Hesperides

Dalam mitologi Yunani, Hesperides (bahasa Yunani: Ἑσπερίδες) adalah para nimfa yang suka bernyanyi dan menghuni sebuah taman yang indah di sudut barat dunia, letaknya di dekat pegunungan Atlas. Sedangkan menurut penyair Yunani dari Sisilia, Stesikhoros, para Hesperides tinggal di Tartessos, sebuah tempat di bagian selatan semenanjung Iberia. Ada tiga Hesperides, salah satunya adalah Hesperis atau Hesperus yang merupakan nimfa senja.

Taman Hesperides

Kebun Hesperides, karya Lord Leighton Frederick, 1892.

Taman Hesperides adalah kebun buah milik Hera, di taman itu tumbuh pohon yang berbuah apel emas. Pohon apel itu ditanam dari dahan yang diberikan Gaia pada Hera sebagai hadiah pernikahan Hera dengan Zeus. Para Hesperides diberi tugas merawat kebun itu, tetapi kadang-kadang mereka memetiknya untuk diri mereka sendiri. Karena tidak percaya pada mereka, Hera kemudian menempatkan naga berkepala seratus yang tidak pernah tidur bernama Ladon sebagai perlindungan tambahan di kebun itu.

Tugas Kesebelas Herakles

Setelah Herakles menyelesaikan sepuluh tugasnya, Euristheus memberinya dua tugas tambahan. Yang pertama adalah mencuri apel dari kebun Hesperides. Herakles kemudian menangkap Nereus (dewa laut yang ahli mengubah wujud) untuk mengetahui lokasi kebun Hesperides.

Dalam perjalanannya, Herakles bertemu dengan Antaios, yang tak terkalahkan selama dia menyentuh ibunya, Gaia (bumi). Herakles membunuh Antaeus dengan cara mengangkatnya tinggi-tinggi dan menghancurkannya di udara. Menurut Herodotos, Herakles juga sempat berhenti di Mesir, di mana Raja Busiris memutuskan untuk menjadikannya sebagai korban tahunan, tetapi Herakles berhasil menghancurkan rantai yang mengikatnya.

Setelah tiba di kebun Hesperides, Herakles meminta Atlas mengambilkan beberapa apel emas untuknya. Herakles menawarkan diri untuk memikul langit sementara Atlas mengambil apel. (Dalam versi ini Atlas adalah ayah para Hesperides). Setelah kembali, Atlas memutuskan bahwa dia tak ingin lagi memikul langit, dan malah menawarkan diri untuk mengantarkan sendiri apelnya. Herakles kemudian menyetujuinya dengan syarat Atlas mau memikul langit sebentar sementara Herakles membetulkan posisi jubahnya agar lebih nyaman. Atlas setuju, tetapi setelah Atlas memikul langit lagi, Herakles langsung membawa apelnya dan berjalan pergi. Menurut versi lainnya, Herakles membunuh Ladon untuk mendapatkan apelnya.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya