Honari Mosega


Honari Mosega atau Tari Honari Mosega adalah salah satu tarian perang dari masyarakat Liya, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Dahulu, tari ini umumnya dipentaskan sebelum dan sesudah perang untuk memotivasi semangat prajurit Liya ketika akan berperang, juga mengungkapkan kegembiraan bagi para prajurit yang telah pulang berperang dengan membawa kemenangan.[1]

Sejarah

Honari Mosega pada awalnya berasal dari tarian pengintai musuh pada pertengahan abad 11 di Pulau Oroho.[2] Tarian ini pada awalnya dikembangkan oleh para Hulubalang dan bajak laut, untuk mempertahankan daerah kekuasaan mereka. Tarian pengintaian ini dilakukan dengan membawa hulu tajam, dengan seorang pembawa bendera yang mengenakan topi berhiaskan cermin.[3] Simbol-simbol dan gerakan akan digunakan oleh para penari untuk memberi isyarat apakah pasukan harus menyerang atau menyambut lawan.[4]

Honari Mosega kemudian ditarikan pada saat sebelum dan sesudah berperang pada masa Keraton Liya. Tarian ini diadakan pada saat sebelum berperang untuk memotivasi para prajurit yang akan pergi berperang, dan akan ditarikan setelah perang sebagai bentuk ungkapan kegembiraan atas pulangnya prajurit Keraton Liya dengan membawa kemenangan.[1]

Pada masa pemerintahan Kesultanan Buton, Honari Mosega menjadi tari yang ditampilkan pada acara-acara penyambutan tamu. Tarian ini kerap ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu istimewa dan agung, seperti sultan dan perangkatnya. Pada masa ini, Honari Mosega juga ditampilkan sebagai hiburan pada acara adat yang diadakan dalam lingkup keturunan bangsawan.[1]

Di masa lalu, tarian ini dianggap sebagai tarian yang sadis, karena beberapa penari akan saling menusuk dengan menggunakan tombak.[2] Namun, kebiasaan ini sudah mulai ditinggalkan seiring dengan zaman.[3]

Ciri Khas

Honari Mosega adalah sebuah tarian perang, yang pada umumnya ditarikan oleh beberapa orang laki-laki, dengan satu orang penari inti yang disebut Tompidhe. Tompide memegang tombak atau hulu tajam, dengan didampingi satu atau empat orang Manu-Manu Moane yang melambangkan Hulubalang, satu orang pemukul gendang, dan satu orang pembawa panji Keraton Liya. Manu-Manu Moane memegang tombak atau janur kuning. Apabila didampingi wanita, maka pendamping Tompidhe disebut sebagai Manu-Manu Wowine.[1] Para pemain inti ini akan didampingi hingga 40 orang penari tambahan.[2]

Tarian ini umumnya ditarikan di lapangan terbuka, dengan pakaian yang bernuansa merah, kuning, dan hitam.[2] Para penari pada awalnya akan memberi hormat ke arah Masjid Agung Keraton Liya dan Makam Leluhur, kemudian menari dan memberi hormat kepada para penduduk. Para penari kemudian akan bergerak menuju ke arah Baruga atau tempat pertemuan raja untuk menyerahkan mayat palsu yang sudah ditombak.[2][3] Para penari akan menusuk mayat palsu tersebut beberapa kali sambil berteriak, untuk membuktikan bahwa mayat tersebut sudah meninggal.[2]

Seluruh penari dan pendamping akan mengenakan untaian gemericing, kemudian menari dengan penuh semangat sehingga tiap gerakannya akan selalu menimbulkan bunyi. Gerakan penuh semangat ini juga disertai lompatan dan gerakan-gerakan silat khas Liya yang disebut Makanjara.[1]

Makna

Honari Mosega adalah lambang dari kesetiaan para prajurit yang telah menunjukkan kesetiaan dalam berperang untuk membela kerajaannya.[3] Tarian ini mengisahkan tentang keberanian, kesetiaan, dan kekompakan seluruh prajurit.

Referensi

  1. ^ a b c d e Riana, Deny (2021). "Jelajah Wisata Budaya Negeriku: Sulawesi Tenggara". myedisi.com. Bandung: CV. Angkasa. ISBN 9786233400992. Diakses tanggal 2025-06-17.
  2. ^ a b c d e f "Honari Mosega Dance of Liya Raya Village in Wakatobi District". www.wakatobi.indonesia-tourism.com. Diakses tanggal 2025-06-17.
  3. ^ a b c d "Atraksi Honari Mosega". sultra.jadesta.com. Diakses tanggal 2025-06-17.
  4. ^ "Atraksi Honari Mosega". jadesta.kemenparekraf.go.id. Diakses tanggal 2025-06-17.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya