-04-06). "Heri Pemad: The 'madman' behind ARTJOG". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-24.
  3. ^ a b c "Heri Pemad: Butuh 'Tangan Besi' untuk Hidupkan Seni". Tempo.co. 2022-07-17. Diakses tanggal 2026-06-24.
  4. ^ a b c d "Heri Pemad". Tatler Asia. Diakses tanggal 2026-06-24.
  5. ^ a b "Dari Kurir Undangan Jadi Penggerak Seni Nasional, Ini Kisah Inspiratif Heri Pemad Pendiri ARTJOG". Radar Lawu. Jawa Pos Group. 2025-07-09. Diakses tanggal 2026-06-24.
  6. ^ a b c "Profil Heri Pemad" (dalam bahasa Inggris). Anugerah Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Diakses tanggal 2026-06-24.
  7. ^ "Heri Pemad, Kurir yang Mengantar Seniman". Kompas.com. 2023-03-31. Diakses tanggal 2026-06-24.
  8. ^ "About Us". PT Artjog Matra Nusantara. Diakses tanggal 2026-06-24.
  9. ^ "Heri Pemad, Biar Makin Intim". Kompas.id. 2024-04-21. Diakses tanggal 2026-06-24.
  10. ^ "JFFE 2025 teguhkan Yogyakarta sebagai Kota Festival Dunia". ANTARA News Yogyakarta. 2025-05-06. Diakses tanggal 2026-06-24.
  11. ^ "JFFE Impact Dialogue 2026 dorong penguatan ekosistem festival berkelanjutan". ANTARA News Yogyakarta. 2026-05-21. Diakses tanggal 2026-06-24.
  12. ^ a b "Artjog 2026 Diwarnai Protes Seniman". Tempo.co. 2026-06-20. Diakses tanggal 2026-06-24.
  13. ^ a b c "Yayasan Didit Bantah Tuduhan Kooptasi Politik di Artjog". Tempo.co. 2026-06-24. Diakses tanggal 2026-06-24.
  14. ^ "F. Widayanto Terima Penghargaan Anugerah Adhikarya Rupa". Investor.id. 2014-10-14. Diakses tanggal 2026-06-24.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya