Ignasius Kim Che-jun

Ignasius Kim Che-jun (1796-1839) adalah seorang martir Katolik Korea. Ia adalah cucu dari Pius Kim Chin-hu yang menjadi martir pada tahun 1814, dia juga ayah dari Pastor Andreas Kim Tae-gon, imam pertama Korea, yang menjadi martir pada tahun 1846. Selama hidupnya, Ignasius menjalani kehidupan Katolik yang sangat saleh. Ketika putranya terpilih oleh para misionaris untuk dikirim ke Makau untuk belajar imamat, Ignasius menyadari akan bahaya yang akan dihadapi seluruh keluarganya dengan mengirimkan salah seorang anggota keluarganya ke luar negeri. Itulah tindakan berani yang dilakukan oleh Ignasius.

Ignasius dilaporkan oleh salah seorang menantunya dan ditangkap oleh sekelompok polisi yang dipimpin oleh pengkhianat Kim Yo-sang. Berdasarkan saksi mata, Ignasius cukup kuat untuk menahan beberapa orang, tetapi dia membiarkan dirinya sendiri ditangkap tanpa perlawanan.

Ignasius diperlakukan seperti seorang penjahat yang melawan negara, bukan hanya kerena dirinya sendiri sebagai seorang Katolik, namun karena dia memperbolehkan putranya yaitu Andreas, pergi ke Makau yang melanggar hukum negara. Para saksi mata tidak berkata tentang cara dia disiksa, tetapi dia harus menjalani siksaan yang lebih kejam daripada orang-orang lainnya. Ignasius menyangkal agamanya karena siksaan yang terlalu kejam dan terlalu kuat. Walaupun kenyataannya dia menyangkal agamanya, tetapi dia tidak dibebaskan dari penjara, karena kejahatannya adalah memperbolehkan putranya pergi ke luar negeri, tidak dapat diampuni.

Orang-orang Katolik yang bersama dia di penjara berusaha meyakinkan Ignasius bahwa dia tidak akan dibebaskan walaupun jika dia menyangkal agamanya. Mereka membujuk Ignasius untuk mengubah pikirannya, menarik kemurtadan dia dan menyatakan imannya lagi kepada pejabat pemerintah.

Rasul Petrus menyangkal Tuhan sebanyak tiga kali, namun dia menyesalinya. Ignasius juga bangkit kembali dan dia melanjutkan untuk mati sebagai martir. Dia mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi dan menarik kemurtadannya. Dia dipukuli dengan kejam dalam tiga kali penyiksaan, tetapi kali ini Ignasius begitu kuat dan berani.

Dia dipenggal di luar Pintu Gerbang Kecil Barat pada tanggal 26 September 1839 bersama dengan delapan teman-teman Katoliknya. Ketika dia dipenggal, dia berusia 44 tahun.[1]

Referensi


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya