Indonesia Infrastructure Finance
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas |
|---|---|
| Industri | Jasa keuangan |
| Didirikan | 15 Januari 2010 |
| Kantor pusat | Jakarta, Indonesia |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Reynaldi Hermansjah[1] (Direktur Utama) Darmin Nasution[2] (Komisaris Utama) |
| Produk | |
| Jasa |
|
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | SMI (30%) IFC (19,99%) ADB (19,99%) DEG (15,12%) SMBC (14,90%) |
Karyawan | |
| Situs web | www |
PT Indonesia Infrastructure Finance atau biasa disingkat menjadi IIF, adalah sebuah perusahaan asal Jakarta yang menyediakan berbagai macam layanan yang terkait dengan pembiayaan infrastruktur.[3][4]
Hingga akhir tahun 2019, total pembiayaan yang telah dikucurkan oleh perusahaan ini untuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp 11 triliun, dengan 55% di antaranya dikucurkan untuk pembangunan infrastruktur jalan tol, energi terbarukan, dan sumber daya air.[5]
Sejarah
Perusahaan ini didirikan pada bulan Januari 2010 sebagai sebuah joint venture antara Sarana Multi Infrastruktur (SMI), International Finance Corporation (IFC), Asian Development Bank (ADB), dan Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pada tahun 2011, perusahaan ini mendapat pendanaan senilai US$ 100 juta dari Bank Dunia. Pada tahun 2012, Sumitomo Mitsui Banking Corporation resmi menjadi salah satu pemegang saham perusahaan ini. Pada tahun 2013, untuk pertama kalinya, perusahaan ini memberi pinjaman komersial, yakni untuk proyek pembangunan Jalan Tol Cikopo-Palimanan senilai Rp 500 miliar. Pada tahun 2014, perusahaan ini mendapat pendanaan sebesar US$ 250 juta dari IFC. Pada tahun 2015, perusahaan ini mengikuti konferensi Euromoney untuk meningkatkan ekuitas mereknya. Pada tahun 2017, perusahaan ini meneken perjanjian kredit sebesar JP¥ 8 miliar dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Pada tahun 2018, perusahaan ini menyediakan penjaminan untuk proyek pembangunan PLTB pertama di Sulawesi Selatan dengan kapasitas terpasang mencapai 70 MW. Pada tahun 2020, perusahaan ini juga ikut berpartisipasi dalam memberikan pinjaman sindikasi senilai US$ 50 juta untuk proyek pembangunan PLTB tersebut. Pada tahun 2021, perusahaan ini ikut berpartisipasi dalam memberikan pinjaman sindikasi untuk proyek pembangunan jalur kereta api Makassar–Parepare.[3][4]
Referensi
- ^ "Dewan Direksi". PT Indonesia Infrastructure Finance. Diakses tanggal 3 April 2023.
- ^ "Dewan Komisaris". PT Indonesia Infrastructure Finance. Diakses tanggal 3 April 2023.
- ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2021" (PDF). PT Indonesia Infrastructure Finance. Diakses tanggal 3 April 2023.
- ^ a b "Sekilas Perusahaan". PT Indonesia Infrastructure Finance. Diakses tanggal 3 April 2023.
- ^ "Indonesia Infrastructure Finance targetkan pembiayaan Rp 14,5 triliun pada tahun 2020". Kontan.co.id. 2019-12-19. Diakses tanggal 2020-03-14.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.