Insiden Chichijima
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2025) |
Insiden Chichijima adalah kejahatan perang yang terjadi pada akhir tahun 1944 yang menyebabkan kematian delapan prajurit Amerika Serikat di Chichijima, Kepulauan Bonin. Empat di antaranya dimakan oleh tentara Jepang.[1]
8 Peristiwa ini berawal dari sembilan pilot yang berhasil selamat setelah pesawat mereka ditembak jatuh saat pengeboman Chichijima, pulau kecil sekitar 1.100 km dari selatan Tokyo. Delapan prajurit di dalamnya, Lloyd Woellhof, Grady York, James "Jimmy" Dye, Glenn Frazier Jr., Marvell "Marve" Mershon, Floyd Hall, Warren Earl Vaughn, dan Warren Hindenlang tertangkap dan langsung dieksekusi. George H. W. Bush, yang di masa depan akan menjadi Presiden Amerika Serikat, secara ajaib selamat dari penangkapan ini.
Setelah perang usai, ditemukan fakta bahwa mereka yang tertangkap disiksa sebelum akhirnya dieksekusi. Mereka dipenggal atas perintah Letnan Jenderal Yoshio Tachibana. Empat di antaranya dimakan.
Buku
Penulis James Bradley mengungkap detail kejadian kanibalisme dalam Perang Dunia II oleh Jepang. Bradley mengklaim bahwa tindakan ini bukan sekadar ritual mengkonsumsi hati korbannya, tetapi juga termasuk memotong tangan dan kaki sedikit demi sedikit untuk menjaganya tetap segar dan bisa dikonsumsi dalam beberapa hari berikutnya.[2]
Pengadilan
Tachibana, bersama 11 prajurit lainnya, diadili pada Bulan Agustus 1946 atas eksekusi ilegal dan kanibalisme terhadap penerbang Amerika Serikat. Namun karena kanibalisme tidak secara spesifik diatur dalam hukum militer dan internasional, maka mereka diadili atas tindakan membunuh dan menghalangi penguburan secara terhormat.[3]
Kasus ini kembali diinvestigasi pada tahun 1947 dan 30 prajurit Jepang diadili, termasuk di dalamya empat perwira, (termasuk di dalamya Letnan Jenderal Tachibina, Mayor Matoba, dan Kapten Yoshii) dinyatakan bersalah dan dijatuhu hukuman gantung. Semua tamtama, termasuk Petugas Medis Percobaan, Tadashi Teraki dibebaskan delapan tahun setelahnya.[3]
Laksamana Madya Mori Kunizo, yang mengomandani lapangan udara Chichi-Jima waktu itu, memercayai bahwa konsumsi hati manusia memiliki manfaat untuk kesehatan. Ia awalnya dijatuhi hukuman seumur hidup, tetapi setelah bawahannya terbukti bersalah dalam kejahatan perang lain di front selatan, dia dijatuhi hukuman mati dan digantung dalam pengadilan yang berbeda oleh pemerintahan Belanda di Hindia Belanda.[3]
Referensi
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.