Imamzadeh

Seorang Mullah (ulama Islam Syiah) berdoa di Imāmzādeh Sayyid Hamzah, Tabriz

Imamzadeh adalah istilah Persia yang dapat merujuk pada dua hal yang berkaitan yakni orang suci dalam Islam Syiah, dan makam orang suci tersebut.

Dalam artian pertama, seorang imamzadeh berarti keturunan langsung dari Imam Syi'ah. Istilah ini juga digunakan dalam bahasa Urdu dan Azeri. Imamzadeh berarti “keturunan” seorang imam. Imamzadeh juga merupakan sayyid, meskipun tidak semua sayyid dianggap imamzadeh. Ada banyak imamzadeh penting. Dua di antaranya adalah Fātimah binti Mūsā, saudara perempuan Imam Ali al-Ridha, Imam Dua Belas kedelapan, dan Zaynab binti Ali, putri Ali, yang dianggap oleh Muslim Syi'ah sebagai Imam pertama dan oleh Muslim Sunni sebagai Khalifah keempat. Imamzadeh secara tradisional bukanlah perempuan.[1]

Dalam artian kedua, imamzadeh adalah sebutan untuk makam-makam keturunan para Imam, yang mempunyai hubungan langsung dengan Muhammad.[2] Tempat-tempat suci ini hanya untuk keturunan para Imam dan bukan untuk para Imam itu sendiri.[1] Makam-makam suci ini digunakan sebagai pusat pengabdian dan ziarah Syi'ah. Mereka diyakini memiliki berkah dan kemampuan menyembuhkan.[3] Banyak dari mereka berlokasi di Irak, Madinah, India dan Iran.

Banyak orang mengunjungi imamzadeh yang jaraknya relatif dekat dengan mereka. Ada juga ziyarat-nama (ziarah) khusus untuk banyak imamzadeh. Beberapa dari ziarah ini bahkan terjadi setiap tahun pada waktu tertentu dalam setahun.[1] Beberapa imamzadeh tidak dirawat sebaik imamzadeh lainnya. Menurut Reinisch, beberapa imamzadeh yang dilihatnya sebagian besar sudah berupa reruntuhan, meski tetap penting.[4]

Referensi

  1. ^ a b c Lambton, A.K.S. "Imamzada[pranala nonaktif permanen]." Encyclopedia of Islam, Second Edition. Edited by: P. Bearman, Th. Bianquis, C.E. Bosworth, E. Van Donzel and W.P. Heinrichs. Brill, 2010. Brill Online. Augustana. 6 April 2010
  2. ^ Esposito, John L. 2003. The Oxford Dictionary of Islam. Oxford University Press. Oxford. p 136.
  3. ^ Esposito, John L. 1995. The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World, v.2. Oxford University Press. Oxford. p. 185
  4. ^ Reinisch, Leo (1897). "Egypt and Abyssinia". The Geographical Journal. 9 (3): 314–318. doi:10.2307/1774943. ISSN 0016-7398.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya