Iklan kampanye

Iklan kampanye (bahasa Inggris:campaign advertising) adalah tindakan spesifik dirancang untuk mengiklankan sebuah aktivitas politik atau pemilu dengan mempekerjakan sekelompok profesional umumnya terdiri dari konsultan politik dan staf kampanye yang dilakukan, disengaja, dikoordinasikan secara hati-hati dan kemudian dipublikasikan dalam rangkaian alat publikasi seperti penggunaan media yang dibayar (surat kabar, radio, televisi, dan lain lain) agar dapat menjangkau target audiens agar berdampak memberikan pengaruh terhadap hasil keputusan publik merupakan tujuan akhir dari setiap iklan kampanye.

Media iklan politik

Mc.Luhan menguraikan bahwa media secara umum adalah perpanjangan alat indra manusia. Dengan media kita memperoleh informasi tentang benda, orang, dan tempat yang tidak kita alami secara langsung. Untuk menyampaikan suatu pesan politik maka diperlukan suatu media agar dapat menjangkau seluruh masyarakat yang ada. Bahkan, McLuhan menyebut bahwa media atau medium adalah pesan (the medium is the message). Menurut McLuhan bahwa yang memengaruhi khalayak bukan apa yang disampaikan oleh media, tetapi jenis media komunikasi dipergunakan, yaitu antarpersona, media cetak atau media elektronik. Dalam hal komunikasi politik, pandangan McLuhan itu akan bermakna bahwa media politik merupakan pesan politik yang akan berguna untuk pembentukan citra politik.[1] Kampanye dengan menggunakan iklan politik, khususnya iklan audio visual, menurut Falkowski et.al.(dalam Pito dkk,2006:221), memainkan peran penting dan strategi dalam political, karena bermanfaat untuk: (1) membentuk citra konstentan dan sikap emosional terhadap kandidat,(2) membantu para pemilih untuk terlepas dari ketidakpastian pilihan karena mempunyai kecenderungan untuk memilih konstentan tertentu,(3) alat untuk melakukan rekonfigurasi citra konstentan,(4) mengarahkan untuk memilih konstentan tertentu, (5) memengaruhi opini public tentang isu-isu nasional, dan(6) memberi pengaruh terhadap evaluasi dan interpretasi para pemilih terhadap kandidat dan even-even politik.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Anwar Arifin,Komunikasi Politik:paradigma,teori,aplikasi,strategi &komunikasi politik Indonesia,Balai Pustaka,Jakarta,2003 hal 92)
  2. ^ Eko Harry Susanto dalam Media komunikasi Politik,Buku Litera,Jakarta,2011 hal 61

Daftar pustaka

  • (Inggris) Trent, Judith S (2008). Political campaign communication: principles and practices. Rowman & Littlefield. ISBN 0742553035, 9780742553033. ;

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya