Huang Quan
Huang Quan | |
|---|---|
| 黃權 | |
| Jenderal Kereta dan Kavaleri (車騎將軍) | |
| Masa jabatan Oktober atau November 239 – Mei atau Juni 240 | |
| Penguasa monarki | Cao Fang |
| Inspektur Provinsi Yi (益州刺史) (nominal) | |
| Masa jabatan ? – ? | |
| Penguasa monarki | Cao Pi / Cao Rui |
| Jenderal Penjaga Selatan (鎮南將軍) | |
| Masa jabatan 222 – Oktober atau November 239 | |
| Penguasa monarki | Cao Pi / Cao Rui / Cao Fang |
| Jenderal Penjaga Utara (鎮北將軍) | |
| Masa jabatan 221 – 222 | |
| Penguasa monarki | Liu Bei |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Tidak diketahui Langzhong, Sichuan |
| Meninggal | Mei atau Juni 240[a] |
| Anak |
|
| Pekerjaan | Politikus, jenderal militer |
| Nama kehormatan | Gongheng (公衡) |
| Nama anumerta | Marquis Jing (景侯) |
| Gelar bangsawan | Marquis Yuyang (育陽侯) |
Huang Quan (meninggal Mei atau Juni 240), nama kehormatan Gongheng adalah seorang jenderal militer dan politikus Tiongkok dari negara Cao Wei selama periode Tiga Kerajaan di Tiongkok. Sebelumnya ia bertugas di bawah panglima perang Liu Zhang dan Liu Bei selama akhir dinasti Han Timur dan di negara Shu Han (yang didirikan oleh Liu Bei) selama awal periode Tiga Kerajaan sebelum membelot ke Cao Wei.[2] Liu Bei sangat bergantung pada Huang Quan untuk nasihat dalam kebijakan dalam negeri dan luar negeri. Namun, di bawah pemerintahan Wei, Huang Quan hanya dibatasi pada urusan internal karena meskipun kaisar Wei Cao Pi menghargai bakatnya, ia meragukan kesetiaan Huang Quan dan percaya bahwa ia masih diam-diam setia kepada Liu Bei.
Pengabdian dibawah Liu Zhang
Huang Quan berasal dari County Langzhong (閬中縣), Komanderi Baxi (巴西郡), yang merupakan Langzhong, Sichuan masa kini.[3] Ia memulai karirinya dalam usia yang belia sebagai seorang pegawai sipil di kantor komanderi dan kemudian direkrut oleh Liu Zhang sebagai seorang Registrar (主簿).[4]
Sekitar tahun 211,[5] Zhang Song, seorang penasihat Liu Zhang, menyarankan kepada tuannya untuk mempersilakan Liu Bei dari Provinsi Jing untuk datang ke Provinsi Yi untuk melawan rival mereka, Zhang Lu di Hanzhong. Huang Quan menolak saran Zhang Song karena Huang Quan merasa bahwa Liu Bei terlalu ambisius dan kemungkinan dapat merebut kekuasaan di Provinsi Yi.[6] Menghadapi Liu Zhang, Huang Quan berkata: "Jenderal Kiri[b] memiliki aura kepahlawanan. Sekarang, jika kita menyambutnya ke tanah kita dan memperlakukannya sebagai pengawal yang bertugas menjaga provinsi, itu tidak akan memuaskannya. Namun, jika kita ingin menawarkannya kehormatan sebagai tamu terhormat, satu negara tidak dapat memiliki dua penguasa. Jika seorang tamu menerima keamanan Gunung Tai, maka tuan rumah sama lemahnya dengan tumpukan telur. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengandalkan perbatasan alam dan menunggu garis depan bersih."[7]
Namun, Liu Zhang menolak mendengarkan saran Huang Quan dan mendengarkan saran Zhang Song.[8] Huang Quan kemudian ditunjuk sebagai Kepala County Guanghan (廣漢縣; sebelah selatan Shehong, Sichuan masa kini).[9]
Pada akhir 215,[5] seperti yang diprediksi Huang Quan, konflik militer antara Liu Bei dan Liu Zhang terjadi akibat kematian Pang Tong, seorang penasihat Liu Bei oleh pasukan yang diduga milik Liu Zhang. Huang Quan mempersiapkan kotanya untuk menghadapi pengepungan dari pasukan Provinsi Jing dan mempertahankan kotanya dengan kokoh bahkan pada saat banyak wilayah Liu Zhang jatuh ke kekuasaan Liu Bei baik melalui perebutan militer ataupun penyerahan secara sukarela. Huang Quan menyerah kepada Liu Bei setelah mendengar bahwa Liu Zhang menyerah di Chengdu. Setelah sukses menguasai Provinsi Yi, Liu Bei mengangkat Huang Quan menjadi Letnan Jenderal (偏將軍).[10]
Xu Zhong (徐衆) yang menulis sebuah komentar di Catatan Sejarah Tiga Negara memuji kesetiaan Huang Quan kepada Liu Zhang ketika ia menegurnya karena mengundang Liu Bei ke provinsi Yi dan karena kebenarannya ketika ia mempersiapkan kotanya untuk pengepungan dan melawan para penyerbu, ia memujinya karena memiliki integritas sebagai pengikut yang layak. Ia juga memuji Liu Bei karena mengangkat Huang Quan sebagai jenderal setelah penyerahan diri Huang Quan, tetapi menyatakan bahwa tindakan Liu Bei tidak cukup untuk menyoroti kebajikan Huang Quan dan mendorong orang-orang yang layak untuk mengabdi dengan segenap kemampuan mereka—sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh seorang pria yang dermawan. Xu memberikan contoh seperti Raja Wu dari Dinasti Zhou memberikan hormat tinggi kepada dua pejabat yang loyal terhadap Dinasti Shang, Bi Gan dan Shang Rong setelah sukses meruntuhkan Dinasti Shang.[11]
Pengabdian dibawah Liu Bei
Pada 215,[12] Cao Cao menyerang Zhang Lu dan mengalahkannya di Pertempuran Yangping, membuat Zhang Lu mengungsi ke Bazhong (巴中) di Provinsi Yi timur laut. Saat itu, Liu Bei sedang menghadapi sengketa wilayah di Provinsi Jing melawan Sun Quan. Mendengar kekalahan Zhang Lu, Huang Quan menyarankan Liu Bei untuk tidak membuang Hanzhong kepada Cao Cao karena Hanzhong merupakan pintu gerbang Provinsi Yi, lebih tepatnya ketiga komanderi Ba (Badong, Ba, dan Baxi). Huang Quan berkata bahwa kehilangan Hanzhong seperti "memotong lengan tangan dan kaki rakyat Shu". Liu Bei setuju dengan saran Huang Quan dan bergegas menfinalisasikan perjanjian dengan pihak Sun Quan, membagikan Provinsi Jing di sebelah timur dan barat.[13][14]
Liu Bei kemudian mengangkat Huang Quan sebagai Penjaga Pasukan (護軍) dan memimpin pasukan ke wilayah Bazhong untuk menjemput Zhang Lu. Namun ketika sudah sampai di Bazhong, mereka sudah telat. Zhang Lu telah kembali ke Hanzhong dan menyerah kepada Cao Cao.[15][16] Namun, di wilayah Ba masih ada Du Huo (杜濩), Pu Hu (朴胡), Yuan Yue (袁約), para administrator dari tiga komando Ba yang telah ditunjuk oleh Cao Cao. Huang Quan memimpin beberapa pasukan dan sepenuhnya mengalahkan pasukan Du Huo, Pu Hu, dan Yuan Yue.[17] Serangan Huang Quan membuat jenderal Cao Cao, Zhang He mencoba merelokasi penduduk Hanzhong, namun ia dihadang dan dikalahkan oleh Zhang Fei.[12]
Diantara 217 sampai 219,[18] Liu Bei bertindak sesuai saran Huang Quan dan Fa Zheng melancarkan kampanye untuk merebut kendali Hanzhong dari Cao Cao. Menurut catatan biografinya di Catatan Sejarah Tiga Negara, Chen Shou menulis bahwa dari kekalahan Du Huo (杜濩) dan Pu Hu (朴胡) di wilayah Ba dan keguguran Xiahou Yuan di Pertempuran Gunung Dingjun sesuai dengan rencana Huang Quan.[19] Pada 219, Liu Bei memenangkan kampanye militer di Hanzhong dan mendeklarasikan dirinya sebagai Raja Hanzhong (漢中王) dan Gubernur Provinsi Yi (益州牧). Huang Quan kemudian dilantik sebagai Perwira Asisten Kantor Markas (治中從事).[20]
Pada 221, Liu Bei mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar dan mendirikan Shu Han. Atas nama balas dendam terhadap kematian Guan Yu, Liu Bei merencanakan kampanye militer melawan Sun Quan yang merebut kekuasaan Provinsi Jing pada tahun 219 dan mengkhianati Guan Yu. Setelah serangkaian kemenangan awal, Liu Bei ingin maju lebih dalam ke wilayah Wu. Namun, Huang Quan protes dan berkata: "Pasukan Sun Quan sangat kuat dan dengan menempatkan mereka di posisi ini, mereka dapat memanfaatkan Sungai Yangtze untuk keuntungan mereka. Selain itu, hal ini akan meningkatkan semangat juang mereka karena akan mempersulit mundurnya mereka sekaligus mempermudah serangan mereka. Oleh karena itu, saya menawarkan diri untuk memimpin serangan dan menyarankan agar Yang Mulia tetap tinggal untuk memimpin pasukan cadangan."[21][22]
Namun, Liu Bei menolak saran Huang Quan. Ia memindahkan Huang Quan dari medan operasi utama dan menunjuknya sebagai Jenderal Penjaga Utara (鎮北將軍) serta memerintahkannya untuk mempertahankan sayap utara dari kemungkinan serangan negara Wei (yang didirikan oleh penerus Cao Cao, Cao Pi), sementara ia sendiri memimpin pasukan utama Shu dan melakukan perjalanan di sepanjang Sungai Yangtze untuk menyerang Sun Quan.[23][24] Liu Bei mengalami kekalahan parah di Pertempuran Xiaoting (221–222) oleh pasukan Sun Quan pimpinan Lu Xun dan terpaksa mundur. Pasukan Huang Quan terpisah dari pasukan utama Liu Bei setelah pertempuran dan tidak dapat kembali ke Shu; maka terpaksa mereka menyerah kepada Wei.[25]
Setelah mendengar Huang Quan menyerah kepada Wei, seorang perwira Shu menyarankan Liu Bei untuk menghukum mati seluruh keluarga Huang Quan yang masih berada di Shu. Namun Liu Bei menolak memberi hukuman berat kepada keluarganya, berkata "Saya telah mengecewakan Huang Quan, namun ia tidak mengecewakan saya". Keluarga Huang Quan tetap diperlakukan dengan baik oleh Liu Bei walaupun Huang Quan membelot.[26]
Pei Songzhi yang menulis Anotasi Catatan Sejarah Tiga Negara membandingkan perlakuan Liu Bei terhadap keluarga Huang Quan setelah Huang Quan membelot dengan eksekusi keluarga Li Ling oleh Kaisar Wu dari Han setelah Li Ling membelot ke pihak Xiongnu. Pei melihat perbedaan antara keuntungan Liu Bei yang memperlakukan keluarga pembelot dengan baik dan kerugian Kaisar Wu yang mengeksekusi keluarga pembelot. Pei mengutip Shijing untuk memuji Liu Bei: 'Sungguh patut bergembira, Tuan-tuan; Semoga kalian menjaga dan melestarikan keturunan kalian!'[27]
Pengabdian di Wei
Saat Huang Quan kemudian bertemu dengan Kaisar Cao Pi, Cao Pi bertanya: "Apakah engkau mencoba meniru Chen Ping dan Han Xin saat anda meninggalkan penjahat dan sudi bekerja untuk saya?" Huang Quan menjawab: "Tuan Liu memperlakukan saya dengan baik maka saya tidaka akan menyerah kepada Sun Quan. Saya tidak bisa kembali ke Shu jadi saya memilih untuk menyerah ke Wei. Sebagai komandan pasukan yang sudah kalah, saya sudah sangat bersyukur diampuni dari kematian. Kenapa harus saya memikirkan untuk meneladani tokoh kuno?" Terpukau dengan jawabannya, Cao Pi memperbolehkan Huang Quan menetap di Wei dan melantiknya sebagai Pelayan Istana dan Jenderal Pengaman Selatan serta memberi gelar bangsawan Marquis Yuyang (育陽侯).[28]
Kemudian, saat beberapa pembelot Shu lain membawa kabar ke Wei bahwa Liu Bei telah mengeksekusi mati seluruh keluarga Huang Quan, Cao Pi memberikan ucapan belasungkawa dan memerintahkan agar mengadakan upacara kematian untuk keluarga Huang Quan. Namun Huang Quan tahu bahwa kabar tersebut adalah kabar palsu. Ia menyatakan kepada Cao Pi bahwa Liu Bei dan Zhuge Liang memercayai Huang Quan dan dapat mengerti kenapa Huang Quan membelot ke Wei. Terlebih lagi, kabar tersebut masih baru dan bisa saja kabar keliru jadi Huang Quan menyarankan Cao Pi untuk mencari tahu lebih dalam agar dapat dikonfirmasi. Dugaan Huang Quan benar setelah Cao Pi menginterogasi para pembelot Shu secara mendalam.[29][30]
Pada 223, Liu Bei meninggal dunia. Berita kematian Liu Bei mencapai Wei dan banyak pejabat Wei memberi selamat kepada Cao Pi, namun Huang Quan sendiri terdiam. Cao Pi tahu bahwa Huang Quan tidak akan mengkhianatinya namun ia ingin mengintimidasi Huang Quan, jadi ia berulang kali mengirim surat perintah kepada Huang Quan untuk bertemu Cao Pi. Pengikut Huang ketakutan saat mendengar bahwa Cao Pi mengirimkan banyak surat, namun Huang Quan memilih untuk tenang dan santai.[31]
Huang Quan kemudian dilantik sebagai Inspektur Provinsi Yi walaupun Cao Wei tidak menguasai provinsi tersebut. Ia ditugaskan ke Henan. Jenderal dan politikus Wei Sima Yi yang sangat menghormati Huang Quan pernah bertanya kepadanya, "Berapa lagi tokoh lain di Shu selain anda?" Huang ketawa dan berkata kepada Sima Yi, "Saya tidak mengharapkan anda berpikir tinggi tentang saya!". Di kesempatan lain, Sima Yi menulis surat kepada Zhuge Liang menyatakan, "Huang Gongheng adalah orang pintar. Ia selalu berbicara tinggi tentang anda!".[32]
Cao Rui, penerus Cao Pi dan kaisar kedua Wei, pernah bertanya kepada Huang Quan: "Apa ilmu yang perlu kita pakai untuk mengukur situasi terkini dalam Kekaisaran kita?" Huang Quan menjawab: "Ilmu perbintangan. Kami memandang sebuah yinhuo shouxin[c] saat Kaisar Wen (Cao Pi) meninggal dunia sementara penguasa Shu dan Wu masih nyaman. Ini adalah tanda dari langit".[33]
Lihat pula
Catatan kaki
- ^ Cao Fang's biography in the Sanguozhi recorded that Huang Quan died in the 4th month of the 1st year of the Zhengshi era of Cao Fang's reign.[1] This month corresponds to 9 May to 6 June 240 in the Gregorian calendar.
- ^ Jenderal Kiri merujuk kepada gelar Liu Bei.
- ^ Sebuah 'yinhuo shouxin' (熒惑守心) adalah sebuah fenomena astrologi dimana Bintang Api (planet Mars) tetap berada di tengan rasi bintang Hati. Fenomena ini dianggap sebagai tanda malapetaka di Tiongkok kuno.
Referensi
- ^ ([正始元年]夏四月,車騎將軍黃權薨。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ de Crespigny (2007), hlm. 348.
- ^ (黃權字公衡,巴西閬中人也。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (少為郡吏,州牧劉璋召為主簿。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ a b Sima (1084), vol. 66.
- ^ (時別駕張松建議,宜迎先主,使伐張魯。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (權諫曰:「左將軍有驍名,今請到,欲以部曲遇之,則不滿其心,欲以賔客禮待,則一國不容二君。若客有泰山之安,則主有累卵之危。可但閉境,以待河清。」) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (璋主簿黃權陳其利害,... 璋一無所納,敕在所供奉先主,先主入境如歸。) Sanguozhi vol. 31.
- ^ (璋不聽,竟遣使迎先主,出權為廣漢長。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (及先主襲取益州,將帥分下郡縣,郡縣望風景附,權閉城堅守,須劉璋稽服,乃詣降先主。先主假權偏將軍。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (徐衆評曰:權旣忠諫於主,又閉城拒守,得事君之禮。武王下車,封比干之墓,表商容之閭,所以大顯忠賢之士,而明示所貴之旨。先主假權將軍,善矣,然猶薄少,未足彰忠義之高節,而大勸為善者之心。) Xu Zhong's annotation in Sanguozhi vol. 43.
- ^ a b Sima (1084), vol. 67.
- ^ (會曹公入漢中,張魯走 巴西。黃權進曰:「若失漢中,則三巴不振,此割蜀人股臂也。」於是先主與吳 連和,分荊州。江夏、長沙、桂陽東屬,南郡、零陵、武陵西屬,引軍還江「夏」〔州〕。) Huayang Guo Zhi vol. 6.
- ^ (及曹公破張魯,魯走入巴中,權進曰:「若失漢中,則三巴不振,此為割蜀之股臂也。」) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (於是先主以權為護軍,率諸將迎魯。魯已還南鄭,北降曹公,) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (以權為護軍,迎魯。魯已北降曹公。) Huayang Guo Zhi vol. 6.
- ^ (權破公所署三巴太守杜濩、朴胡、袁約等。) Huayang Guo Zhi vol. 6.
- ^ Sima (1084), vol. 68.
- ^ (然卒破杜濩、朴胡,殺夏侯淵,據漢中,皆權本謀也。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (先主為漢中王,猶領益州牧,以權為治中從事。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (及稱尊號,將東伐吳,權諫曰:「吳人悍戰,又水軍順流,進易退難,臣請為先驅以甞寇,陛下宜為後鎮。」) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (黃權諫曰:「吳人悍戰。而水軍「泝」〔順〕流,進易退難。臣請為先驅以嘗 寇。陛下宜為後鎮。」) Huayang Guo Zhi vol. 6.
- ^ (先主不從,以權為鎮北將軍,督江北軍以防魏師;先主自在江南。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (先主不從,以權為鎮北將軍,督江北軍。) Huayang Guo Zhi vol. 6.
- ^ (及吳將軍陸議乘流斷圍,南軍敗績,先主引退。而道隔絕,權不得還,故率將所領降于魏。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (有司執法,白收權妻子。先主曰:「孤負黃權,權不負孤也。」待之如初。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (臣松之以為漢武用虛罔之言,滅李陵之家,劉主拒憲司所執,宥黃權之室,二主得失縣邈遠矣。詩云「樂只君子,保乂爾後」,其劉主之謂也。) Pei Songzhi's annotation in Sanguozhi vol. 43.
- ^ (魏文帝謂權曰:「君捨逆効順,欲追蹤陳、韓邪?」權對曰:「臣過受劉主殊遇,降吳不可,還蜀無路,是以歸命。且敗軍之將,免死為幸,何古人之可慕也!」文帝善之,拜為鎮南將軍,封育陽侯,加侍中,使之陪乘。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (漢魏春秋曰:文帝詔令發喪,權荅曰:「臣與劉、葛推誠相信,明臣本志。疑惑未實,請須後問。」) Han Jin Chunqiu annotation in Sanguozhi vol. 43.
- ^ (蜀降人或云誅權妻子,權知其虛言,未便發喪,) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (後得審問,果如所言。及先主薨問至,魏羣臣咸賀而權獨否。文帝察權有局量,欲試驚之,遣左右詔權,未至之間,累催相屬,馬使奔馳,交錯於道,官屬侍從莫不碎魄,而權舉止顏色自若。) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (後領益州刺史,徙占河南。大將軍司馬宣王深器之,問權曰:「蜀中有卿輩幾人?」權笑而荅曰:「不圖明公見顧之重也!」宣王與諸葛亮書曰:「黃公衡,快士也,每坐起歎述足下,不去口實。」) Sanguozhi vol. 43.
- ^ (蜀記曰:魏明帝問權:「天下鼎立,當以何地為正?」權對曰:「當以天文為正。往者熒惑守心而文皇帝崩,吳、蜀二主平安,此其徵也。」) Shu Ji annotation in Sanguozhi vol. 43.
Bibliografi
- Chen Shou (3rd century). Records of the Three Kingdoms (Sanguozhi).
- Chang Qu (4th century). Chronicles of Huayang (Huayang Guo Zhi).
- De Crespigny, Rafe (2007). A Biographical Dictionary of Later Han to the Three Kingdoms 23-220 AD. Leiden: Brill. ISBN 9789004156050.
- Pei Songzhi (5th century). Annotated Records of the Three Kingdoms (Sanguozhi zhu).
- Sima Guang (1084). Zizhi Tongjian.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.


