Imunitas intrinsik

Imunitas intrinsik mengacu pada sekumpulan mekanisme pertahanan antivirus yang berbasis pada sel, terutama berupa protein yang dikodekan secara genetik dan secara khusus menargetkan retrovirus eukariotik. Berbeda dengan efektor sistem imun adaptif maupun imun bawaan, protein-protein yang berperan dalam imunitas intrinsik umumnya diekspresikan pada tingkat yang relatif konstan, sehingga infeksi virus dapat dihentikan dengan cepat sejak tahap awal.

Imunitas antivirus intrinsik merupakan salah satu bentuk imunitas bawaan yang secara langsung membatasi proses replikasi dan perakitan virus, sehingga suatu sel menjadi tidak permisif (tidak mendukung atau tidak memungkinkan virus menyelesaikan siklus infeksinya) terhadap kelas atau spesies virus tertentu. Imunitas intrinsik diberikan oleh faktor pembatas virus (restriction factors) yang telah ada sebelumnya pada jenis-jenis sel tertentu, meskipun keberadaan atau aktivitas faktor-faktor tersebut dapat semakin ditingkatkan sebagai respons terhadap infeksi virus.

Faktor pembatas virus intrinsik mengenali komponen virus yang spesifik. Namun, berbeda dengan reseptor pengenal pola (pattern recognition receptors) yang menghambat infeksi virus secara tidak langsung melalui induksi interferon dan berbagai molekul antivirus lainnya, faktor antivirus intrinsik bekerja dengan menghambat replikasi virus secara langsung dan segera setelah infeksi terjadi.[1]

Latar belakang

Selama jutaan tahun, organisme eukariotik telah terus-menerus terpapar infeksi virus. Perkembangan sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif mencerminkan pentingnya kemampuan untuk melawan infeksi dalam proses evolusi. Namun, beberapa jenis virus terbukti sangat mematikan atau sangat sulit diatasi oleh mekanisme pertahanan imun yang lazim. Sebagai akibatnya, berevolusilah mekanisme pertahanan seluler khusus yang dikodekan secara genetik untuk menghadapi virus-virus tersebut. Imunitas intrinsik terdiri atas protein-protein seluler yang selalu berada dalam keadaan aktif dan telah berevolusi untuk menghambat infeksi yang disebabkan oleh virus atau kelompok taksonomi virus tertentu.[2]

Pengakuan terhadap imunitas intrinsik sebagai mekanisme pertahanan antivirus yang kuat merupakan temuan yang relatif baru dan hingga kini masih belum banyak dibahas dalam sebagian besar mata kuliah maupun buku teks imunologi. Meskipun sejauh mana perlindungan yang diberikan oleh imunitas intrinsik masih belum diketahui secara pasti, ada kemungkinan bahwa di masa mendatang imunitas intrinsik akan dianggap sebagai cabang ketiga dari sistem imun yang secara tradisional dibagi menjadi dua, yaitu sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif.

Hubungan dengan sistem imun

Imunitas intrinsik menggabungkan beberapa karakteristik dari dua cabang utama sistem imun, yaitu imunitas adaptif dan imunitas bawaan, tetapi memiliki mekanisme kerja yang berbeda dari keduanya. Imunitas seluler bawaan mengenali adanya infeksi virus melalui reseptor mirip Toll (Toll-like receptors atau TLR) maupun reseptor pengenal pola, yang mendeteksi pola molekuler yang berkaitan dengan patogen (pathogen-associated molecular patterns atau PAMP). Pengenalan tersebut kemudian memicu ekspresi berbagai protein antivirus yang bersifat nonspesifik. Sebaliknya, protein-protein imunitas intrinsik bersifat spesifik, baik dalam mengenali virus maupun dalam mekanisme yang digunakan untuk melemahkan atau menghambat aktivitas virus. Namun, seperti halnya imunitas bawaan, sistem imunitas intrinsik tidak memberikan respons yang berbeda ketika tubuh kembali terinfeksi oleh patogen yang sama. Di sisi lain, sebagaimana imunitas adaptif, imunitas intrinsik juga dirancang secara spesifik untuk menghadapi satu jenis atau satu kelompok patogen tertentu, terutama retrovirus.

Berbeda dengan imunitas adaptif dan imunitas bawaan, yang harus terlebih dahulu mendeteksi adanya infeksi sebelum diaktifkan—bahkan pada imunitas adaptif proses ini dapat memerlukan waktu hingga beberapa minggu agar perlindungannya menjadi efektif—protein-protein imunitas intrinsik diekspresikan secara terus-menerus diproduksi pada tingkat yang relatif tetap, sehingga selalu siap menghentikan infeksi segera setelah virus memasuki sel. Mekanisme ini sangat penting dalam infeksi retrovirus karena proses integrasi materi genetik virus ke dalam genom inang terjadi dengan cepat setelah virus memasuki sel dan menyelesaikan proses transkripsi balik (reverse transcription), serta pada umumnya hampir tidak dapat dipulihkan atau dibalikkan.

Karena produksi protein-protein yang berperan dalam imunitas intrinsik tidak dapat ditingkatkan selama infeksi berlangsung, mekanisme pertahanan ini dapat mencapai titik jenuh. Akibatnya, apabila suatu sel terinfeksi oleh virus dalam jumlah yang sangat besar, efektivitas pertahanan intrinsik dapat menurun bahkan menjadi tidak lagi mampu menghambat infeksi secara memadai.

Referensi

  1. ^ Yan, Nan; Chen, Zhijian J. (2012-03). "Intrinsic antiviral immunity". Nature Immunology (dalam bahasa Inggris). 13 (3): 214–222. doi:10.1038/ni.2229. ISSN 1529-2916. PMC 3549670. PMID 22344284. {{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ^ Bieniasz, Paul D. (2004). "Intrinsic immunity: a front-line defense against viral attack". Nature Immunology (dalam bahasa Inggris). 5 (11): 1109–1115. doi:10.1038/ni1125. ISSN 1529-2916.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya