Indeks ultraviolet

Diagram yang menunjukkan index UV di Kota New York pada siang hari dalam setiap bulan.

Indeks ultraviolet atau Indeks UV adalah sebuah sebuah ukuran kekuatan radiasi ultraviolet (UV, atau ultraungu) yang mampu menyebabkan luka bakar di suatu tempat dan waktu. Indeks ultraviolet adalah sebuah standar internasional yang biasanya digunakan dalam ramalan cuaca harian atau per jam yang ditujukan pada masyarakat umum.

Indeks UV menggunakan skala linear dan angkanya berbanding lurus dengan intensitas radiasi ultraviolet yang menyebabkan terbakarnya kulit manusia.[1] Sebagai contoh, saat matahari bersinar dengan index UV 6, seorang berkulit putih tanpa tabir surya akan mengalami luka bakar setelah terpapar selama 30 menit, sedangkan pada index UV 12, orang yang sama akan terkena luka bakar dalam 15 menit saja. Indeks 0 berarti tidak ada radiasi UV, misalnya pada malam hari. Indeks 10 awalnya dirancang untuk menyamai sinar matahari pada tengah hari yang cerah saat musim panas di iklim sedang, tetapi kini angka di atas 10 sering dicapai, misalnya di daerah tropis, daerah ketinggian tinggi, daerah dengan refleksivitas air atau es yang tinggi, serta daerah dengan penipisan ozon yang kuat.

Penginformasian indeks UV untuk tempat dan hari/jam tertentu bertujuan membantu masyarakat melindungi diri dari radiasi ultraviolet berlebihan. Sinar ultraviolet dari matahari memiliki manfaat kesehatan, tetapi jika berlebihan menimbulkan masalah seperti bakaran matahari, penuaan kulit, kerusakan DNA, kanker kulit, imunosupresi (tekanan terhadap sistem imun), dan kerusakan mata seperti katarak.[2] Skala indeks UV dikembangkan oleh para ilmuwan Kanada pada 1992, kemudian diadopsi dan distandardisasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Meteorologi Dunia pada 1994.[3] Lembaga kesehatan masyarakat dapat merekomendasikan cara-cara perlindungan terhadap sinar ultraviolet berdasarkan indeks UV, misalnya menyarankan pengolesan tabir surya serta penggunaan topi dan kacamata hitam saat berada di luar dalam waktu lama di bawah sinar indeks UV 3 atau lebih.

Referensi

  1. ^ "UV Index Overview". U.S. Environmental Protection Agency. 2022.
  2. ^ Hanneman, K. K.; et al. (January 2006). "Ultraviolet immunosuppression: Mechanisms and consequences". Dermatologic Clinics. 24 (1): 19–25. doi:10.1016/j.det.2005.08.003. PMID 16311164.
  3. ^ Heckman, C. J.; Liang, K.; Riley, M. (2022). "Awareness, Understanding, Use, and Impact of the UV Index: A Systematic Review of Over Two Decades of International Research". Preventive Medicine. 123: 71–83. doi:10.1016/j.ypmed.2019.03.004. PMC 6534479. PMID 30844501.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya